
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Like.
Tok...tok..tok...
Klik.
Kunci ruangan otomatis terbuka membuat seseorang yang mengetuk pintu seketika paham dan langsung menurunkan handle pintu tersebut.
"Tuan Muda"...
Sapanya setelah menutup pintu dan membungkukkan badannya sedikit lalu segera melanglahkan kakinya menuju meja dimana Tuan mudanya berada.
"Hm...bagaimana?". Tanyanya sembari melirik kearah Jo.
Jo menundukkan badannya lalu meletakkan sebuah amplop cokelat keatas meja Tuan mudanya.
Leon segera mengambil amplop cokelat tersebut tanpa ekspresi apapun dan dengan cepat dirinya membuka.
Seringai kecil nampak dari raut wajahnya saat melihat beberapa potret yang ada didalam amplop tersebut.
"Tetap awasi dan jangan pernah lengah, bagaimana keadaan mommy Jo?". Tanyanya sembari meletakkan foto keatas meja hingga berhamburan, kini dirinya bersandar disandaran tempat duduknya dengan kedua siku berada disandara kursi.
"Baik Tuan muda, Nyonya besar masih rutin melakukan cek up namun sekarang beliau sudah mulai makan dengan teratur". Jelasnya dengan wajah datarnya.
"Perketat penjagaan Jo, jangan pernah lengah apalagi saat wanita itu berkunjung". Titahnya dengan pandangan menerawang.
"Baik Tuan Muda".
"Jo, pastikan ibu mertuaku dapat pelayanan terbaik dan besok kami akan pergi kesana untuk melihat sebelum kalian berangkat". Ucapnya dengan datar.
__ADS_1
Jo mengerutkan keningnya saat mendengar kata ibu mertua, setahunya ibu dari istri Tuannya sudah meninggal dunia.
"Ibu dari Lika, Jo... sudah sana keluarlah, istirahatlah otakmu sangat lamban malam ini". Ucapnya dengan malas dan menutup matanya sembari melipat kedua tangannya diatas dadanya.
Astaga, saya juga begini karena tugas yang anda berikan Tuan muda. ucapnya dalam hati.
"Jangan mengumpat dalam hati Jo".
Glek.
"Ti...tidak Tuan muda, saya permisi dulu Tuan". Ucapnya dengan sedikit gugup dan langsung berbalik untuk keluar dari ruangan Tuannya, bahkan dirinya susah menelan saliva sebab Tuannya itu selalu tahu jika dirinya berbicara dalam hati.
Leon menghembuskan nafasnya dengan pelan lalu segera bangun dari duduknya untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya.
Ting.
Pintu Lift terbuka dan keluarlah sesosok lelaki tampan idaman kaum hawa dan disepanjang lorong sudah nampak sepi sebab para pengawal tadi langsung angkat kaki begitu Leon keluar dari kamar utama meninggalkan sang pujaan hati agar beristirahat.
Dengan pelan dirinya menekan handle pintu agar tak bersuara dan matanya tertuju pada ranjang dimana dia dapat melihat gadis yang beberapa saat dicumbunya telah terlelap.
Tujuannya adalah kekamar mandi sebab dia belum membersihkan tubuh sedangkan sang gadis sudah lebih dulu membersihkan tubuh sesaat sebelum makan malam.
Tetesan demi tetesan air dingin membasahi rambut hingga ujung kaki, dengan memejamkan mata dirinya meresapi hangatnya air yang sudah diatur suhunya.
Sesekali dirinya menghembuskan nafas dengan berat,memikirkan berbagai macam permasalahan hidup yang masih harus diselesaikan terutama rumah tangga yang sudah tidak ada artinya lagi selama ini.
Namun dirinya tak ingin gegabah sebab hal ini pula akan menyangkut dua wanita yang dicintainya terutama satu-satunya wanita yang sudah melahirkannya itu tak mudah baginya untuk menyakiti hati sang mami namun dirinya berharap suatu saat nanti akan diberi kemudahan pada rencananya yang baru disusun beberapa saat lalu.
Leon menyudahi acara mandinya dirinya mengibaskan rambut pendeknya agar airnya berkurang, lalu tangan kekarnya menyambar sebuah handuk yang berada dibawah wastapel lalu melilitkan kepinggangnya untuk menutupi rudal miliknya yang masih non aktif.
Dirinya keluar dari kamar mandi dan seulas senyum terbit diwajah datarnya saat netranya menatap kearah ranjang dimana sang pujaan hati masih terlelap namun dengan posisi miring kearah kamar mandi.
Leon menggelengkan kepalanya dan segera menuju walk in closed untuk mengambil boxer sebab dia terbiasa tidur hanya mengenakan benda yang cukup untuk menutupi rudal miliknya.
Dengan pelan dirinya naik keatas ranjang dan berbaring walau rambutnya masih setengah basah dia tak mengindahkannya sebab jika akan dikeringkan takut mengganggu gadisnya tidur.
__ADS_1
Leon perlahan mengulurkan tangan kekarnya dan melingkarkan diperut datar Lika, lalu wajahnya diselipkan diceruk leher belakang Lika membuat aroma sabun dan sampo yang sama persis sepertinya tercium diindera penciumannya membuat dirinya melabuhkan kecupan dikulit leher belakang Lika.
Lika seketika menggeliat hingga Leon menjauhkan wajahnya dan menatap sang gadis masih terlelap namun kini posisinya sudah berubah, dengan posisi saling berhadapan membuatnya menyunggingkan seringai liciknya dan dengan penuh hati-hati dia meletakkan tangannya agar Lika menjadikan lengannya sebagai bantalan hingga kini tubuh keduanya menempel sempurna.
Setelah memastikan gadisnya terlelap dengan nyenyak, dirinya segera beraksi dan keberuntungan ada pada pihaknya sebab baju tidur yang dikenakan oleh Lika berupa baju yang ada kancing depannya dan memudahkan aksi tangan nac kalnya bergerilya seperti sore tadi.
Gleuk.
Jakunnya naik turun bahkan dirinya seolah kesulitan untuk menelan salivanya sendiri saat melihat bukit kembar yang padat dan kenyal berada dimatanya.
"Akan aku buat kalian besar". Selorohnya dalam hati dan tangannya segera men jamah salah satu bukit tersebut dengan pelan dirinya meremas sebelum telapak tangannya masuk melalui celah penyangga sibukit.
Kenyal, padat, halus yang dirasa oleh telapak tangannya membuat dirinya perlahan memainkan telapaknya seolah posisinya ini kurang nyaman, dia melepaskan telapak tangan miliknya dari dalam kain penyangga walau tidak rela.
Dengan hati-hati dia angkat kepala Lika dan meletakkan dibantal lembut dan halus itu, Lika sempat menggeliat namun hanya sesaat sebab Leon menepuk pelan sisi pinggulnya seperti bayi agar tidur semakin nyenya dan terbukti Lika kembali nyenyak dalam tidurnya.
Leon kembali menyeringai sembari menggigit pelan bibir bawahnya saat kedua tangannya mulai beraksi, dengan pelan diturunkannya kain penyangga tersebut agar kedua bukit kembar Lika bisa bernafas.
Dan muncullah puncak bukit yang masih berwarna pink muda itu dan masih teramat ramun sebab dia yakit tak ada yang pernah menjamahnya kecuali dia tadi sore.
Hap.
Mulutnya segera memasukkan salah satu puncak bukit milik Lika namun tetap dengan penuh kelembutan agar sipemilik tak terbangun.
Sembari tangan satunya yang masih menganggur, digunakannya untuk mere mas dan memi lin puncak bukit itu dengan teramat lembut sebab tak ingin aksinya diketahui sipemilik.
Karena memang pada dasarnya Lika jika sudah tidur apalagi pada masa lelah akan sulit terbangun ya readers, sebab tidurnya seperti orang mati sama kaya othor🤣🤣🤣
Cukup lama Leon memainkan kedua bukit kembar secara bergantian ya tujuannya apalagi jika bukan ingin mereka dua terlihat besar walau sedikit.
Leon menyudahi aksinya setelah dirasa cukup dan segera membenahi piyama yang dikenakan Lika agar seperti semula.
Setelah itu dia segera merebahkan tubuhnya dan menarik pelan tubuh Lika agar menghadap kearahnya dan segera memeluk untuk memberi kehangatan dan kenyamanan.
"Good night, Baby". Bisiknya dan matanya langsung tertutup sebab dia juga membutuhkan waktu istirahat.
__ADS_1
Akhirnya bisa up juga🤭🤭🤭