
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Cup.
Seorang gadis menggeliatkan badannya ketika merasakan sesuatu yang menempel dibibirnya namun dia merasa enggan untuk membuka matanya sehingga membuat sipelaku menaikkan sebelah alisnya.
Cup.
"Nanti mah, Lika masih ngantuk." Gumamnya namun tak membuat matanya terbuka sebab dirinya merasakan nyaman saat tidur apalagi kebiasaannya yang susah untuk bangun pagi dan membuat sang mamah lah yang terbiasa membangunkan Lika.
Pria yang menjadi pelaku pencuri ciu man pagi itu menyeringai licik bahkan kini perlahan dia mendekatkan lagi wajah tampannya yang sudah segar sebab dia sudah dalam keadaan rapi.
Cup.
Leon mendaratkan bibir kenyalnya kembali dan sedikit memberi luma tan kecil membuat si korban seketika membuka mata bahkan kini matanya nyaris keluar saat melihat sosok seorang pria didepan matanya dan jangan lupakan bibirnya dilu mat dan dise sap dengan lembut.
Cup.
Leon menyudahi cum buan paginya sebab jika diteruskan yang jadi dia akan mandi dua kali lagi pagi ini.
__ADS_1
"Mandi, satu jam lagi mamah mu akan berangkat." Titahnya setelah menjauhkan wajahnya, kini dirinya berdiri dan memasang wajah datar saat melihat Lika yang masih tak bergerak sedikitpun.
"Malika Azara." Cukup dua kata membuat gadis itu seketika bangun dan langsung menyibakkan selimut yang membungkus tubuhnya.
Namun sepertinya dia lupa jika telapak kakinya terluka dan saat berdiri dia seketika mematung lalu memejamkan mata ketika merasakan rasa sakit yang berasal dari telapak kakinya.
Hap.
Tak butuh waktu lama kini tubuhnya seketika melayang membuatnya terpekik dna secara reflek mengalungkan kedua tangannya keleher Leon.
"Bisa mandi sendiri, atau perlu dimandikan." Goda Leon sembari menaikkan sebelah alisnya dan menyeringai me sum.
Blush.
Wajah Lika seketika bersemu merah dan dia langsung menggelengkan kepalanya cepat saat sudah duduk dipinggiran bath tube.
Setelah beberapa saat Lika sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan yang sudah mengenakan gaun sebab Leon sudah mempersiapkan gaun beserta ********** disana walau hanya masih ada handuk yang melilit dikepalanya tetap tak mengurangi kecantikan alami yang Lika miliki.
Leon mengalihkan pandangannya dari benda persegi panjang miliknya sebab tadi dia sedang mengecek beberapa e-mail yang masuk.
Tanpa banyak berucap, Leon segera bangun dari sofa dan berjalan menuju ditempat Lika yang masih terdiam mematung di tengah-tengah pintu kamar mandi.
Dengan lembut dia membawa tubuh Lika untuk duduk dikursi meja rias, tangan besarnya terulur untuk membuka belitan handuk yang melilit rambut panjang Lika dna tanpa suara dirinya segera membuka laci dan menemukan sebuah alat yang dicarinya lalu dicucukkan ke stop kontak tang terdapat didinding sisi meja rias.
Sedangkan Lika hanya diam mengamati apa yang dikerjakan pria itu namun dalam hati dia sungguh merasakan nyaman saat ada seorang pria memperlakukannya sedemikian walau ekspresi yang ditampilkan selalu datar namun tak dipungkiri jika dia selalu terpesona akan wajah tampan pria yang sedang mengeringkan rambutnya ini.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Leon menyudahi kegiatannya dan merapikan rambut seorang gadis yang sejak tadi mencuri pandang kearahnya namun dia tampak acuh seolah tak perduli padahal kenyataannya dia amat senang.
Jam menunjukkan hampir 8 pagi dan tidak lama lagi pesawat yang akan membawa seorang wanita paruh baya akan lepas landas dan oleh sebab itu Leon membawa sang gadis pergi kearah lapangan heli dimana benda berwarna hitam dan bisa bergerak itu sudah siap untuk lepas landas tinggal menunggu sang penguasa datang.
Hanya membutuhkan waktu beberapa menit, kini mereka sudah tiba dibandara atau tepatnya dipemberhentian heli dimana posisinya tidak jauh dari sebuah pesawat pribadi yang akan siap terbang.
Selama perjalanan tidak ada obrolan sama sekali, Lika merasa sangat canggung bila hendak bersuara sebab si pria misterius itu sangat sibuk dengan benda pipih berbentuk persegi menyebabkannya tidak ingin bertanya sesuatu yang akan mengganggu pria yang sampai detik ini dia tidak mengetahui alasan apa yang menyebabkan dia harus tinggal di istana sunyi itu.
Netra matanya seketika berkaca-kaca saat melihat seorang wanita berada diatas kursi roda yang amat dikenalinya sedang tersenyum sendu kearahnya dan tidak lupa kedua tangan merentang penuh seolah menginginkan fia untuk masuk kedalam pelukan seorang wanita yang biasa dipanggil mama.
Tak butuh waktu lama gadis berambut panjang itu langsung berlari tanpa menghiraukan jika kakinya masih terasa sakit, yang dia inginkan saat ini adalah masuk kedalam dekapan hangat wanita yang selalu berada disisinya selama ini.
Sedangkan Leon hanya mampu mendesah kasar saat melihat gadis yang masih terluka itu lari namun dia juga tidak bisa mencegahnya sama sekali dan kini dia hanya mampu berjalan perlahan membiarkan wanita berbeda generasi itu saling melepas rindu sebelum berpisah cukup lama karena proses pengobatan yang memang cukup memakan waktu.
Grep.
Tangis Lika seketika pecah saat dia berada didekapan sang mama, padahal baru semalam dia tidak berjumpa namun seolah dia sudah cukup lama dan dia tidak akan tahu jika nanti mereka berpisah cukup lama namun sebisa mungkin dia tak ingin egois karena dia sangat menginginkan sang mama kembali sehat seperti sedia kala.
"Jangan menangis nak, jika Lika menangis lebih baik mama tidak jadi pergi." Ucapnya lirih sambil mengelus rambut panjang sang putri.
Lika hanya mampu menggelengkan kepalanya pelan.
"Maafin Lika ma, Lika janji Lika tidak akan menangis, Lika sayang sama mama." Gumamnya dengan lirih dan dia semakin mengeratkan pelukannya pada sang mama.
"Mama juga sayang sama kamu nak, maafin mama yang belum bisa bahagiain kamu sayang, baik-baik selama kamu kerja sama Tuan muda nak, jangan suka membantah dan membuat Tuan muda marah, ucapkan terima kasih mama sama Tuan muda yang sudah sudi mengobati penyakit mama walau harus kamu yang mencicil hutangnya tapi mama janji nanti jika mama sudah sembuh mama akan bantu Lika untuk melunasi hutang berobat mama, oh ya kata nona Nida kamu akan bekerja sebagai asisten pribadi, kamu bisa pakai baju mama untuk kerja nak, mama masih simpan baju-baju mama dulu walau modelnya sudah ketinggalan jaman tapi mama jamin warnanya masih cantik." Ucap Mina dengan panjang lebar.
__ADS_1
Sedangkan Lika masih melongo mendengar penuturan sang mama, dia masih belum mengerti arah dari pembicaraan dari wanita yang telah melahirkannya itu, jika bekerja iya dia memang bekerja tapi menjadi Asisten Tuan muda dia masih belum paham sejak kapan dia bekerja sebagai Asisten pribadi sedangkan saat ini dia masih bekerja sebagai pengganti disalah satu restoran ternama.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, semoga puasa dihari pertama besok dilancarkan segalanya...amiinn🙏🙏