Terjerat Rindu Terlarang

Terjerat Rindu Terlarang
TRT Pertemuan pertama


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Hari-hari dilalui ibu dan anak itu seperti biasa namun hari ini Lika tidak berjualan seperti biasanya karena hari ini dia akan bekerja di sebuah restoran mewah menggantikan sahabatnya yang kebetulan sedang sakit dan menyuruhnya untuk menggantikannya sementara waktu, sahabatnya memang kerap menyuruhnya untuk menggantikannya apabila sedang tidak bisa masuk kerja karena pikir sahabatnya itu sangat disayangkan bila tak ada yang menggantikannya selagi dia berhalangan turun sebab gaji hariannya terbilang cukup besar.


Lika memiliki sahabat yang kebetulan mereka bertetangga, Anis merupakan satu-satunya sahabat yang mau berteman dengannya sebab Anis juga dari kalangan sederhana seperti dirinya, namun keberuntungan masih berpihak pada Anis karena masih bisa sekolah hingga tamatan Menengah Atas dan bisa diterima bekerja disebuah restoran mewah 2 tahun lalu walau hanya bekerja sebagai pelayan direstoran tersebut padahal bisa saja dia melanjutkan kuliah namun Anis tak mau sebab Lika yang notabennya sahabat karibnya tidak melanjutkan pendidikan lagi.


Dengan penuh semangat pagi-pagi sekali Lika sudah bersiap dan berangkat menuju restoran yang akan menjadi tempatnya bekerja sementara waktu selama temannya itu belum masuk bekerja.


Setelah berpamitan pada mamanya, Lika segera berangkat bekerja dan mencari angkot terlebih dahulu agar sampai ketujuan dan pulang bisa membawa sedikit rejeki untuk mamanya sama seperti yang sudah-sudah, jika dirinya dapat lemburan bukan hanya uang saja yang didapat tapi makanan ringan juga kerap dibawakan oleh pengelola restoran tersebut.


Seharian bekerja ditempat yang sudah tak asing baginya tidak membuat gadis cantik dengan tubuh mungil namun sedikit berbentuk itu merasa terbebani walau tubuhnya sedikit lelah namun dirinya malah senang bisa berbaur dengan orang-orang baik ditempat kerja itu walau hanya sebagai pengganti saja.


"Lika, tolong antarkan pesanan ini keruang VVIP ya"...


Ucap salah satu pegawai resto tersebut.


"Hati-hati nganterin pesanan ini, mbak beneran nggak bisa kesana, sakit banget perut mbak"...


sambungnya sambil memegangi perutnya yang memang mules sejak tadi namun masih ditahannya.


Lika menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum kepada wanita yang sudah memiliki seorang putri itu.


"Assiap mbak"...


Jawabnya sambil mengambil alih troli yang dipegang oleh wanita itu yang kini sudah lari untuk membuang sesuatu.


Lika segera mendorong troli berisikan menu istimewa itu sebab ruangannya sudah ditau jika yang pesan bukan orang sembarangan.


Tok...tok...tok...


Lika mengetuk pintu tersebut, ruangan yang memang hanya satu-satunya dan dilantai 3 ini membuat dirinya sedikit grogi takut jika melakukan kesalahan.


Ceklek.


Pintu terbuka seorang pria yang menggunakan setelan jas hitam lengkap dengan kacamatanya tanpa senyum itu mempersilahkannya masuk setelah mengecek apa yang dibawa oleh Lika dengan seragam pelayan yang melekat ditubuhnya.

__ADS_1


Dengan penuh hati-hati Lika perlahan mendorong troli makanan tersebut dengan perasaan yang was-was takut terjadi hal yang tidak diinginkan dengan pandangan yang menunduk tanpa berani untuk menegakkan kepalanya.


Setelah sampai disana dirinya dengan perlahan meletakkan aneka hidangan tanpa berani mengangkat kepalanya, sungguh dirinya seperti berada diantara kegelapan, seram dan mengerikan karena aura didalam ruangan tersebut.


"Silahkan dinikmati Tuan-tuan"...


Ucapnya sedikit pelan sambil membungkukkan sedikit badannya dan mundur secara perlahan sambil membawa troli kosong tersebut.


"Tunggu"...


Suara berat laki-laki terdengar ditelinganya membuat langkahnya seketika berhenti.


"Ya Tuan"...


Jawabnya pelan namun belum berani mengangkat kepalanya sambil kedua tangannya meremas pegangan troli tersebut bahkan tangannya sedikit gemetaran.


Lika masih menunggu dan tak lama kemudian seseorang mendekat kearahnya dan menyodorkan beberapa lembar uang merah ke arah Lika membuat gadis itu seketika mendongakkan kepalanya dan ternyata itu adalah pria yang membukakan pintu untuknya.


Lika mengerutkan dahinya sambil melirik kearah tangan pria tersebut yang sedang memegang lembaran uang merah.


Seolah tau apa yang difikirkan oleh gadis dihadapannya, dirinya langsung mengambil tangan Lika dan meletakkan uang tersebut tanpa ekpresi apapun.


Ucapnya dengan datar sambil membuka pintu tersebut dan mengisyaratkan agar Lika keluar dari ruangan itu.


Lika menghela nafas dengan pelan sambil menganggukkan kepalanya.


Dirinya keluar dari ruangan tersebut dan setelah pintu ditutup oleh laki-laki tadi, Lika menghentikan langkahnya.


"Terima kasih Tuan dan tolong sampaikan rasa terima kasih saya, saya permisi"...


Ucapnya sambil menundukkan kepalanya sebentar kemudian melanjutkan langkah kakinya kembali sambil mendorong troli kosong tersebut.


Sedangkan pria yang sedang menjaga pintu tersenyum samar.


Berbeda dengan seorang pria yang berada didalam ruangan, dirinya makan dengan diam dan sendiri hanya ditemani Asistennya.


Leon Barack, pria tampan yang kini berusia 35 tahun, pria yang dijuluki rajanya bisnis karena menempati posisi diurutan pertama diseluruh dunia bahkan cabangnya hingga berada diNegara I negara yang sedang dikunjunginya saat ini dan baru 3 hari Leon menginjakkan kakinya di Negara yang memang belum pernah dikunjungi sama sekali dan baru kemarin peresmian perusahaan barunya dibuka.


Namun siapa sangka dibalik kesuksesannya tak ada yang mengetahui bahwa dirinya juga adalah penguasa kegelapan yang memperdagangkan barang ilegal dan tidak ada yang tau seperti apa rupa dari pemimpin Black Lion itu.


Leon memiliki wajah yang teramat tampan hingga siapa saja yang melihatnya pasti akan terpesona, Leon memiliki aura daya pemikat bahkan siapa saja wanita yang melihat pasti akan menyodorkan tubuhnya hanya untuk bisa berdekatan dengan penguasa tersebut yang hanya menampilkan raut wajah datar serta dingin.

__ADS_1


Dibalik kesuksesan didunia bisnisnya namun siapa sangka jiwa sang penguasa tersebut telah rapuh dan tidak ada yang mengetahuinya terkecuali Asistennya sendiri.


Setelah selesai menyantap makan siangnya, Leon segera bangun dari duduknya dan merapikan penampilannya kemudian keluar dari ruangan dan diikuti oleh Asisten serta bodyguard yang selalu disisinya juga.


Ting.


Pintu Lift terbuka, Leon keluar duluan dan diikuti oleh kedua orang kepercayaannya namun di balik kacamata hitamnya ekor matanya menangkap bayangan seorang gadis yang tadi mengantar makanannya sedang tertunduk dengan tangan mengusap matanya lalu didepannya seorang wanita paruh baya sedang menunjuk-nunjuk kearah gadis itu membuatnya seketika menggelengkan kepalanya pelan lalu meneruskan langkah kakinya dan segera keluar dari restoran tersebut tanpa mengindahkan tatapan para pengunjung yang melihat kearahnya dengan tatapan memuja.


Sedangkan disisi lain seorang gadis tengah meneteskan air matanya namun secepat kilat dihapusnya.


"Kalau kamu seperti ini, besok tidak usah kembali menggantikan Anis, para pelanggan bisa kabur kalau pelayanan disini kurang maksimal"...


Omel wanita paruh baya tersebut.


"Maafkan saya bu, maaf"...


Ucapnya pelan sambil meremas kedua matanya.


"Ya sudah sana, kamu dibelakang saja"...


Cetusnya lalu meninggalkan karyawan pengganti itu sendiri.


Puk.


Lika seketika menoleh saat merasakan pundaknya ditepuk seseorang.


"Mbak"...


Lirihnya sambil memaksakan senyumnya.


"Yang sabar ya, bu siska memang begitu orangnya"...


Ucap orang tersebut sambil mengelus pelan lengan Lika.


Lika menganggukkan kepalanya pelan dan langsung meninggalkan perempuan yang bernama Tia setelah berpamitan.


Sejujurnya Lika tidak akan pernah menangis didepan umum, namun sepertinya hari ini perasaannya tidak baik-baik saja dan fikirannya hanya tertuju pada mamanya dirumah.


Sedangkan disebuah rumah sederhana, seorang wanita paruhbaya tak sadarkan diri diruang tamu dengan kondisi pintu rumah yang terbuka.


Like.Vote.Gift

__ADS_1


__ADS_2