
"Erick... sudah.. lepaskan..." kata ayana merenggangkan pelukannya
Erick kemudian melepaskan pelukannya,ia melihat kearah Ayana dengan senyuman,
"aku senang sekali hari ini..."
"sebaiknya kita turun...ibu menunggu kita untuk makan malam ..."
"oke baiklah....ayo..." ucap Erick menggandeng Ayana
"rick.... jangan seperti ini .. lepaskan tanganku,"
"kenapa???kita sudah sepakat kan untuk bersama...."ucap Erick
"tapi aku ingin kita biasa saja jangan berlebihan"
"baiklah... sekarang maunya kamu bagaimana??" tanya Erick
"aku akan turun terlebih dahulu...lalu...kamu menyusulnya kemudian " jawab Ayana
"baiklah.... sayang " Erick kemudian mengecup kening Ayana
Erick tampak tersenyum kesenangan, sedangkan ayana terlihat malu.mereka seperti pasangan baru menjalin kasih,
di meja makan, mereka menikmati hidangan.ayana yang pada dasarnya tidak pernah pilih-pilih makanan,telah makan sesuka hati6, tidak peduli jika ini adalah kali pertama ia berada diruang lingkup keluarga Erick, kalau ia suka ya suka dan akan memakannya,
"bagaimana ay... masakan ibu kurang apa??"
"saya menyukainya...saya bukan orang yang pilih pilih makanan bu ....jadi saya menyukai makanan yang ibu buat...."
"ayah takut jika kamu tidak menyukai makanan seperti ini...." ucap pak galih
"tidak pak ...saya, sangat menyukainya..."
"aya makannya banyak kan bu..." kata Erick dengan tersenyum
"hehehe ..ya tak apa,aya meski makannya banyak tapi lihat badannya tidak berpengaruh... tetap langsing" ucap bu Arum dengan senang
Ayana terlihat biasa saja ketika Erick membicarakannya, memang kenyataannya seperti itu.
__ADS_1
jam sudah memasuki pukul 9 malam, Ayana berpamitan pulang dan Erick yang akan mengantarkan,
disepanjang jalan Erick memegang tangan Ayana yang tertidur sambil memangku saka sembari memegang setir,dia terus tersenyum bahagia karena selama ini impian memiliki Ayana akhirnya bisa terwujud, perjuangan juga kesabarannya terbayar lunas,ia berjanji pada dirinya sendiri akan berhati-hati untuk hubungannya kelak.
saat sampai didepan pintu gerbang, Erick melihat rekannya berjaga, Erick membuka pintu kaca mobilnya
"bang...." sapa Erick
"loh.. Rick...ada apa malam-malam...kamu sedang dapat utusan untuk mengantarkan dokumen rahasia atau...." teman Erick kemudian melihat kearah dalam jok sebelah Erick dan kaget melihat Ayana juga bayi saka yang tertidur
Erick tersenyum dengan bangganya, "apa bang lihat-lihat...."
"eh ...beneran itu anak pak walikota??kamu dengan nya ..habis dari mana??kamu sebagai ajudannya kembali...aku belum tahu...setahuku kamu masih berstatus keanggotaan di Makassar kan??"
"calon bini...." jawab Erick Dengan membisik
rekanan Erick terperanjat kaget, "jangan ngadi-ngadi kau ..."
"lihat tanganku satunya...." ucap Erick memberikan kode kepada rekan nya untuk melihat kearah paha Erick, disitu terlihat jelas genggaman tangan Erick juga Ayana yang saling bertautan
rekan Erick speechless tak menyangka jika Erick benar-benar kekasih anak pak walikota,
"oke ..oke...adik Abang paling bandel pokoknya sekarang ya ..!!! salut...salut ...the best....."
"aku masuk dulu ya bang...."
"siap!!!aman .. silahkan...."
mobil Erick melaju kearah depan dekat garasi mobil pak walikota yang berjajar,dia kemudian mematikan mesin mobilnya dan membang kan Ayana
"ay....,aya...."
Ayana menggeliat dan bangun, "sudah sampai,??"
"iya..."
"aku masuk dulu ya... kasihan saka tidur nya kurang nyaman..."
"sebentar...." cegah Erick
__ADS_1
"ada apa???"
Erick menggendong saka dan memindahkan saka di jok belakang mobilnya,saka yang tertidur pulas tidak menahu setelah dibaringkan dan kepalanya di alasi menggunakan Hoodie nya agar tidak sakit.dia kemudian beralih ke kemudi depan bersama Ayana
"kenapa Rick...." ucap Ayana bingung
tangan Erick menarik tangan Ayana dan menaruhnya di dekat resleting celananya,sontak Ayana kaget,ada sesuatu yang mengeras disana dan Ayana tahu betul itu ,benda pusaka Erick yang sudah terbangun.
"Rick...kamu mau apa?? jangan macam-macam..."
"aku hanya ingin kamu memegangnya.... sebentar saja... hanya memegangnya...."
Ayana tersenyum geli, bagaimana bisa Erick se mesum itu. "beneran ya... hanya megang saja ... janji gak akan aneh-aneh.... !!!"
"janji.... aku juga tahu ..ada saka dibelakang.. tidak baik juga berbuat macam-macam "
"baiklah...." Ayana kemudian memegangnya, hanya memegang
Erick menarik nafasnya perlahan dan membuangnya.rasanya ingin sekali melakukan lebih tapi saat ini dia ingin menahannya agar Ayana tidak berubah pikiran untuk menerimanya.erick melakukan itu berkali kali, menarik nafas juga membuangnya perlahan
Ayana hanya bisa melihat ekspresi Erick yang seperti dalam keadaan ***** berat, rasanya ingin sekali menertawakan Erick, tapi takut saka terbangun,ayana lalu meraih tengkuk leher Erick dan menciumnya.erick kaget dengan gerakan Ayana yang spontan itu, dengan senang hati Erick membalas ciuman itu, ciuman itu semakin hangat juga penuh harap dan menuntut.tangan Erick membuka resleting celananya dan menggiring tangan Ayana untuk memegang miliknya secara langsung tanpa perantara, Ayana pun menurut.hingga beberapa menit kemudian, Erick mengeluarkan cairan benih.ciuman mereka terhenti dan Erick mencari tisu,tapi tidak menemukannya,
"haduh bagaimana ini??" ucap Erick bingung
Ayana ingin sekali tertawa, melihat Erick seperti itu.tapi ini bukan momen yang tepat karena saka ada dibelakangnya, tangannya juga terkena cairan benih itu,
"di lap pake ini saja .. sepertinya tisunya ada dibelakang..." ucap Erick
Erick mengorbankan jaketnya untuk alat membersihkan cairan itu,dia juga membantu membersihkan tangan Ayana yang terkena.
setelah semuanya beres dan bersih, Erick merasa lega,dia juga mengambil hand sanitizer dan membersihkan ketangan Ayana
"maaf ya ay...aku sudah lama tidak melakukan,jadi aku sangat menginginkannya...maaf karena membuat tangan mu menjadi kotor gara-gara ini tadi..."
"tidak apa..." ucap Ayana dengan menahan tertawa nya.ayana tak menyangka jika Erick memiliki sisi lain kegelian seperti ini dibalik sikap tegas dan sopan santunnya.
hari sudah berganti, Erick sudah berangkat ke Makasar tanpa diantar oleh Ayana juga saka, karena Erick berangkat saat Ayana berada di kantor kecamatan.meski mereka sama-sama sedih karena akan terpisah untuk waktu yang lama,tapi ini adalah ujian pertama mereka yang harus mereka jalani, dengan begitu apakah kesetiaan juga komitmen mereka tetap terjaga atau sebaliknya.
.
__ADS_1
.
author no comment biar gengs ajah yang komentar...😁😁😁