Terjerat Rindu Terlarang

Terjerat Rindu Terlarang
TRT Rapuh


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Seorang gadis sedang berlari menyusuri lorong sebuah rumah sakit dimana sang mama sedang dirawat, bahkan ini kesekian kalinya mamanya harus kembali kerumah sakit ini lagi.


Tanpa mengindahkan orang-orang yang sedang menatapnya iba tatkala melihatnya sedang berlari dengan deraian air mata.


Setelah mendapatkan informasi bahwa sang mama ternyata sudah berada disebuah ruangan kelas ekonomi yang didalam ruangan tidak hanya sendiri melainkan beberapa pasien lainnya sama seperti ruangan yang beberapa bulan lalu menginap dirumah sakit ini.


Dan ternyata istri dari pak RT lah yang sedang menunggu sang mama, wanita baik hati yang selalu membantu mereka jika sedang kesulitan seperti hari ini, bahkan ibu susi sudah sudi mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar sebuah kamar walau tidak berkelas namun dirinya sungguh-sungguh bersyukur akan hal tersebut karena disekelilingnya ternyata masih ada orang-orang yang perduli pada keluarganya.


Bahkan tadi saat ada mobil yang mengantarnya kerumah sakit ini, dia dengan cepat melepas kalung silver bermatakan batu berwarna hijau, hadiah dari sang mama saat dirinya berulang tahun yang ke tujuh belas tahun, walau barang tersebut tidak mahal namun bagi Lika itu adalah barang yang paling berharga baginya karena dia tahu bagaimana cara sang mama mendapatkannya.


Dan sampai saat ini kalung tersebut baru terlepas dari leher jenjangnya sebab dia hanya pegang uang receh serta gaji yang secara langsung diberikan tadi dan rasanya sangat disayangkan jika uang tersebut harus diberikan kepada orang yang mengantarnya sebab dirinya sangat-sangat membutuhkan uang.


Sedangkan kalung yang digunakannya tidak akan bisa digadaikan karena harganya hanya 250ribu kala itu.


"Bu Susi"...


Panggilnya dengan pelan saat langkah kakinya sudah berada disamping wanita yang sedang duduk dikursi tunggu sebelah ranjang sang mama.


Wanita paruh baya yang dipanggil namanya pun menoleh dan dirinya menipiskan senyum saat melihat gadis yang ditunggu-tunggu.


"Maafin Lika bu"...


Ucapnya tak enak hati sambil tangannya mengulur untuk mencium tangan bu Susi dengan takzim.


"Nggak papa Lika, ibu paham pasti kamu baru pulang bekerja"...


Bu susi berucap dengan lembut sembari mengelus lembut kepala Lika sedangkan sebelah tangannya terulur untuk dicium takzim dengan gadis yang membuat dirinya selama ini kagum akan kegigihannya bahkan jika saja dia memiliki seorang putra yang usianya pantas untuk menikah pasti dia tak akan segan untuk meminang seorang gadis cantik disampingnya ini, namun sayang putranya masih berusia 15 tahun.


"Bagai mana keadaan mama Lika, bu?"...


Tanya Lika dengan nada pelan saat mendudukkan tubuhnya di samping sang mama yang kini sedang tertidur.

__ADS_1


"Mama kamu harus melakukan kemoterapy secara rutin Lika"...


Ucapan pelan bu Susi mampu membuatnya seketika terdiam.


Lika lalu menghembuskan nafasnya dengan pelan dan menggenggam tangan wanita yang sedang terbaring lemah, wanita yang paling berharga lebih dari apapun, bahkan dia rela mengorbankan segalanya hanya demi sang mama agar bisa sembuh dan sehat seperti sedia kala, bahkan dirinya sebagai seorang anak masih belum cukup untuk melakukan sesuatu yang bisa membuat wanita yang melahirkannya bahagia sedangkan sang mama selalu melindunginya sedari dini dari amukan sang bapak.


Sudah bermacam rempah selalu dicoba oleh sang mama namun tetap saja tidak sembuh, namun dirinya tidak akan menyerah.


"Ibu susi nggak pulang?"...


Tanya Lika dengan pelan karena sesaat dirinya melihat suami bu Susi sudah berada diambang pintu.


"Apa kamu nggak papa nak ibu tinggal?"...


Ucap Susi sambil tangannya mengusap pelan bahu Lika.


"Lika nggak papa bu, sekali lagi terima kasih sudah sudi membantu kami bu, Lika janji akan mengganti uang ibu nantinya"...


Lirihnya dengan kepala tertunduk.


"Jangan terlalu difikirin Lika, ibu senang bisa membantu kamu dan mama kamu, Ya sudah ibu sama bapak pulang dulu ya?"...


"Terima kasih pak bu"....


Ucapnya dengan tulus lalu mengulurkan tangannya untuk mencium tangan bu Susi dan suaminya.


"Hati-hati dirumah sakit ya nak, bapak berdoa semoga mama kamu cepat sembuh"...


Ucap Rudi sambil menepuk pelan punggung tangan Lika.


Lika menganggukkan kepalanya pelan lalu menggumamkan kata amiinn.


Sesaat kemudian sepasang suami istri tersebut sudah meninggalkan ruangan tempat mamanya dirawat pandangannya menyendu saat matanya menatap tubuh lemah sang mama.


Hatinya terasa sakit bahkan sangat sakit sekali melihat sang mama yang seperti ini, andai bapaknya tidak membuat ulah tentu sang mama pasti akan tetap sehat namun Lika sampai saat ini masih menaruh hormat kepada sang bapak walau bagaimanapun keadaannya bapaknya tetap menjadi seorang ayah baginya walau sejak dini dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah.


Beberapa kali Lika menguap dan entah mengapa matanya saat ini terasa berat, tentu berat sebab dirinya sudah sangat lelah bekerja seharian ini ditambah dirinya harus menelan pahitnya kenyataan saat sang mama kembali terbaring lemah diatas berangkas rumah sakit ini lagi.


Cup.

__ADS_1


"Selamat malam ma, semoga mimpi indah, doakan Lika agar bisa mencari rejeki supaya mama bisa berobat terus hingga sembuh"...


Bisiknya pelan setelah memberi kecupan dikening mamanya dengan penuh kasih sayang.


Lika merebahkan kepalanya tepat disamping ranjang dimana sang mama sudah tidur, tidak perlu menunggu lama kini dirinya sudah menyelami mimpi berharap esok akan lebih baik lagi dari hari ini.


Tes.


Seorang wanita yang sudah paruh baya langsung meneteskan mata saat merasa sang putri sudah terlelap matanya perlahan terbuka dan betapa perihnya saat dirinya harus terbaring kembali diranjang ini, sedih tentu saja dirinya sedih dengan keadaan ini dimana seharusnya sang putri bersenang-senang namun yang terjadi adalah putrinya harus membanting tulang demi kesembuhannya.


"Maafin mama Lika, seharusnya ini tidak menjadi tanggunganmu nak, mama berharap kebahagiaan mu segera menjemputmu nantinya dan mama berharap akan ada seseorang yang mampu melindungi serta menjagamu saat mama sudah tak ada didunia ini"...


Bisiknya lirih sambil memandang sendu kepala sang putri.


Dirinya berharap kelak sang putri bisa hidup bahagia bersama suami serta anak-anaknya kelak, karena memang usia Lika sudah cukup untuk berumah tangga.


Tidak perlu waktu lama kini Mina ikut kembali terlelap karena memang pengaruh obat tersebut.


Sepinya malam tidak menyurutkan langkah kaki seorang pria dewasa yang kini sedang berdiri didepan pintu dengan kaca kecil didaun pintu bercat putih tersebut.


Mata tajamnya memandang sosok yang kini sedang terlelap dengan keadaan yang pasti tidak akan terasa nyaman bagi siapa saja termasuk dirinya.


Ya...dialah sosok lelaki penguasa yang mobilnya dinaiki oleh gadis yang menangis hampir tengah malam dan tanpa disadari sang gadis bahwa didalam mobil tadi tidak hanya ada 2 nyawa melainkan 3 sebab Lika mendudukkan tubuhnya dikursi depan atas perintah Jo.


Lalu pandangan matanya menatap kearah telapak tangan dimana ada sebuah kalung silver bermatakan hijau, kalung sederhana namun cukup menarik baginya.


Setelah berkutat dengan fikirannya, langkah kaki jenjangnya perlahan meninggalkan ruangan kelas ekonomi tersebut dan tentu dibelakangnya selalu ada sang asisten yang mengikutinya kemanapun dirinya pergi.


"Cari tahu tentang gadis itu"...


Ucapnya datar tanpa melihat lawan bicaranya.


Sedangkan pria dibelakangnya hanya menganggukkan kepalanya dengan tegas namun tak lama dirinya menghembuskan nafas pelan.


"Jangan berani mengumpat Jo"....


Gleuk.


Haloha...Double LL hari ini akan mulai aktif kembali, mohon dukungannya selalu ya Readers😍

__ADS_1


Like.Vote.Gift


__ADS_2