TERLARANG:SUAMI ORANG LEBIH MENANTANG

TERLARANG:SUAMI ORANG LEBIH MENANTANG
part 59


__ADS_3

Ayana berada disebuah rooftop dirumah om nya, suasana tadi pagi tampak canggung karena aya merasa tidak enak telah membuat kehadiran Erick dirumah mereka,meski Tante nya selalu menetralkan suasana dengan mengajak nya mengobrol,tapi aya merasa tidak dengan om nya.


"ternyata menjadi pengangguran tidak enak juga ya..." ucap Ayana dengan nelangsa karena beberapa hari terakhir dia tidak bekerja


"sudah sore dek .. sebaiknya kita masuk kedalam kamar dan mandi..." ucap Ayana kembali dengan memegang perutnya perlahan.


di dalam kamarnya setelah membersihkan diri, Aya melihat ponselnya.ia membaca satu persatu pesan yang masuk dan ada satu pesan dari Sasa sahabatnya,


"Ay... Erick sudah berangkat ke Makassar.. perceraiannya berjalan dengan lancar,mantan istri Erick sudah punya gandengan baru.cepet banget ya mup on nya.ternyata dia tidak secinta itu dengan Erick 🤣"


Ya, selama ini Sasa lah yang memberikan informasi tentang keadaan Erick kepada dirinya.meski Aya sempat menolak dengan berita itu dan menyuruh Sasa untuk berhenti membicarakan Erick tapi sahabatnya itu terus membahasnya.


'Erick....' Ayana kemudian menangis kepergian Erick dalam diam.ia menangis dengan tersedu-sedu.ia tahu jika kepergian Erick akan begitu lama sangsi 5 tahun tidak lah sebentar,dan kini ia mulai menyadari kesalahannya yang amat disesalkan, yaitu tidak bisa menerima Erick saat pertemuannya kemarin.


hari telah berlalu bulan pun berganti kini kandungan Ayana sudah memasuki 9 bulan lebih,dan sekarang Ayana merasakan kontraksi.perutnya mulas sekali dan seperti ditusuk-tusuk, keringat dingin pun keluar sebesar biji jagung.


"apa aku akan melahirkan hari ini ...tapi om dan Tante belum pulang dari kantor..." ucap Ayana lirih dengan sesekali menahan sakit akibat kontraksi yang terjadi dalam perutnya


Ayana menelpon Fina,saat ini hanya Fina yang bisa ia andalkan.


"Fina... kamu dimana??"


"aku di jalan kak ...ini baru dijemput les"


"cepat pulang ya .. seperti nya kak Aya akan melahirkan " ucap Ayana dengan lirih . tangannya menahan sakit perut kontraksi menyerangnya dengan jeda 3 menit sekali


"........."

__ADS_1


Ayana menunggu jawaban dari Fina tapi Fina tidak bisa menjawabnya, sepertinya fina sedang berpikir keras atau Fina sedang tidak bisa mengantarkannya


"fina .."


"iya kak .. Fina akan segera kesitu ..kaka tenang ya ... sekarang kaka siap-siap..."


"baik...aku sudah mempersiapkan persiapannya 1 koper ini fin... cepat pulang ya .."


"oke kak ... tunggu ya.."


telepon itu terputus,dan Ayana mengantongi ponselnya di tas selempang kecilnya.


saat ini Ayana sudah berada di ruang tamu dengan 1 koper disampingnya,ia menuruni tangga dibantu oleh beberapa asisten rumah tangga, mereka sempat menawari itu dianterkan ke rumah sakit, tapi Ayana menolak, karena ingin didampingi oleh keluarganya saja.


suara langkah kaki datang menghampiri, tangannya menjulur ke depan wajah Ayana, Ayana yang tadinya menunduk kini mengadahkan pandangan kearah pemilik tangan itu,


"ayo aku antar kan...kamu tidak apa-apa kan??" tanya Alex


"dimana Fina...??"


"Fina dan Laura sedang berada di pelatihan bahasa asing, Fina menghubungi ku untuk mengantarkan mu ke rumah sakit . ayo aku antar kan...??"


Ayana yang sudah tidak ingin berdebat mempersilahkan Alex membawanya kerumah sakit.


di rumah sakit,ruang bersalin


Ayana mengejan karena sudah dititik pembukaan 10.aya mengeluarkan seluruh tenaganya untuk mengeluarkan bayinya,

__ADS_1


"terus ibu....tarik nafas.... lepaskan....mengejan sekarang...!!!," ucap dokter memberi panduan


"eeeee.....eeeeeeeeeahhh!!!"


"sekali lagi ya bu.... lihat, kepala nya sudah terlihat ya bu, sekarang tarik nafas sekali dengan kuat dan lepaskan dengan berdampingan dengan mengejan,lepas dengan kuat ya bu...1....2....3....."


"eeeeeeeeeeee........eeeeeaaaaaaaahhhhhh"


oek.....oek....oek....oek.....


tangisan bayi itu pecah dan memenuhi ruang bersalin itu, Ayana tak henti-hentinya mengeluarkan air matanya dengan haru, perjuangan menjadi seorang ibu tunggal dan oa melahirkan tanpa didampingi oleh ayah si bayi bukan lah Perkara yang mudah.


"selamat ibu....bayinya laki-laki...," ucap dokter


seorang perawat memberikan bayi mungil yang sudah dibersihkan dan dibedong dengan kain bedong yang tersedia kepada Ayana,


Ayana menerima bayinya dan tersenyum,bayi itu berkulit bersih dan rambutnya tebal, alisnya tebal dan tegas mirip dengan ayahnya.tidak ada satupun wajah nya yang diambil oleh bayinya ini, mungkin dagunya yang sedikit mirip dengannya, begini senangnya memiliki anak, sepertinya ia akan terhibur dan tidak akan kesepian lagi, dengan kehadiran bayinya lahir ke dunia ini, Ayana akan semakin semangat menjalani hidup kedepannya.


"Erick..dia begitu mirip dengan mu" ucap Ayana lirih


.


.


lahiran gengs...🥰


Instagram eunhyeayu90

__ADS_1


__ADS_2