TERLARANG:SUAMI ORANG LEBIH MENANTANG

TERLARANG:SUAMI ORANG LEBIH MENANTANG
part 58


__ADS_3

Ayana kemudian menjaga jarak dari Erick, tapi Erick malah menarik tangan ayana dan menggenggamnya.


gelagat mereka pun tetap diawasi oleh om Fahmi juga tante Gita,


"maaf..saya telah lancang datang kemari.."


"kamu bisa lepaskan tanganmu itu dari keponakan ku ...aku melihat ketidak nyamanan dari wajah keponakan ku .kamu bisa terjerat pasal tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan yang tercantum dalamĀ Pasal 335 ayat (1) KUHAP dengan ancaman 1 tahun penjara "


Ayana yang tidak mau masalah melebar akhirnya melepaskan genggaman tangannya pada Erick,


"maaf om...dia akan segera pulang..kami sudah selesai berbicara..." ucap Ayana


Erick menoleh tak percaya dengan Ayana,secara tidak langsung Ayana telah mengusirnya dari rumah ini.


om Fahmi melihat kearah Erick dan Erick pun sebaliknya dia juga melihat kearah om nya, Erick yang tidak mendapatkan respon baik dari keluarga om Fahmi kemudian pamit pergi


"maaf... sepertinya kedatangan saya telah menganggu kalian..." ucap Erick dengan melihat kearah om Fahmi juga Ayana


"saya pamit pergi ..." ucap Erick kemudian


langkah cepat Erick pergi meninggalkan rumah mewah itu membawa kekecewaan yang teramat dalam, penolakan dan penolakan lagi yang dia dapatkan.


Aya yang tidak kuat kemudian pergi dari hadapan om dan tantenya,ia juga menaiki tangga rumah itu menuju kamarnya.


sedangkan om dan tante aya, saling berpandangan


"apakah tadi .. laki-laki beristri itu??"

__ADS_1


"melihat interaksi mereka sepertinya...benar..."


"aku baru melihat sepasang Romeo dan Juliet versi nyata hari ini..." ucap Tante Gita


om Fahmi tersenyum mendengar ucapan istrinya, "apa itu membuat mu terhibur??"


"terhibur?? jangan bercanda sayang...aku bahkan tidak bisa makan untuk beberapa hari kedepan jika melihat ayana seperti tadi...aku tahu jalan mereka salah ..tapi apa tidak sebaiknya kita lepaskan saja mereka... mereka sendiri yang akan menjalani kehidupannya.pahit manis mereka akan merasakannya sendiri... sudahlah..kita jangan kolot..."


"kakak sangat menjunjung norma-norma sosial bermasyarakat... tidak ada didalam kamusnya untuk memaafkan perbuatan tercela seperti itu .ya..kita lihat saja nanti .. perasaan akan membolak-balik kan keadaan mereka... sudah jangan dipikirkan..."


om Fahmi kemudian merangkul istrinya dan mengajaknya berjalan masuk kedalam rumah.


sesampainya di rumah, ditengah malam.erick berjalan gontai .tak seperti awal dia berangkat, malam yang larut membuat perasaannya menjadi kalut juga pasrah dengan keadaan adalah hal yang dia lakukan.


"jam berapa ini rick..." tanya pak galih yang baru keluar dari kamarnya dan melihat jam menunjukkan jam setengah 1 dini hari


"yasudah cepat istirahat... penerbangan mu kan jam 6 pagi"


"baik..." ucap Erick dengan lirih


Erick melanjutkan langkahnya menuju kamarnya sedangkan pak galih hanya bisa menghela nafasnya berat


di Bandung


Ayana tidak bisa tidur,ia memikirkan kondisi Erick saat ini, sejak pertemuan nya tadi beberapa jam yang lalu pikiran dan hatinya menjadi tak tenang.apakah dirinya bisa melewati semuanya dengan baik, apakah Erick tidak akan menemui nya lagi?


"Erick.... semoga kamu bisa mengerti keadaan ku tadi ...." ucap Ayana dengan lirih

__ADS_1


keesokan harinya, bandara internasional Soekarno Hatta penerbangan domestik


Erick sudah berpakaian seragam dinas lengkap juga membawa 1 koper besar dan tas ransel dipunggungnya.


dia diantarkan oleh pak galih , karena profesi bu Arum yang sebagai kepala sekolah disebuah sekolah menengah atas tidak dapat ikut mengantarkan anaknya dengan waktu sepagi ini.sedangkan pak galih yang sudah purnawirawan polri memiliki waktu senggang.


"kamu hati-hati disana, jaga sikap..." ucap pak galih memberi nasihat


"baik yah..."


Erick kemudian mencium tangan ayahnya, "yah..."


"apa??"


"jaga kesehatan.. "


"tentu....sudah sana..."


Erick mengangguk, Erick kemudian menarik kopernya dan pergi meninggalkan ayahnya.


.


.


selamat tinggal erick....🄲


Instagram eunhyeayu90

__ADS_1


__ADS_2