Terjerat Rindu Terlarang

Terjerat Rindu Terlarang
TRT Nyaman


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Leon menghela nafas dengan kasar dirinya mencoba meredam amarahnya agar tidak keluar dan berakibat fatal.


Sungguh dirinya ikut merasakan sesak saat melihat gadisnya terluka seperti ini.


"Obati luka kakinya, jangan sampai bertambah parah"...


Titahnya dengan datar saat melihat maid yang berjalan tergesa-gesa sudah berhenti tak jauh darinya.


Maid yang bernama Elisa itu langsung membungkuk tanda mengiyakan titah Tuan mudanya, Elisa segera mendekat dan duduk di atas marmer dekat dengan kaki gadis yang sedang terluka dan saat ini berada dipangkuan Tuannya.


Dengan pelan dirinya mengelap noda darah diarea telapak kaki hingga dirinya melihat ada pecahan piring tertancap disana.


Beruntung Elisa pernah menjadi perawat sebelumnya jadi dirinya langsung mencari alat untuk mengambil pecahan piring yang tidak terlalu besar itu.


"Ssttt..."...


Lika mendesis pelan saat terasa sakit dikakinya karena pecahan piring berhasil dicabut.


Bahkan Leon mengeratkan pelukannya saat mendengar desisan dari gadis yang masih menyembunyikan wajahnya diceruk leher miliknya.


"Lakukan dengan perlahan Elisa"...


Ucapnya dengan penuh penekanan.


Glek.


Elisa dengan susah payah menelan saliva saat mendengar ucapan dari Tuannya itu, ruangan seketika menjadi lebih dingin saat ini dirinya merasa dikuliti hidup-hidup oleh sang majikan.


Dengan menormalkan detak jantungnya agar tidak bergetar tangannya, akhirnya kaki wanita sang Tuan berhasil dibalut dengan rapi dan sudah diobati.


Setelah selesai, Elisa membereskan kotak P3K itu.


"Sudah selesai Tuan muda"...


Beritahunya dan berdiri dari duduknya dengan tangan sudah membawa kotak tersebut.


Elisa segera meninggalkan Tuan muda beserta sang Nona saat melihat Tuannya memberi kode agar kembali ke belakang bahkan Kepala Lim ikut pergi dari sana membiarkan sang Tuan muda berdua dengan Nona muda.

__ADS_1


Tanpa banyak kata Leon kembali bangun dari duduknya dengan tetap menggendong Lika seperti tadi.


Dirinya tidak membawa naik kelantai atas namun Leon lebih memilih untuk peegi ke taman samping untuk menikmati malam sebab dirinya tahu jika gadis yang masih bersembunyi diceruk lehernya sedang membutuhkan waktu.


"Apa segitu nyamannya berada dipelukanku"...


Ucap Leon dengan suara beratnya saat dirinya sudah duduk disalah satu gazebo di taman itu.


Blush.


Seketika wajah Lika merona lantaran ucapan pria asing yang memang membuatnya nyaman itu dan dirinya perlahan meregangkan rangkulan pada leher pria yang tidak ditahu namanya ini.


Leon menunduk saat merasakan rangkulan dilehernya mulai merenggang dan dirinya dapat melihat gadis yang masih didalam dekapannya menundukkan pandangannya.


Beruntung taman itu tidak memiliki cahaya yang berlebihan dengan begitu Leon tidak dapat melihat wajah merona itu.


Namun dirinya tahu jika tak jauh dari posisinya para anak buahnya sedang berjaga diarea sekitar.


"Malika Azara"...


Degh.


Lika segera menengadahkan wajahnya saat nama lengkapnya disebut oleh pria yang masih memeluknya dan bertepatan dengan itu Leon menundukkan kembali wajahnya hingga kini mereka saling memandang.


Degh.


Leon memiliki wajah yang tampan rupawan, mata tajam, hidung mancung, alis tebal, rahang tegas yang dihiasi bulu-bulu tipis semakin menambah ketampanannya dan tidak lupa dengan bibir yang seksi.



Entah kenapa aku paling suka sama michele🤭🤭


Berasa gimana gitu🤣🤣🤣


Blush.


Wajahnya seketika merona saat matanya tertuju pada bibir seksi lelaki ini, bibir yang beberapa saat lalu dikecupnya walau tanpa sadar.


Lika segera mengalihkan pandangannya untuk menyembunyikan raut wajah meronanya namun sayang Leon sudah melihatnya walau hanya dengan pencahayaan temaram saja.


Salah satu sudutnya tertarik keatas saat melihat tingkah malu-malu Lika membuat hiburan tersendiri baginya selama setahun dalam kehampaan hidup.


"Merona heh"...


Cibirnya dengan pandangan tak lepas dari wajah cantik alami Lika yang masih membuang pandangannya kearah samping.

__ADS_1


Lika semakin memerah wajahnya saat mendengar cibiran dari pria yang masih setia menatap ke arahnya itu.


Perlahan Leon memperbaiki duduk Lika agar gadis itu duduk nyaman didalam pangkuannya.


Sedangkan Lika, dirinya amat sangat gugup saat ini, sungguh jantungnya berdebar lebih cepat berada diatas pangkuan pria asing yang kadar ketampanannya membuat siapa saja pasti akan terpesona.


Salah satu tangan Leon terulur untuk menyentuh dagu Lika yang saat ini masih membuang muka, dirinya tahu jika saat ini gadis yang berada diatas pangkuannya pasti masih blushing.


"Lihat kemari"...


Titahnya dengan nada berat seperti biasa sedangkan Lika perlahan mulai menoleh saat dagunya dipegang oleh tangan kekar itu.


Kini Leon dapat melihat wajah polos dari Lika, pipi merona alami tanpa bantuan tambahan make up, bibir seksi Lika yang tidak ada polesan pewarna lain.


Bibir alami berwarna pink membuat ibu jarinya dengan reflek memegang bibir menggo da itu, diusapnya dengan perlahan menimbulkan sensasi aneh bagi sang empu, bahkan dirinya dapat merasakan cengkeraman tangan Lika yang sedikit kuat berada pada bahunya namun dia sama sekali tidak merasakan sakit.


Lika setengah mati menahan rasa gugupnya bahkan dirinya merasakan gelenjar aneh saat bibirnya diusap dengan gerakan ero tis.


Bahkan dirinya tidak berani mengangkat pandangannya, antara gugup dan takut yang dirasanya.


Leon menikmati kegiatan barunya seakan tak bosan untuk memandang lebih lama wajah cantik Lika, banyak diluaran sana wanita yang lebih menggo da dan tentunya lebih seksi namun dirinya sama sekali tidak tertarik berbeda dengan gadis yang berada dipangkuannya, gadis yang tidak memiliki body seseksi wanita diluaran namun entah mengapa Lika memiliki pesona sendiri.


Jika dilihat, Lika tidak memiliki dada besar, tingginya pun hanya sebatas dadanya saja, tubuh mungil dan bo kong kecil namun sekal.


Jika dibandingkan dengan wanita yang pernah disukainya, Lika seolah tidak bisa menandingi namun satu yang membuatnya tertarik dari seorang Malika Aziza yaitu bola mata yang selalu memandang teduh seolah perlu perlindungan dan dirinya akan memujudkan hal tersebut.


Dia akan berusaha untuk melindungi gadis yang membuatnya tertarik ini, gadis yang membuat seorang Leon Barack bersusah payah mencari tentang masa lalunya, gadis yang mampu membuat hati Leon bergetar kembali kala melihat tatapan sendu Lika, gadis yang mampu mengusiknya disepanjang malam hanya dia, Malika Azara.


Leon mengangkat dagu Lika hingga mau tak mau wajah Lika menatap kearahnya.


Perlahan dirinya menundukkan wajahnya hingga hembusan nafas mengenai kulit wajah Lika.


Lika hanya mampu berkedip lucu bahkan dirinya dapat mencium aroma mint dari lelaki tersebut.


Cup.


Mata Lika seketika membola saat ada benda kenyal menempel dibibirnya dan perlahan dirinya dapat merasakan pergerakan dibibirnya dan entah mengapa matanya ikut terpejam meresapi yang namanya ciu man untuk pertama kalinya.


Sungguh otak dan tubuhnya tidak bisa diajak kompromi, ingin dirinya memberontak namun tubuhnya seolah tak dapat digerakkan hingga akhirnya dia pasrah dan menikmatinya.


Leon memperdalam luma tannya dengan memegang tengkuk Lika, sedangkan tangan satunya digunakan untuk merapatkan tubuh mereka yang berada dipinggang ramping Lika.


Malam ini sang purnama menjadi saksi atas cum buan yang Leon berikan dan dari sini lah awal mula semuanya terjadi.


Senin oh senin, jangan lupa hadiahnya plis🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2