
Ayana saat ini bersama dengan Alex di taman,menemani saka bermain.malam yang kian menggelap tidak membuat keceriaan saka berkurang.karena lampu taman yang terang juga suasana yang mendukung membuat bocah berumur 3tahun itu kian kesana kemari mengendarai mobil-mobilannya,
tapi tidak untuk Ayana ya mengikuti Alex bermain dengan anaknya, pikirannya tertuju kedalam rumahnya, tepatnya diruang kerja ayahnya.apa yang mereka bicarakan hingga selama itu belum keluar.apa mungkin Erick juga ayahnya terlibat konflik yang begitu berat.
"hey... ngelamun saja ..!!!" kata Alex dengan mendekatkan dirinya ke kursi taman yang Ayana duduki
"ah... tidak....!!!"
"kamu sedang memikirkan polisi itu??"
Ayana menoleh kearah Alex,"apa sangat terlihat di wajah ku??"
"hahahaha... jelas sekali...kamu semakin terlihat jelek ketika memikirkan dia ...coba kamu memikirkan ku ..pasti tambah cantik..."
"benarkah begitu?? baiklah... mulai sekarang aku akan memikirkan mu ..." ucap Ayana dengan senyuman manisnya
Alex tersenyum kegirangan,"janganlah begitu...aku kan sekarang tepat diwajahmu. kenapa kamu memikirkan ku..."
__ADS_1
"aku memikirkan kapan kamu akan pulang??" ucap Ayana dengan tersenyum memperlihatkan giginya,ia begitu geli saat alex mengeluarkan jokes-jokes nya dan ia juga tidak sabar untuk membalasnya.
Alex cemberut dan wajahnya berubah masam, "yaaah .. ketahuan kan ...kamu ngusir aku kan...iya kan...,"
"iya ... kenapa kamu itu kayaknya kepoo banget sama masalah aku .."
"yah...kan aku pria cadangan nantinya... hehehehe...aku ingin gerak cepat jika polisi itu ditolak sama ayahmu...."
"dia yang polisi aja ditolak lo... apalagi kamu yang hanya tukang jual henpon...udah deh... nggak... nggak ahh...!!!"
"lah...gerai aku banyak,laba penjualan henpon tinggi ay...aku kan juga janji mau kasih kamu 15 juta sebulan kan... kalau mau menikah dengan ku...."
Alex tertawa dan merasa mereka selalu berdebat dengan uang belanja saat berumah tangga kelak. obrolan ringan yang membuat mereka tampak akrab dan juga menjadi sahabat baik sampai saat ini.
di lain tempat Erick sedang berhadapan dengan pak Haris,pak Haris yang baru selesai mandi dan berpakaian santai saat ini menemui Erick diruang kerjanya,
Erick berdiri saat pak Haris datang,tapi pak haris menyuruhnya agar duduk, Erick pun menurut.
__ADS_1
"aku banyak dengar dari seseorang akhir akhir ini tentang dirimu yang menjalin hubungan dengan putri ku ..."
"anda benar...." jawab Erick tegas
"Putri ku memang lemah soal perasaan...dia juga sangat bodoh saat jatuh cinta kepada seseorang,dulu juga begitu saking bodohnya, dia selalu dipermainkan oleh kekasihnya terdahulu,...ia juga ceroboh dalam mengambil keputusan"
Erick terdiam dan mendengarkan pokok masalah yang akan diutarakan oleh pak Haris kepadanya,
"jadi aku berpikir Ayana hanya sedang bodoh saat ini karena salah melangkah untuk kedua kalinya...jadi aku harap kamu bisa mempertimbangkan nya kembali jika kamu akan melanjutkan hubungan ini..."
"saya sangat yakin dengan keputusan ku... Ayana bukan orang bodoh ...dia hanya memiliki hati yang tulus, tergantung dengan siapa ia berhubungan,jika orang itu memiliki hati yang jahat,ia akan melukai dia,,tapi saya...saya tulus menjalin hubungan dengan Putri anda, kami juga berencana menikah setelah tugas saya di Makassar selesai.jika saya memiliki niat jahat dengan putri anda, mungkin sedari dulu saya sudah menjauh,dan menelantarkan saka ..tapi saya tidak karena saya tulus ingin berumah tangga dengan Aya,meski pada awalnya saya mengambil langkah salah untuk mendekati Ayana,saya mohon dengan hormat kepada Anda...agar anda bisa memberikan restu kepada kami,.." ucap Erick dengan wibawa juga tegas.
pak Haris melihat kearah Erick dengan tatapan yang penuh dengan syarat arti, "akhir pekan...kemarilah bersama dengan kedua orang tuamu..., mintalah secara resmi kepada ku.." ucap pak Haris dengan lantang.
.
.
__ADS_1
aigooo.....ada yang tahu ini tandanya apa gengs...🥲🥲ðŸ¤ðŸ™ˆðŸ™ŠðŸ™‰
Instagram eunhyeayu90