
Happy Readingš¤š¤š¤
Like.
Vote.
Gift.
Mobil yang dikendarai oleh Jo sudah berhenti tepat didepan sebuah Mansion mewah milik Tuan mudanya, setelah mematikan mesin mobil Jo bergegas turun dari mobil dan langsung membuka pintu bagian belakang agar Tuan mudanya keluar.
Perlahan Leon menurunkan sepasang kakinya sembari menggendong tubuh Lika yang masih terlelap tanpa terganggu sedikitpun bahkan sang empu tidak mengetahui bahwa tadi first kissnya ada yang mencuri.
Lika semakin mencari kenyamanannya didalam dekapan hangat Leon bahkan dirinya mengukir senyuman tipis.
Leon yang kebetulan melihat menaikkan alisnya namun salah satu sudut bibirnya terangkat, Leon membawa Lika menuju mansion pribadinya yang terletak dikejauhan kota, rumah besar berlantai tiga bergaya eropa klasik menjadi tempat persinggahannya yang baru 6 bulan lalu telah selesai pembangunannya bahkan dirinya hanya memberikan waktu 3 bulan untuk membangun istana tersebut dan tentu uang yang digelontorkan tidak sedikit mengingat banyaknya pekerja yang dibutuhkan untuk membangun dalam waktu singkat namun dia tidak mempermasalahkan soal uang nyatanya dia sangat puas dengan hasilnya.
Dan ini kali pertama Leon membawa orang asing untuk masuk kedalam kawasannya namun desas-desus bahwa penguasa itu memiliki istri sudah tersebar di kalangan para anak buahnya.
Banyak asumsi dari mereka bahwa yang dibawa oleh Tuannya itu adalah sosok Nyonya muda namun mereka hanya bisa berucap dalam hati masing-masing sebab mereka tak ingin mendapatkan masalah.
Leon masuk kedalam Lift dan tentu Jo selalu mengikuti Tuannya hingga lift berhenti dilantai tiga, lantai khusus hanya untuk area pribadinya seorang.
Jo membuka daun pintu berwarna hitam dilapisi hiasan berwarna gold itu, dirinya membungkukkan badan saat sang Tuan masuk kedalam kamar tersebut dan dengan pelan Jo menutup pintu lantas berlalu meninggalkan kamar Leon karena dia paham dengan isyarat yang Leon berikan.
Dengan pelan Leon meletakkan tubuh Lika di ranjang miliknya, bahkan Lika satu-satunya gadis yang diletakkan diarea pribadinya termasuk tempat tidur ini.
Bibirnya terangkat sempurna saat melihat cara Lika tidur yang seperti anak kecil meringkuk bak bayi namun tak lama tidurnya berubah dan seperti gelisah membuat Leon mengeryitkan dahinya karena pandangannya tidak lepas dari gadis tersebut.
"Pa, Lika rindu"...
Lirihnya dengan sendu bahkan dikedua sudut matanya yang masih terpejam air matanya perlahan mengalir.
__ADS_1
Degh.
Hati Leon seketika berdenyut nyeri saat mendengar suara lirih Lika yang sedang merindukan sosok seorang ayah begitu pula dirinya, terlepas dari kesalahan sang ayah namun jauh dalam lubuk hatinya dia sangat merindukan papinya.
"Sstttt...tenanglah, ada aku disini?"...
Leon berujar dengan pelan sembari mengusap dengan lembut air mata yang mengalir tersebut.
Dengan cepat dirinya membuka jas yang dikenakan namun sebisa mungkin dia tidak membuat suara.
Setelah jasnya terlepas yang hanya menyisakan kemeja berwarna putih yang melekat dibadan kekarnya, Leon perlahan naik keatas tempat tidur dan dengan pelan dirinya menarik gadis tersebut untuk masuk kedalam dekapannya.
Leon melabuhkan kecupan dikening Lika dengan lembuta bahkan sang empu langsung mengeratkan pelukannya serta mencari kenyamanan didalam dekapan hangat Leon membuat pria tersebut menarik kedua sudut bibirnya karena dirinya merasakan kantuk juga tidak lama akhirnya dia memejamkan mata dan menyelami mimpi bersama wanita yang baru dikenalnya.
Mereka saling memeluk erat bahkan tak jarang Lika menggerakkan badannya untuk semakin merapatkan tubuh mereka bahkan Lika mengukir senyum dalam tidurnya.
Entah apa yang akan terjadi nantinya saat dia membuka mata dan melihat sedang dimana dirinya berada mungkin Lika akan terkejut setengah mati.
Sedangkan dalam mimpi, Lika sedang berjalan dipadang ilalang dengan riang dirinya mengejar seekor kupu-kupu yang warnanya sangat mencolok namun saat aksi pengejaran netranya menatap sosok lelaki yang teramat dirindukannya, lelaki tersebut sedang berdiri menghadap kearahnya sambil tersenyum serta merentangkan kedua tangannya membuat dirinya pun ikut tersenyum haru bahkan tanpa sadar dirinya melangkah sambil berlari menyibak ilalang yang tingginya hanpir sama dengannya namun tak menyurutkan rasa bahagia yang membuncah dalam hatinya saat melihat senyum lelaki yang teramat dirindukkannya.
Lika menubruk badan lelaki paruh baya tersebut dan langsung menumpahkan segala kerinduannya bahkan tangisannya amat pilu bagi orang yang mendengarnya apalagi saat fia merasakan balasan pelukan dari pria tersebut serta usapan lembutnya.
"Pa, Lika rindu"...
Lirihnya diiringi tetesan demi tetesan air mata kerinduan sembari memeluk erat tubuh lelaki yang tak lain adalah papa kandungnya sendiri namun kerinduannya saat memeluk tubuh sang papa tidak berselang lama sebab dirinya merasakan sesuatu yang menariknya dengan paksa hingga tangan yang tadinya memeluk erat terlepas sempurna bahkan jika tubuhnya tidak ditangkap seseorang mungkin dirinya akan terjungkal kebelakang.
Disana dirinya melihat sang papa ditarik paksa oleh seorang wanita paruh baya serta anak lelaki namun sesekali papanya menoleh dengan mimik yang sedih seolah tak punya kuasa untuk melawan kedua ornag tersebut.
Lika hanya mampu meneteskan air matanya terus dan terus namun suaranya entah kenapa tak bisa keluar hingga dirinya mendengar suara lain.
"Sstttt...tenanglah, ada aku disini"...
__ADS_1
Bisikkan suara tersebut dan orang tersebut langsung memutar tubuhnya hingga dia merasakan dekapan hangat seorang pria bahkan dirinya merasakan kenyamanan apalagi aroma maskulin yang keluar dari tubuh yang diyakini seorang pria tersebut.
Didalam dekapan seorang pria asing dirinya menumpahkan kesedihannya bahkan Lika tak segan untuk membalas pelukan pria tersebut.
Leon seketika terbangun saat merasakan ada sesuatu yang basah mengenai batang leherkan bahkan pria tersebut mati-matian menahan gejolak has ratnya saat gadis yang memelukknya menggesekkan wajah tepat dilehernya.
Apalagi gadis ini memeluknya bak guling bahkan dia merasakan kedua tonjolan bergesekan dengan dada bidangnya membuat dirinya semakin blingsatan.
"S*al"...
Umpatnya dalam hati dengan wajah yang memerah bukan karena sedang marah sebab saat ini dia tengah menahan gai rahnya.
Bahkan dengan tak tahu dirinya tongkat sakti miliknya telah berdiri tegak didalam sangkarnya akibat beberapa kali terkena gesekan lutut gadis yang masih mengenakan celana hitam berbahan kain tersebut.
Dan ini kali pertamanya dia merasakan has rat yang begitu membuncah, bahkan desiran darah membuat dirinya seolah ingin menerkam gadis ini juga.
Namun lagi-lagi otaknya berperang pada tubuhnya mungkin bisa dibilang keduanya tengah melakukan pergulatan bathin antara serang atau tidak.
Bahkan dirinya sampai tak menyadari ada sepasang mata yang tengah berkedip-kedip lucu serta menggemaskan karena begitu membuka mata pemandangan yang pertama kali dilihat adalah bulu-bulu halus yang mengitari rahang tegas seorang pria.
"Apa kamu pangeran?"...
Suara merdu dan lembut seorang gadis masuk kedalam indra pendengarannya.
Degh.
Jantung Leon seolah berhenti berdetak dan perlahan dirinya menurunkan pandangannya hingga tatapan mata keduanya bertemu.
Dag...dig...dug...
Detak jantung keduanya seolah berpacu dan saling berlomba.
__ADS_1
I'm come back...selamat pagi semua readers tersayang othor...š¤š¤
Lā¤L