
Pukul 10 pagi, Aleeson menggunakan gaun berwarna nila panjang semata kaki bermaksud ingin membeli bunga di kota dengan berjalan santai dari rumahnya. Aleeson gadis cantik rupawan namun tak ada yang akan menyangka bahwa gadis cantik ini sangat mematikan jika di ganggu. Dia seorang anggota militer dengan pangkat tertinggi sebagai seorang Jendral Bintang 5 dengan rekor Jendral termuda Kobash.
Seorang Jendral seperti Aleeson mendapatkan fasilitas rumah negara yang dekat dengan pangkalan militer angkatan darat. Gedung kepresidenan hanya berjarak 10 menit jarak berlar dari kediamannya.
Kobash belum menjadi negara yang indah seperti negara-negara dunia lainnya karena Kobash diserang oleh negara Marcat dalam waktu yang lama. Saat ini Kobash telah di jajah selama 10 tahun oleh Marcat, sejak pertama negara penjajah itu datang ke Kobash.
Aleeson berasal dari keluarga miskin pinggiran kota, ayah Aleeson bekerja sebagai buruh pembuat gula dekat pemukiman mereka tinggal. Sedangkan ibunya hanya buruh cuci pakaian dirumah tangga orang lain.
Suatu hari tentara angkatan darat yang dipimpin oleh komandan Sam melewati daerah tempat tinggal Aleeson. Komandan Sam terkenal ramah dan selalu siap membantu rakyat Kobash yang dalam kesulitan. Berjalan beriringan sangat keren, semua warga melihat para tentara lewat dan bersorak menyemangati. Aleeson hanya berusia 14 tahun saat itu. Orang tua Aleeson keluar untuk melihat para tentara. Tak di sangka, serangan mendadak dari militer Macrat menyerang dengan pengecut. Menghujani tentara Kobash dengan peluru tembakan. Warga berlarian tunggang langgang menghindari tembakan. Tentara Macrat keluar dari sudut kandang kambing arah utara. Aleeson memperhatikan gerakan Komandan Sam yang terlihat lambat bagi Aleeson. Saat Komnadan Sam hendak ditembak Alesoon berlari sekuat tenaga untuk mendorong pria besar yang bagi Aleeson badannya keras seperti batu. Dorongan Alesoon menyelamatkan Komandan Sam dari penembak pengecut itu. Dengan isyarat dari mata Alesoon, Komandan Sam menembak ke pengecut tersebut tepat menganai mata kirinya. Ibu Aleeson bereaksi terhadap gerakan anaknya menyelamatkan Komandan Sam khawatir , dan menjerit. Tentara Macrat langsung tahu kalau itu adalah ibunya.
" DORR.."
tembakan itu mengenai tepat di kepalanya. Ayah Aleeson tahu keluarganya dalam bahaya besar, tapi terlambat tentara lain menembaki ayah Aleeson tanpa belas kasih. Aleeson ingin bangun membantu ayah dan ibunya tetapi di tahan oleh Komandan Sam yang berlari sekuat tenaga memegangi Aleeson yang berteriak histeris. Aleeson tak dapat melakukan apa-apa. Padahal Aleeson sudah dilatih dari kecil oleh ayahnya. Aleeson berlatih semua ilmu bela diri dan bertahan hidup. Melihat ayahnya bersimbah darah sungguh membuat Aleeson tidak tega. Beberapa pemuda tempat Aleeson tinggal keluar membawa rudal dengan cepat lalu menembakan ke arah tentara Macrat. Hingga tubuh mereka semua tercerai-berai menerima serangan rudal tersebut.
Komandan Sam memastikan keadaan sekitar aman lalu melepaskan cengkraman kuatnya dari Aleeson. Melihat orangtuanya berlumuran darah Aleeson histeris menjerit, memukul-mukul tanah. Komandan Sam memeluk erat anak kecil pemberani yang menyelamatkannya dan tentara Kobash lain. Aleeson ingin meraih tubuh ayahnya lirih berkata " maafkan aku, maafkan aku ayah ibu".
Aksi penyelamatan heroik Aleeson menjadi perbincangan. Bukan satu atau dua saksi mata yang membicarakan kisah berani Aleeson menyelamatkan Komandan Sam melainkan satu desa. Di serangnya tentara Marcat di daerah kota pinggiran tersebut merupakan angin segar di dunia kemiliteran Kobash. Dengan tersebarnya berita kemenangan Kobash atas Marcat Komandan Sam meminta ijin badan hukum negara untuk merawat Aleeson sampai dia bisa menentukan masa depannya sendiri dan disetujui. Padahal inti pengadosian adalah menyembunyikan Aleeson dari berita yang akan menyabar bahwa Aleeson ikut menyerang tentara Marcat.
Aleeson sekolah hanya sampai tingkat atas saja lalu ikut Komandan Sam latihan kemiliteran. Tetapi yang di rasa oleh Aleeson sangat berbeda dengan yang ayahnya ajarkan. Ayahnya mengajarkan setiap latihan adalah hidup dan mati. Aleeson pernah di perintahkan ayahnya mengambil sarang lebah yang tingginya sekitar 15 meter tanpa menggunakan apapun dan berhasil. Aleeson menceritakan pengalamannya itu dan meminta Komandan Sam mengganti segala pelatihan angkatan darat. Yang dipikirkan oleh Komandan Sam adalah, ia sudah menganggap Aleeson adalah putri kecilnya sendiri. Dalam hati kecilnya, ia tidak ingin Aleeson terluka lebih dari ini.
Perkembangan pesat Aleeson sangat mengaggumkan. Sedikit demi sedikit Komandan Sam percaya dengan kemampuannya. Membandingkan dengan metode yang Aleeson miliki, hasilnya sangat mengesankan. Semua tentara militer angkatan darat menjadi lebih mudah mengambil kepuutusan. Komandan Sam tetap tidak setuju pengangkatan Aleeson di usia 17 tahun, karena dengan negara memberikan penghargaan kepada Aleeson. Dengan sangat mudah Macrat menargetkan ke Aleeson.
Dibawah petunjuk dan strategi dari Aleeson, Kobash berhasil merebut kota Tund untuk pertama kali sepanjang penjajahan.Kemenangan pertama kalinya itu membuat Aleeson sebagai aset dan rahasia top negara. Identitas Aleeson disamarkan dan tidak akan ada wartawan yang dapat meliput tentang Aleeson. Kobash menampilkan seorang aktor di balik keberhasilan ini.
Aleeson berjalan ke pusat kota Tund hendak membeli bunga untuk kamarnya. Usia Aleeson sekarang berusia 20 tahun, ketika berjalan Aleeson melihat 5 mobil SUV yang ngebut ke arah Gedung Presiden. Perasaan Aleeson tidak enak sekali, dan meninggalkan bunga yang dipegangnya. Berlari sambil mengeluarkan telepon genggamnya
" Sam, keluarkan pasukan elit presiden dalam bahaya" kata Aleeson serius kepada Komandan Sam.
" Hei, kau tidak bisa sembarangan!. Tunggu kami datang Aleeson." Sam sedikit kesal dengan Aleeson karena selalu tidak ingin menggunakan tim. Seketika Aleeson menutup teleponnya, helikopter Kobash mengiringi Aleeson menuju gedung presiden. Aleeson bersiap mengeluarkan senjatanya berjalan menyusup gedung, dandanan Aleeson hari ini sangat cantik semua yang melihatnya tak akan menyangka bahwa dia seorang militer berbahaya.
Aleeson berlari tanpa suara menuju ruang Presiden, banyak yang tergeletak di lantai sangat mengerikan melihat pemandangan ini. Aleeson mulai mengendap mengeluarkan cermin dari tasnya. Kondisi aman lalu masuk terus ke dalam. Aleeson tidak mengeluarkan pistol dari tasnya melainkan topi, karena dia tidak ingin ada yang mengenalinya. Aleeson merias asal-asalan wajahnya. Jadi harus di pastikan mereka tidak akan mengingat wajah Aleeson. Maka alis tebal aneh Aleeson akan menarik perhatian penyelundup karena sangat jelek dan tidak simetris.
Naik ke lantai 7 Aleeson berjalan percaya diri. Lalu bertemu sekitar 9 orang berjas hitam dan berkacamata berada di luar ruangan presiden, mereka pemberontak. Aleeson sedikit pemanasan menggerak-gerakan tubuhnya dan sedikit tersenyum.
" Ini bukan tempat bermain untuk orang jelek" sambil tertawa nakal seorang pria mendekati Aleeson.
__ADS_1
" Tuan, inikan bukan tempat untuk pecundang! " Aleeson membalas ejekan pria berjas hitam dan menendang hingga keluar memecahkan salah satu kaca jendela gedung lantai 7. Kerasnya suara kaca jendela yang pecah menarik perhatian semua orang disana.
" Astaga, maaf aku tak berniat menjatuhkan mu!." Aleeson tulus, dengan tatapan tidak main-main.
Mereka dengan posisi bertahan Aleeson lari menyerang, ke delapan pria ini kaget dengan kemampuan bertarung jarak dekatnya. Aleeson langsung menyerang bagian vital lawan-lawannya. Kedelapan pria tersebut terkapar, tak membuang waktunya. Aleeson masuk ke ruang presiden. Tanpa Aleeson sadari, dia dipukul seseorang dari belakang membuatnya rubuh jatuh ke lantai.
" Oh tuhan dari pihak mana mereka?" Aleeson bertanya dalam pikirannya.
" Apakah aku pingsan ?" Aleeson perlahan membuka matanya.
" Kau gadis jelek psikopat rupanya" kata seorang pria brambut keriting. Aleeson akhirnya bisa menguasai diri. Duduk dengan tenang dan mengusap kepala belakangnya mengecek berdarah atau tidak. Ternyata batok kepalanya sekeras batu. Pukulan yang menghantamnya tadi tidak berhasil membuat kepalanya bocor.
" Pak Presiden, kau baik-baik saja ?" Aleeson melihat presiden duduk di kelilingi beberapa pria bertubuh besar.
" Aku baik-baik saja gadisku " presiden Cleo menjawab dari kursi kepresidenannya jauh dari Aleeson.
" Kau percaya padaku ?" kata Aleeson lagi.
" Kau memilihku sebagai Presiden, apa yang ku ragukan kembali ?" jawab Presiden Cleo.
" Om, letakan barang-barangku. " Aleeson tidak di ikat, karena kepercayaan diri para penyelundup yang merasa bahwa Aleeson hanya seorang gadis kecil yang lemah. Suara helikopter lama-kelamaan mendekat dan keras sekali, tapi ada juga suara pesawat jet mendekat. Aleeson terlalu lama mengulur waktu.
" Sialan" Aleeson menyeruduk paman yang memeriksa tasnya.
"DOR DOR DOR"
Suara tembakan meleset menyerang Aleeson. Kartu atm berhasil direbut dengan bunyi " KRAK" Aleeson mematahkan lehernya.
Yang lain berusaha meraih Aleeson hingga melupakan Presiden Cleo. Karena bertubuh kecil, Aleeson sangat lincah meyelip dan menunduk menghindari penyelundup. Berlari lagi ke arah Presiden Cleo.
" Ayo gadis kecil, cepat." ternyata Presiden punya pintu rahasia. Presiden masuk lebih dulu, Aleeson lari sekuat tenaga menyusul Pak Presiden. Lalu masuk ke seluncuran yang sangat terjal merosot ke bawah.
"KYAAAAA" Alesoon berteriak kencang.
Aleeson merasa seluncuran ini melewati ruang bawah tanah rumah penduduk sekitar cepat sekali membuat gaun yang dipakainya terangkat. Presiden Cleo orang terhormat, ia tak mungkin mencuri kesempatan mengintip Aleeson yang ketakutan. Beberapa waktu kemudian mereka sampai di ruang bawah tanah dan naik ke atas tangga. Begitu keluar dari ruangan terdengar ledakan keras sekali, langkah Aleeson terhenti sehingga Presiden naik keluar ruangan lebih dulu. Aleeson berusaha menguasai diri dan melangkah maju.
__ADS_1
Tiba-tiba seorang lelaki tegap meraih tubuh Aleeson dan memeluknya erat.
" Kau akan kuhukum, kau anak perempuan b$#1nGan. Kau tukang membantah! " Kata Sam jelas sekali nada kekhawatirannya tidak ditutup-tutupi. Aleeson membiarkan ayah angkatnya memeluknya sampai puas hingga ia melepaskannya sendiri. Wajahnya agak memerah karena dilihat banyak prajurit lain.
" Maaf, Presiden akan mati jika menunggu saja sambil dipukuli Sam " Aleeson menepuk-nepuk pundak ayah angkatnya itu.
" Kau mengenal mereka?" Sam kembali sadar akan posisinya dan bertanya ke anaknya sangat tegas. Sebenarnya sedikit menaikan alisnya begitu melihat riasan aneh Aleeson.
" hmm, aku memb3n3h angkatan laut yang kau ceritakan ayah. Maafkan aku, sungguh aku tak bermaksud. Aku menahan diri, ia menyerangku membabi buta. Tetapi aku menendangnya keluar jendela" Aleeson berhenti disitu.
" Semoga Tuhan mengampunimu, nak" Kata Sam.
" Yah, setelah aman aku akan minta ampun kepada Tuhan" nada bersalah Aleeson ketara sekali.
" Dia sangat mahir Sam, apakah dia.. ?" Presiden menyadarkan ayah dan anak itu.
" Dia berlatih sendiri Pak Presiden, aku hanya memberinya uang untuk belajar supaya menjadi dokter, guru, atau artis saja" Sam sedikit tersenyum memberitahu Presiden.
" Dan akhirnya dia menyelamatkan Presiden sendirian, Sam" kata Presiden Cleo.
" Mereka berbahaya, mengiginkan diriku untuk dibawa. "
Suasana menjadi hening. Jendral Sam berpikir keras, tetapi wajahnya tetap saja sedih.
Kemungkinan Presiden hidup di Kobash sangatlah kecil, maka dari itu Presiden Cleo harus segera di ungsikan ke tempat paling aman yaitu Marcat. Bagi Sam, tempat yang paling aman adalah daerah musuh itu sendiri. Aleeson berlari memeluk Sam menangis sendu sekali, Aleeson merasa seperti kehilangan ayah dan ibunya.
Menggenggam erat baju ayah angkatnya " izinkan aku membantu disini, ayah" .Sam memeluk erat anaknya, markas menjadi sepi para prajurit melihat Aleeson untuk pertama kalinya menangis.
Keputusan Sam mengirim Aleeson untuk menjaga presiden sudah lama dipikirkannya. Karena hanya bersama Aleeson lah Presiden Cleo akan aman.
" Dengarkan aku, kalian kau harus berbaur disana Aly. Sekolah yang benar, jangan memiliki pacar, mengerti ?" sambil menyerahkan tas besar dan koper kepada Aleeson.
" Kau jangan pernah memberitahukan identitasmu yang sebenarnya. Anggaplah Presiden Cleo sebagai ayahmu sendiri".
Untuk pertama kali seumur hidupnya, Aleeson merasa kalah kepada dunia.
__ADS_1