Terjerat Rindu Terlarang

Terjerat Rindu Terlarang
TRT Di mobil


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


Like.


Vote.


Gift.


Jika tadi pasangan tanpa status pergi menggunakan heli, sekarang mereka sudah duduk manis dibangku tengah sebuah mobil mewah berwarna hitam, didalam mobil keadaan masih hening karena tak ada yang bersuara sedikitpun, jika si pria datar sedang memegang sebuah benda persegi panjang yang sudah diotak-atiknya sejak baru mendaratkan pan tatnya dikursi penumpang lain halnya dengan seorang gadis yang duduk diam sambil memandang jendela, entah mengapa banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang timbul didalam otak kecilnya namun lagi-lagi dirinya belum berani bersuara.


Leon mengeryitkan dahi saat menyadari sejak tadi ternyata didalam sangat sunyi hingga dirinya segera menutup tab nya setelah memeriksa beberapa e-mail masuk, dirinya lalu menyimpan benda tersebut dan diletakkan ditempat biasa dirinya menyimpan benda jika berada didalam mobil.


Fiuhh.


"Ehhh." Lika seketika menoleh saat merasakan hawa hangat menerpa gendang telinganya.


Degh.


Matanya seketika terpaku saat menyadari tepat didepannya wajah pria yang sedang dilamunkan berhadapan dengannya bahkan hidung mungil miliknya menempel cantik pada hidung mancung pria tersebut.


Dag...dig...dug...


Jantung Lika berdetak lebih cepat saat wajah mereka saling berhadapan bahkan tak ada jarak sedikitpun sebab kini kening sang pria menempel sempurna, dirinya menatap mata tajam Leon menimbulkan getaran aneh hingga merasuki relung hatinya, dirinya tidak tahu apa yang dirasakannya saat ini.


"Jangan terlalu banyak berfikir, tetaplah berada disampingku jangan pernah mencoba lari dariku dan jika kamu mencoba lari bersiaplah kamu akan aku ikat." Ucapnya dengan suara berat nan seksi.


Lika sampai menahan nafas saat mencium aroma mint dari nafas pria tersebut bahkan kini dirinya terpaku saat merasakan sebuah tangan melingkar sempurna dipinggang rampingnya dan dia merasa tubuhnya ditarik hingga tubuh mereka tak berjarak sama sekali.


"Tuan." Cicitnya setelah beberapa saat terdiam.


"Leon, panggil aku Leon dan jika kamu tidak memanggil namaku aku akan menghukummu, Baby." Desisnya sembari tangan sebelahnya menyusuri wajah cantik alami gadis yang ada didalam dekapannya.

__ADS_1


Lika seketika memejamkan mata saat merasakan jari-jari besar itu menyusuri hingga leher membuatnya secara tak sadar mengeluarkan suara yang membuat gejolak has ratnya seketika bangkit.


Leon menyeringai licik saat melihat manik mata wanitanya terpejam dan mengeluarkan suara yang membuat basoka miliknya menggeliat manjah didalam tempatnya.


Cup.


Leon segera membungkam mulut seksih milik sang gadis dan segera melu mat serta menyesap bibir kenyal yang membuatnya candu sejak kemarin.


Dengan sekali angkat kini tubuh mungil Lika sudah berada diatas pangkuannya, dirinya terus merasai bibir seksih itu seakan tidak ada bosannya sama sekali.


Sepasang tangan mungil langsung bertengger dileher pria tersebut, membalas perlahan mengikuti permainan dari pria yang saat ini sedang menye sap bibirnya dengan penuh ga irah.


Bahkan kini tubuhnya terasa panas dingin saat salah satu gunung kembarnya dire mas perlahan menimbulkan gelenyar aneh.


Leon semakin mengeratkan rengkuhannya hingga tubuh mereka saling menempel hingga tidak ada lagi jarak sebagai pemisahnya.


Keduanya semakin bercumbu menik mati dan meresapi satu sama lain, bahkan mereka tidak menyadari jika didalam mobil tersebut bukan hanya ada mereka berdua melainkan ada dua pasang mata yang berada dibangku depan.


"Ohh ya ampun, jadi pengen cepat pulang, istriku.. mas pengen ehem-ehem." Bathin pria berumur 45 tahun itu.


Sedangkan pria disebelahnya yang masih muda, hanya mampu menggelengkan kepalanya pelan dan segera menutup telinganya menggunakan earphone agar tidak mendengar suara decapan yang berasal dari bangku belakang.


"Bos...jiwa jombloku meronta-ronta." Teriaknya dalam hati.


Tidak berselang lama mereka berdua bisa bernafas lega saat mobil sudah memasuki kawasan yang hendak dituju.


Cit..


Mobil berhenti tepat didepan sebuah gedung berlantai 35 itu, gedung yang belum lama diresmikan seorang pria bernama Leon Barack, kedua pria yang sejak tadi mendengar suara-suara aneh segera keluar dari dalam mobil dan menunggu sang penguasa menghentikan aksinya.


B Group adalah perusahaan terbesar di Manca Negara bahkan cabangnya sudah ada dibeberapa Negeri termasuk di Negara ini dimana dia bertemu dengan wanitanya, Karyawan yang bekerja padanya sudah mencapai puluhan ribu termasuk perusahaan induk yang berada diNegara asalnya yaitu Polandia, perusahaan yang bergerak pada alat transportasi, hotel dan beberapa usaha lainnya namun mereka sama sekali tidak mengetahui sepak terjang seorang Leon Barack, lelaki tampan sejuta pesona namun terkesan dingin dan kejam, bahkan tak ada gosip miring lainnya kecuali jika dia pernah menikah satu tahun yang lalu.

__ADS_1


Leon menghentikan aksinya saat merasakan kuda besi yang membawanya telah berhenti ditempat tujuan, ya...dia membawa wanitanya untuk pergi ke perusahaan miliknya sebab dia memiliki meeting penting siang ini.


Nafas Lika memburu setelah ciu man mereka berakhir dan dia menundukkan pandangannya dengan menyembunyikan rona merah dipipinya.


Tangan Leon terulur untuk mengangkat dagu dan mengusap lembut bibir cery yang membengkak akibat ulahnya itu, diusapnya perlahan namun pandangannya tak lepas dari wajah yang sedang merona, sungguh dirinya merasa gemas melihat wajah wanitanya itu.


"Ekhem." Sebuah kode sudah dikeluarkan dan tak lama pintu disisinya terbuka.


Sebelum keluar Leon memperhatikan penampilan sang wanitanya dirasa sudah oke dia segera mengeluarkan sepasang kakinya dengan posisi tetap menggendong Lika yang saat ini telah menyembunyikan wajahnya diceruk sang pria.


Langkah tegap seorang Leon mampu menyihir kaum hawa yang berada di area Loby tersebut, ini kali keduanya mereka melihat secara langsung sosok pemimpin tampan dengan penuh pesonanya.


Leon tidak mengindahkan sama sekali suara bisik-bisik yang mampu didengar telinganya bahkan dia tetap memasang wajah datarnya dan segera berlalu untuk menuju ruangan miliknya, selagi bisikan itu tidak menyakiti wanitanya dia akan acuh namun berbeda bila bisikan itu menyakiti wanita yang masih setia sembunyi diceruk lehernya.


Jo mengedarkan pandangannya dan segera menatap tajam kearah wanita-wanita yang sednag mengagumi Tuannya itu dan detik berikutnya mereka seketika terdiam dan menundukkan wajahnya.


"Baby, aku harus meeting dulu, jika ada apa-apa baby bisa meminta tolong pada Eva, katakan apapun yang kamu mau okey." Titahnya saat sudah mendudukkan tubuh wanitanya disofa didalam ruangannya.


Lika hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan.


Cup.


Cup


Blush


Wajah Lika tersipu malu saat Leon meninggalkan kecupan dikening serta bibirnya yang dise sap sebentar.


Leon menyeringai tipis dan segera berlalu meninggalkan wanitanya sebab saat ini dia sudah telat beberapa menit hingga tidak bisa berlama-lama berpamitan pada sang gadis.


Mohon maaf jika up lambat, othor lagi kurang fit๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2