
Ayana sudah kembali beraktivitas pergi ke kantor,meski ada sejumput trauma pada tempat ini, sebab terakhir kali ia mendapatkan serangan mendadak dsri istri Erick di parkiran karyawan.
"hay bukkk... bengong saja..." kata Radit yang masuk kedalam ruangan Ayana
"Radit..." ucap Ayana dengan suara lirihnya
"bagaimana keadaan mu... sudah membaik??"
"seperti yang kamu lihat...aku jauh lebih baik sekarang..."
"jangan berlarut-larut sedih ... jangan merasa minder dengan apapun...dan tidak usah malu kepada ku .."
Ayana terlalu malu jika sudah dihadapkan oleh teman-temannya,ia seperti orang hina saat ini
"aku sangat malu jika harus bertemu dengan kalian..."
"sudahlah... semua orang pasti memiliki cerita tersendiri dalam hidupnya, yang terpenting sekarang adalah kamu harus bisa berubah lebih baik lagi dari sebelumnya.." kata Radit
"terimakasih..."
di lain tempat Erick berjalan-jalan disekitaran jalan empunala seperti bernostalgia,dia mengenang saat ia bersama Ayana.
Erick duduk di tempat penjual soto, dia kemudian memesan soto juga es jeruk
tempat yang pernah dia tempati dengan Ayana
__ADS_1
"nasi sotonya 1 es jeruknya 1..."
"baik mas..."
setelah beberapa saat pramusaji datang membawakan makanannya,
"terimakasih " ucapnya
ketika dia akan menyendokkan makanannya, sebuah suara yang sangat ia kenali sedang memesan soto,sontak Erick menoleh kearah sumber suara itu
"Aya.."
Ayana menoleh dan mendapati Erick, pandangan mata mereka bertemu .bumi yang dipijaki pun seakan berhenti berputar . seberkas kerinduan ada dimata mereka,
"ini mbak..." ucap seorang pramusaji kepada ayana
duduk mereka bersebrangan dengan penghalang beberapa pengunjung lain.
Ayana lalu bersikap sewajarnya,dan memakan makanannya, Erick memandanginya dalam diam.
mereka akhirnya kembali dengan makanan masing-masing,meski sekali-kali sorot mata mereka bertemu.
setelah selesai makan, Ayana lalu pergi begitupun juga Erick.ayana berjalan lebih dulu dan Erick ada dibelakangnya, tidak ada tegur sapa ataupun saling melempar senyum,
'ingin rasanya aku menegurnya... mengatakan apa kabar mu? bagaimana keadaan mu?tapi aku tidak bisa melakukan itu lagi' batin Ayana dengan rasa kesedihan
__ADS_1
'Aya... apakah kita benar-benar berakhir,apa kita hanya ditakdirkan untuk berpisah dan tidak berharap bersama?aku melihat mu hari ini,aku sangat senang sekali,tapi melihat mu yang terlihat kurus,aku jadi sangat bersalah kepada mu' batin Erick
pada akhirnya, Ayana sudah masuk kedalam mobilnya, sedangkan Erick sudah melajukan kendaraan motornya.ayana melihat punggung Erick yang semakin menjauh dari pandangan matanya,ada sebersit penyesalan dalam hatinya, seharusnya tadi ia mengatakan sesuatu kepada Erick, seharusnya ia berpisah baik-baik dan mengatakan selamat tinggal.erick belum tahu tentang kehamilannya, apakah selamanya Erick tidak tahu tentang kehamilan dirinya.
Ayana menelungkupkan wajahnya ke setir mobil ,suara ketukan kaca mobilnya telah menyadarkan Ayana dalam lamunan,ia kemudian menoleh dan terdapat Erick disana.apakah ini yang namanya takdir, bagaimana bisa Erick tahu kata hatinya,tadi Erick sudah pergi meninggalkan area parkir jalan,tapi sekarang Erick kembali dan menemuinya
Ayana kemudian membuka pintu mobil,dan keluar
"aku...aku ingin berbicara sesuatu dengan mu..." ucap Erick
suara itu akhirnya keluar, akhirnya aku mendengarnya lagi, Erick kamu membuat ku gila karena merindukan mu'
"bicaralah..." kataku
"aku merindukanmu..." kata Erick
ayana tersenyum,dan menetralisir perasaannya.kali ini ia tidak tahu apakah tindakan nya salah atau mungkin menyesal dikemudian hari.
"aku juga ..tapi...maaf,...aku harus bisa melupakan mu...aku harus bisa menjaga jarak kepada mu..."
.
.
soundtrack yang cocok apa yaaa buat mereka??🤔🤔
__ADS_1
Instagram eunhyeayu90