Terjerat Rindu Terlarang

Terjerat Rindu Terlarang
TRT Part 15


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Dibelahan negara lainnya, seorang wanita cantik dengan tubuh indah nan seksih berjalan anggun begitu pintu lift terbuka.


Senyumnya terukir saat netranya menangkap bayangan wanita paruh baya yang duduk diatas kursi roda.


Grep.


"Selamat pagi mom." Sapa wanita yang bernama Cella.


Cup.


Kecupan sayang ia labuhkan pada wanita paruhbaya yang sedang mengusap kepalanya dengan penuh sayang.


"Pagi juga sayang, mau pergi kemana pagi ini?" Tanya wanita paruh baya itu yang dipanggil mom oleh Cella tak lain adalah Adela ibu dari Leon sang suami.


Cella menipiskan bibirnya lalu berucap "Cella mau pergi sebentar mom, ada teman yang baru datang dari LA." Suara ceria Cella membuat Adella terkekeh kecil pada sang menantu yang masih betah memeluk dirinya dari belakang.


"Kalau boleh tahu pria atau wanita?"


"Wanita mom, apa mom masih ingat dengan Natalie yang Cella kenalkan beberapa bulan lalu?" Tanya Cella memiringkan wajahnya dengan senyum yang tak pernah pudar.


Mom Adel nampak mengerutkan keningnya namun tak lama dirinya mengangguk ketika ingat dengan gadis cantik yang pernah menantunya bawa untuk berkenalan dengannya.


"Iya mom ingat, hati-hati dijalan sayang." Ucapnya dengan penuh perhatian sambip mengelus lembut tangan Cella.


"Emmm terima kasih mom, Cella pergi dulu."


Cup.


"Oh ya Sayang, kapan suamimu kembali?"


Deg.


Sebuah pertanyaan membuat langkah Cella seketika berhenti dengan detakan jantung seolah memompa lebih cepat.

__ADS_1


Cella membalikkan badannya lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kata Leon nanti kalau sudah selesai baru pulang mom." Jawabnya asal bahkan selama sang suami pergi hanya beberapa kali saja mereka melakukan panggilan selebihnya dia nampak enjoy selama Leon tak ada disisinya.


"Anak itu benar-benar, bagaimana kalian mau cepat punya momongan jika seperti ini terus." Keluhnya lalu mengalihkan pandangannya kearah taman disamping yang memperlihatkan air mancur mini.


Deg.


Momongan.


Satu kata yang cukup menyentil hati Cella namun sebisa mungkin dia tepis sebab dia menyadari bahwa rumah tangganya tidak seperti rumah tangga kebanyakan.


Tetaplah memainkan peranmu sebagai seorang istri yang setia namun jangan sekalipun membuat ulah hingga membuat Mom sakit.


Sepenggal ucapan sang suami masih selalu teringang hingga kini, terlebih dia mengingat dengan jelas pertemuan terakhir mereka sebelum Leon pergi ke Negara I untuk pembangunan proyek baru hingga kini mereka belum bertatap muka kembali selain via telfon dan itupun dia lakukan pada saat ibu mertuanya yang menelfon sang suami.


Selama ini dirinya banyak menyimpan pertanyaan-pertanyaan kenapa sang suami nampak sangat dingin bila bersamanya bahkan selama pernikahan suaminya tak pernah sedikitpun meminta haknya, terkadang hal tersebut membuatnya senang ketika dia tak harus menjadi seorang istri yang sepenuhnya namun terkadang dia juga was-was apa sang suami sudah mengendus apa yang selama ini dia lakukan namun sampai sekarang dirinya berfikir positif karena memang Leon sering melakukan perjalanan keluar karena proyek yang sedang dipegangnya berjalan lebih lancar.


"Jika Leon masih lama kembalinya, apa nggak sebaiknya kamu nyusul kesana nak?"


Cella tersenyum kikuk dan kembali merengkuh tubuh sang mertua.


Entahlah apa yang terjadi pada diri Cella, Leon pria sempurna idaman para wanita diluar sana namun entah mengapa hatinya tidak bisa berlabuh pada sang suami, tapi yang jelas Cella sangat menyayangi mom dari Leon yang sudah dia anggap sebagai ibunya sendiri terlepas dari hubungannya dengan Leon seperti apa.


Cella melangkahkan kakinya agar bisa kembali berhadapan sang ibu mertua.


"Cella disini aja Mom jagain mom, kalau Cella pergi menyusul nanti yang ada pekerjaan Leon tidak akan selesai hingga Leon semakin lama untuk kembali kesini." Ucapnya dengan lembut dengan posisi berjongkok dihadapan sang ibu mertua, elusan tangan halus Cella mampu menenangkan hati wanita paruh baya itu hingga membuat tersenyum.


Ya, baginya Cella adalah wanita cantik dan baik hati seperti julukannya malaikat tanpa sayap namun siapa yang sangka jika Cella juga hanya manusia biasa yang mempunyai segudang rahasia yang telah disembunyikan selama ini.


***


"Jangan gugup Nyonya, santai saja...agar tidak terlalu tegang." Suara bass nan berat seorang pria berperawakan tinggi dengan hidung mancung, kulit bersih, tampan dan yang pasti idaman kaum hawa apalagi dengan jas berwarna putih yang melekat ditubuh kekar pria tampan tersebut.


Mina hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan namun tak dipungkiri jika tubuhnya sedikit bereaksi berlebihan bahkan rass dingin diarea telapak tangan langsung menjalar pada tubuh wanita yang usianya hampir setengah abad itu.

__ADS_1


"Nah...sudah selesai." Ucap sang dokter tampan itu setelah memasang selang infus.


"Besok kita akan melakukan sesuatu, jadi saya harap Nyonya merilekskan tubuh, jangan banyak berfikir, berfikirlah dengan satu tujuan yaitu pulang dengan keadaan sehat seperti sedia kala, oh ya... perkenalkan nama saya Mikael Jordy." Ucap pria tampan yang biasa disebut Dokter Mike itu sambil mengulurkan tangannya tanpa menyebutkan nama keluarganya.


Mina menahan senyum dan perlahan mengangkat tangan kanannya yang terbebas dari infus.


"Salam kenal Dokter." Suara lembut nan merdu membuat Dokter tampan tersebut seketika mengukir senyum manisnya.


"Tertawa saja Nyonya jangan ditahan." Celetuknya setelah tangan mereka terlepas.


"Ahh maafkan saya dokter." Ucapnya lirih sambil tersenyum kikuk.


"Pasti anda tertawa soal nama saya bukan." Tebak Dokter Mike.


Mina semakin tersenyum canggung karena memang benar tebakan dokter tersebut.


Dokter Mike tanpa permisi menggeser kursi yang disediakan untuk kerabat yang menjenguk pasien lalu bersuara "Sudah biasa Nyonya, nama saya memang dimirip-miripkan dengan pemain basket profesional itu, kata mama saya, beliau sangan ngefans pada saat saya masih didalam kandungan, bahkan beliau sempat berujar jika nanti bayi yang dikandung berjenis kelamin lelaki akan dinamakan dengan pebasket itu tapi papa saya melarang keras jadinya untuk menghindari sesuatu hal jadinya dibolehkan tapi harus sedikit berbeda." Ceritanya panjang lebar.


"Oh ya, panggil saja saya Mike dan jangan sungkan jika butuh sesuatu tekan saja tombol itu." Lanjutnya sambil menunjuk letak tombol yang tak jauh dari sisi ranjang.


"Iya, terima kasih Dokter Mike." Ucapnya lembut.


"Oke Nyonya, silahkan beristirahat, sampai berjumpa esok hari." Dokter Mike lalu berdiri dan merapikan selimut yang dikenakan oleh pasien barunya itu dan semua itu dapat dilihat oleh sang Asisten Dokter dan tentu si pengguna ranjang pasien yang shok dengan tindakan sang Dokter tampan bahkan sewaktu ditanah air dirinya memang diperlakukan dengan baik namun tidak sampai menarik selimut hingga kedadanya membuat wanita paruh baya itu bersemu merah lantaran malu apalagi didalam ruangan itu tidak hanya ada mereka berdua.


"Ekhem....Dokter Mike, statusnya janda anak 1 loo." Ucapan seseorang menghentikan langkah tegapnya saat sudah berada dilorong rumah sakit.


Deg.


Mike membalikkan badannya lalu menatap tajam seorang pria muda yang saat ini hanya menampilkan senyum lebarnya serta alis yang naik-turun seolah menggodanya.


"Jangan buat praduga yang tidak-tidak." Ketusnya lalu membalikkan kembali badannya dan melanjutkan langkahnya yang terhenti karena ucapan asisten tak tahu diri itu.


"Astaga, dikasih tahu tidak percaya, nanti diembat yang lain baru tahu rasa." Celetuknya dengan ruara prlan namun mampu membuat denyut jantungnya seolah melambat.


Mike menggelengkan kepalanya pelan mengusir fikiran yang entah mengapa sejak saat membaca profil pasien barunya membuat duda yang sudah 6 tahun itu tak berhenti memikirkannya apalagi saat pertama kali bertemu dengan sang pasien membuat debaran jantungnya menjadi semakin menjadi padahal diluaran sana banyak para gadis yang masih muda mengantri untuk bisa dipersuntingnya namun hingga kini dirinya belum melabuhkan hatinya.

__ADS_1


Hay...para pecinta TRT, maafkan othor yang baru bisa melanjutkan cerita LL, beri semangat othor ya semuanya.


Salam sayang🤗🤗


__ADS_2