
keesokan harinya perdramaan saka juga Ayana tidak terjadi, ketika Ayana berangkat bekerja saka selalu rewel, tapi kali ini tidak karena pak Haris mengajak saka jalan-jalwn untuk mengalihkan pandangan saka terhadap Ayana,
"sudah kamu berangkat sana...ayah masih banyak waktu sebelum ada kunjungan ke jalan xxxx"
"oke... makasih yah ..." Ayana pergi Menaiki kendaraan mobilnya meninggalkan area halaman rumahnya,
di kantor kecamatan
Ayana sedang berjalan disekitar kantor kecamatan, setelah mengecek beberapa ketatausahaan kini ia menuju ruangannya, diperjalanan banyak orang yang menyapanya,ia pun tak lupa membalasnya juga memberikan senyuman ramahnya,tapi pandangannya kini menegang tatkala ia melihat seorang yang sangat ia kenal, langkanya terasa berat, laki-laki itu bersama dengan wanita paruh baya yang sedang memakai pakaian dinas berwarna khaki sama sepertinya,dari arah jauh bahwa dia tidak menyadari keberadaannya, karena asyik mengobrol
Ayana berusaha menetralisir kegugupannya dan berjalan dengan biasa, setelah dengan jarak 2 meter barulah kedua orang beda generasi itu melihat kearahnya, Aya menganggukkan kepalanya, sedangkan laki-laki itu terhenti dan shock melihat penampilannya, YA laki-laki itu adalah Erick, Erick bersama ibunya berada di kantor kecamatan , ternyata Ayana telah menjadi sekertaris camat di daerah tempat tinggal Erick,ini bukan hal disengaja bahkan aya tidak menahu alamat tinggal Erick
"maaf ... Mbak, bisa bertemu dengan sekretaris camat??"tanya bu Arum
Ayana masih shock dan gugup pandangan nya silih berganti menatap ibu didepannya ini juga Erick ,kalau dilihat-lihat Erick juga tak kalah shocknya, laki-laki itu masih tetap sama, terlihat tampan.
"ibu ada perlu apa .." tanya Ayana ramah
"saya mau mengambil berkas DPA di pak camat,tadi saya sudah telepon katanya sudah diterima oleh sekcam??"
"oia ibu ... saya sudah menerimanya..mari silahkan keruangan saya..." ucapa Ayana
bu Arum tersenyum dengan keramahan Ayana, sedangkan Erick tampak diam mengikuti alur yang ada.
diruangan Ayana,bu Arum duduk berhadapan dengan Ayana, sedangkan Erick menunggu dikursi tunggu ,meski dalam satu ruangan ayana mencoba untuk bersikap biasa,
"jadi begitu bu Arum..." ucap Ayana yang selesai menjelaskan terperinci mengenai DPA tadi.
__ADS_1
"iya..iya ..saya sekarang faham, terimakasih mbak Ayana ya .." ucap bu Arum
"iya ibu ..saya Ayana..."
"saya dengar ada sekretaris camat baru cantik masih muda... Alhamdulillah bisa lihat langsung. ternyata memang sangat cantik..."
"ah..ibu .. tidak begitu .biasa saja...saya jadi sungkan..." ucap Ayana yang tidak enak hati,ia juga mencoba melirik kearah Erick ketika Erick pun melihatnya Ayana buru-buru mengalihkan pandangannya
"kalau boleh tahu ..mbak Ayana sudah menikah apa belum??" tanya bu Arum
Ayana kaget, Erick juga tak kalah kaget malah Erick terbatuk batuk mendengar ibunya secara langsung menanyakan itu .
Ayana hanya menanggapi dengan senyuman,ia tidak tahu harus berbuat apa.
"loh ...kok senyumm....saya tanya bener nihhh..."
"belum ya ....?? wah ... kebetulan....ini anak saya...sapa tau mbak Ayana bisa kenalan dulu..."
"ah ..iiyaaa...." ucap Ayana yang semakin tidak nyaman
Erick sangat malu melihat tingkah ibunya yang menyodorkan dirinya, kalau ibunya tahu siapa wanita yang berada didepannya saat ini mungkin tidak bisa diprediksi lagi apa yang akan dilakukannya.
bu Arum kemudian berpamitan kepada Ayana,ia jadi sungkan karena harus berbicara seperti itu kepada wanita cantik yang baru dikenalnya, padahal sebelumnya bu afum juga Ayana sudah pernah bertemu,tapi mereka belum sama-sama menyadari karena waktu pertemuan pertama yang singkat dan itu sudah terjadi setahun yang lalu.
Di jalan, Erick yang menyetir mobil tampak tak menghiraukan ibunya, pikirannya tertuju kepada Ayana,dia juga memikirkan anaknya, mungkin sudah saatnya ia harus bertemu dengan anaknya,bu arum bercerita tentang hal selama Erick berada di Makassar, tidak ada satupun yang masuk kedalam telinga Erick.
sesampainya dirumah,bu arum turun dari mobilnya sedangkan Erick terdiam tidak turun,
__ADS_1
"loh...rick..kamu tidak turun sekalian??"
"aku ada perlu sebentar bu...."
"yasudah... pulang nya jangan malam-malam.."
"baik...*
Erick melajukan mobilnya dengan kencang,dia menuju kearah kantor kecamatan lagi,dia ingin bertemu dengan ayana dan menanyakan keadaan anaknya.
sesampainya di kantor kecamatan Erick masuk dan berjalan menuju ruang ayana tadi, setelah sampai didepan pintu, Erick tampak ragu,tapi kemudian ia mengetuk pintunya.
tok
tok
tok
ayana berjalan membuka pintunya dan melihat ada Erick didepannya, matanya membelalak kaget, karena Erick menemuinya seorang diri
"boleh kita berbicara sebentar??"
.
.
skipp banyak banget dari real life nya😓...gpp wes biar kalian senang karena mereka bertemu kembali...🤠jangan lupa komen like dan tambahkan ke favorit ya🥰 jangan lupa vote juga.. meski level masih sama dan tidak ada kenaikan sama sekali 🥺🥺 melihat pembaca membludak itu membuat ku bahagia 🙈, aku tetap bersemangat menyelesaikan novel ini.aku harap akhir bulan februari ini novelnya kelar yah gengs...🙃
__ADS_1
Instagram eunhyeayu90