
"boleh kita berbicara sebentar??"
Ayana tergugup,ia tidak tahu apa yang ia lakukan saat ini.ini begitu mendadak belum ada kesiapan apapun tentang hal ini.
"tunggu aku sampai jam pulang kantor...aku tidak bisa menyuruh mu masuk karena obrolan kita bukan masalah pekerjaanku.."
"baiklah...aku akan menunggumu diluar.."
Erick berbalik dan melangkah pergi, langkah nya tegas dan tidak ada keraguan.apakah Erick akan marah kepadanya, mengingat pertemuan terakhir nya berlangsung tidak baik.ayana menghembuskan nafasnya berat.
saat jam pulang kantor pegawai kecamatan, Ayana melihat kanan kiri dan tidak menemukan keberadaan Erick, dimana Erick?
tangan Ayana tiba-tiba dipegang oleh seseorang dan menariknya pergi ke dalam mobilnya, Ayana menoleh dan itu Erick.melihat ekspresi wajah Erick, seperti nya Erick marah besar kepadanya
"masuklah..."
Ayana menurut dan masuk kedalam mobilnya Erick, setelah Erick ikut masuk kedalam,mobil itu melaju kencang meninggalkan kantor kecamatan.
di dalam perjalanan, Ayana terdiam dan tidak tahu harus mengawali obrolan seperti apa, melihat tampang Erick yang tegas membuatnya takut.
"bagaimana kabarmu??"
Ayana menoleh kearah Erick,ia sedikit melongo mendengar pertanyaan Erick kepada nya,ayana mencoba mengalihkan pandangan nya kearah depan jalan
"aku baik..."
"anakku bagaimana...dia laki-laki, atau perempuan??"
"laki-laki.." jawab Ayana berhati hati
"apakah uang yang aku kirimkan,kamu sudah menerimanya??"
kali ini Ayana menoleh kearah Erick, " kamu tidak seharusnya mengirimkan uang itu kepada ku ...aku masih bisa bekerja untuknya..."
"dia anakku..dan dia adalah tanggung jawab ku...apa aku harus meminta ijin terlebih dahulu kepada ibunya hanya untuk menafkahi anakku sendiri??"
Ayana yang merasa pokok obrolan Erick mengarah mengintimidasi dirinya, hatinya merasa tergerak ingin meluapkan kekesalannya.
__ADS_1
"Ya!!!! seharusnya kamu meminta izin ku .. karena kamu menaruh uang mu kedalam rekening pribadi ku ...aku tidak mau dicap memakai uang mu dengan alih-alih memanfaatkan Anak sebagai alasannya"
Erick tertegun mendengar Ayana yang meninggikan suaranya, selama ini ayana dikenal pribadi yang santai dan tidak pernah berbicara seperti itu.
"aku tidak berpikir seperti itu... kalau pun kurang aku akan mengirimkannya lagi..."
"tidak!!! uang itu tidak kurang... karena saka masih kecil...dia belum memiliki kebutuhan yang besar..."
"saka??" tanya Erick
"jadi namanya saka???aku ingin bertemu dengannya..." tanya Erick lagi
"kembalikan aku ke kantor kecamatan...aku akan mengambil mobilku terlebih dahulu..."
Erick melirik kearah Ayana sekilas,dia kemudian balik putar menuju kearah kantor kecamatan.
saat ini Ayana sudah memasuki halaman rumahnya, mobilnya juga sudah terparkir digarasi.ia kemudian mengedarkan pandangannya dan melihat Erick yang masih bercengkrama dengan rekan kerjanya dulu di Polda yang saat ini dipindah tugaskan di rumah pak walikota
Erick yang melihat Ayana memandangi nya dia kemudian memotong pembicaraannya,
"aku cabut dulu bang...ada perlu..." sambil mengode pake alisnya
"ada urusan apa....??" tanya rekan Erick
"urusan hati" jawab Erick dengan senyuman
"buset....bandel ya sekarang... berani deketin anak pak walikota...???" tanya rekan Erick yang tampak penasaran dengan kedatangan Erick yang bertemu dengan Ayana
Erick tersenyum karena melihat rekanan nya menjadi heboh karena dia datang untuk menemui Ayana,
"kira-kira dia nerima aku nggak ya bang...?" tanya Erick yang berpura-pura polos dan lugu
"1000% gak mau... bahkan jabat tangan pun dia gak mau. siapa yang mau sama duda... levelnya sudah beda"
"benarkah??? kalau aku bisa dapetin dia bagaimana??" tanya Erick yang semakin getol menggoda rekan nya
"ya itu keajaiban dukun ..!!!"
__ADS_1
"masih percaya dukun?? hehehe...dasar ...aku masuk dulu bang..."
"oke ..oke..."
Erick berjalan menuju pintu masuk rumah Ayana,disana ayana sudah berdiri dan membuka pintunya,
"masuklah .... silahkan duduk .." ucap Ayana
Erick pun mengikuti arahan Ayana,dia duduk dirumah bergaya minimalis luxury itu .
Ayana masuk kedalam rumahnya dan menuju ke kamar anaknya,saka saat ini bermain dengan baby sitter nya,
"saka ..mama sudah datang sayang ...."
saka menoleh kearah ibunya dan berlari,dia pun memeluk ibunya dengan erat .
"ikut mama ya nak....." ucap ayana lalu menggendong anaknya
"bik... siapkan mandi sorenya buat saka...aku akan mengajak saka turun kebawah .."
"baik non..."
Ayana kemudian turun ke lantai bawah menunju ke tempat Erick,
celotehan saka dapat didengar oleh Erick, Erick secara spontan menoleh dan mendapati Ayana menggendong saka,bayu berusia 1 tahun lebih itu sangat tampan, alisnya yang tebal kulitnya yang putih dan bersih,juga memperlihatkan giginya tumbuh 4 gigi itu terlihat menggemaskan, Erick berdiri dan menuju saka dan Ayana,
"ini anakku??" tanya Erick yang terharu matanya terlihat berkaca-kaca
Ayana mengangguk, " iya ... namanya saka!!"
Erick mengambil alih saka dari Ayana,dia menggendongnya,saka lalu memegang wajah Erick dengan senyumannya
.
.
🥺🥺🥺 terharu banget nggak siih .. akhirnya bertemu dengan anaknya....
__ADS_1
Instagram eunhyeayu90