
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Leon masih memagut bibir lembut Lika, menye sap dan membelit benda lunak yang ada didalam mulut Lika membuat udara disekitar menjadi panas, didalam luma tannya Leon menyunggingkan senyum tipis tanpa diketahui oleh sang gadis.
Ya...dia sangat bahagia, Lika mau membalas ciu man yang diberikannya walau terkesan kaku namun hal tersebut menandakan bahwa dirinya lah yang pertama mengambil ciu man gadis yang menggetarkan hati dan seluruh jiwanya.
Sedangkan dari posisi yang agak jauh, sepasang mata menatap kearah sang Tuan dimana dirinya dapat melihat Tuannya sedang bercum bu mesra setelah kejadian setahun lalu bahkan sejak dulu sang Tuan memang tidak pernah bersentuhan dengan wanita karena Tuannya bukan seorang Cassanova seperti kebanyakan pria diluaran sana.
"Semoga dia gadis yang bisa menyembuhkan luka hati anda Tuan Muda"...
Lirihnya dan segera berlalu meninggalkan posisi yang dapat melihat ke arah Tuannya.
Dan mungkin mulai hari ini tugasnya akan menjadi double yaitu melindungi gadis yang bersama dengan Tuannya itu untuk kedepannya.
Udara disekitar semakin panas saat dirinya melepaskan pagutannya dan menyusuri leher sang gadis hingga membuat suara keluar dari bibir seksi Lika yang semakin melambungkan has ratnya keatas.
Disesapnya sedikit kuat leher Lika hingga meninggalkan bekas membuat Lika mendesis dan semakin menguatkan cengkeramannya.
Nafas Leon semakin memburu hingga mau tak mau dirinya melepaskan kenik matan yang baru saja dia rasakan bersama Lika karena sesuatu dalam tubuhnya sudah mulai menggeliat didalam sangkarnya.
Leon menegakkan tubuhnya dan menyatukan kening mereka berdua hingga hidung mancung miliknya bertemu dengan hidung mungil milik Lika, Leon memandang tajam gadis yang saat ini tidak berani membuka mata namun hembusan nafas sedikit memburu sama seperti dirinya.
Tangan satunya perlahan naik hingga ibu jarinya mengusap dengan lembut bibir Lika yang membengkak akibat ulahnya dan membersihkan sisa saliva yang menempel.
Sedangkan Lika masih terdiam tanpa berani membuka mata apalagi merasakan usapan lembut pada bibirnya dan hembusan nafas pria yang sudah mencum bu bibirnya itu.
Seharusnya dia marah dan memaki-maki pria yang sudah berbuat tak seno noh padanya namun keberaniannya tidak ada sama sekali dirinya seakan takut menatap mata tajam pria ini, dan yang dirasa saat ini adalah rasa nyaman serta merasa terlindungi bahkan jantungnya yang semakin berdebar saat berada didekapan pria ini.
"Jadilah milikku dan sebagai gantinya aku akan mengobati ibumu"...
Degh.
Mata Lika seketika terbuka dan matanya bersitatap pada mata tajam milik pria ini.
Banyak sekali pertanyaan yang bersarang diotak kecilnya namun sepertinya dia tidak berani untuk mengeluarkannya bahkan dia masih tak menyangka pria ini tahu ibunya sedang dirawat... ah dia baru ingat bukankah beberapa saat lalu dia melihat video sang mama.
"Dan aku tak suka ditolak"...
__ADS_1
Sambungnya.
Satu kata yang terucap dalam hatinya ialah pemaksa.
"Ya...dan akulah orangnya, pemaksa"...
Ucapnya dengan menekankan kata diakhir kalimat.
Lika seketika terperangah bagaimana bisa lelaki itu tahu jika dirinya mengucap kata tersebut.
"Jangan coba mengumpatku baby, atau aku akan menghukummu"...
Seringainya saat menjauhkan wajahnya dan melihat wajah pias Lika.
"Mulai saat ini kau tak akan keluar dari sini dan jangan bermimpi untuk melihat dunia luar jika bukan bersamaku"...
Lika kembali melongo saat mendengar penuturan pria yang sampai saat ini dia belum mengetahui namanya bahkan dia tidak tahu apa kesalahannya sampai dia dikurung diistana yang seperti kuburan baginya.
"Jangan kebanyakan mikir, otak kecilmu tak akan mampu memikirkan segalanya"...
Ucap Leon dengan datar sembari mendorong pelan pelipis Lika membuat gadis itu mencebikkan bibirnya.
Lika terpekik saat tiba-tiba Leon berdiri dan kembali menggendongnya hingga dirinya melilitkan kedua tangannya dileher Leon, bahkan tanpa mengeluarkan suara Leon melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam sebab udara sudah mulai dingin dan dia tak ingin gadisnya sakit.
"Aku tahu aku tampan, jadi lihatlah sepuasmu baby"...
Lika kembali mencebikkan bibirnya dan dia kembali melirik kesana kemari dapat dia lihat didalam istana itu beberapa lelaki memagai seragam hitam ada disetiap sudut rumah besar yang dia sebut istana.
"Jangan berani menatap pria lain selain aku baby, atau kau akan menerima hukumanmu"...
Degh.
Cup.
Mata Lika kembali melotot saat bibirnya tiba-tiba dike cup oleh pria yang saat ini menatap datar kearahnya, ohh tidak jangan lupakan seringai kecil yang ditampilkan pria tersebut.
Dan Leon kembali acuh, lalu pandangan matanya kembali menatap kedepan hingga mereka masuk kedalam kotak besi yang akan membawa mereka berdua kelantai atas.
Ting.
Bahkan dilantai atas sudah ada dua orang penjaga yang dengan sigap membuka pintu kamar utamanya namun Lika tak berani menatap kedua penjaga tersebut dirinya langsung menyembunyikan wajahnya diceruk leher Leon membuat sang empu menyunggingkan senyuman tipis teramat tipis.
Dengan pelan Leon meletakkan tubuh Lika diatas peraduan yang ternyata spreinya sudah berganti menjadi warna putih.
__ADS_1
"Ada yang ingin kau tanyakan baby dan aku tahu di otak kecilmu banyak sekali menyimpan tanya"...
Cibirnya ketika sudah mendudukkan tubuhnya dipinggir ranjang dengan posisi menghadap ke arah Lika yang saat ini sedang menyandarkan tubuhnya bahkan gadis tersebut maish menundukkan wajahnya.
Lika semakin gugup bahkan tak sadar kedua tangannya saling mere mas.
Leon hanya memperhatikannya saja bahkan kini posisi tangannya bersedekap didadanya.
"Apakah benar jika Tuan akan membayar pengobatan mama saya?"...
Tanyanya dengan pelan.
"Hem"...
"Lalu bagaimana caranya saya untuk membayarnya kembali?"...
Cicitnya.
"Dengan tubuhmu"...
Degh.
Lika seketika mendongakkan wajahnya bahkan kini dirinya segera menarik selimut hingga leher dan membiarkan kepalanya saja yang terlihat.
Leon menatap datar dan menaikkan sebelah alisnya saat melihat kelakuan gadisnya yang membuatnya gemas sekali apalagi ekspresi takut Lika.
"Tidak untuk sekarang, da da mu masih kecil aku suka yang besar dan bo kong mu masih rata kau harus banyak makan biar semuanya besar"...
Ucapnya dengan frontal sembari menatap me syum kearah da da Lika yang tertutupi.
Blush.
Wajah Lika seketika merona saat mendengar ucapan vul gar dari pria itu bahkan dirinya secara reflek menyilangkan kedua tangannya di da da walau masih berada didalam selimut.
Dia akui memang da danya tergolong kecil karena bra yang digunakan size 34D namun baginya itu sudah besar karena memang sesuai dengan bodynya yang mungil sebab tingginya hanya mencapai 150cm saja.
Leon hanya menggelengkan kepalanya pelan sebab sejujurnya dia tak menyukai perempuan yang ber da da besar dia menyukai yang ada didalam tubuh gadisnya itu apalagi tadi dia sempat mengicipi sedikit salah satu buah da da gadisnya pada saat masih tertidur.
"Tidurlah, aku ada sedikit kerjaan, jika kau tidak menurut aku pastikan besok kau tidak akan bertemu dengan ibumu baby"...
Ancamnya dan segera bangun dari duduknya tanpa menghiraukan gadisnya yang hendak mengeluarkan suara.
Ctak.
__ADS_1
Bahkan kini lampu didalam kamar mewah itu seketika berganti dengan lampu tidur saat tangan sang penguasa berbunyi.
Akhirnya bisa up lagiðŸ¤ðŸ¤