Teroris Kecil CEO

Teroris Kecil CEO
Boho


__ADS_3

Dylan dan Aleeson selesai sarapan berjalan cepat menuju ruangan Dylan. Aleeson dapat menyeimbangkan langkah kaki Dylan yang dua kali lipat dari langkah kaki Aleeson sendiri. Dapat dibanyangkan kekuatan luar biasa fisik Aleeson yang hanya memiliki tinggi badan 155cm saja. Dylan duduk dikursinya diikuti Aleeson yang berdiri di samping Dylan duduk.


" Kau lucu sekali, sangat menggemaskan " tawa Dylan pecah diruangannya, tak dapat ditahannya lagi. Perubahan wajah Dylan terlihat jelas jauh lebih muda di bandingkan wajah seriusnya yang menawan. Sedangkan suara tawa Dylan yang membuat Aleeson kesal setengah mati.


" Ku 6un2h kau! " Aleeson merasa sangat dipermalukan dengan kata " menggemaskan " dari Dylan. Bukannya marah mendengar ancaman Aleeson yang ingin mem6un2hnya, tawa Dylan semakin keras.


" Aku benar-benar tak habis pikir mempekerjakanmu sebagai penjagaku " di sudut mata Dylan mengeluarkan air dengan tawa tetap keras.


" Aku benar-benar terhibur dengan langkah kaki kecilmu yang menyeimbangkanku" tangannya menepuk-nepuk lututnya. Rasanya wajah Aleeson terbakar panas mendengar perkataan Dylan. Dia merasa baik-baik saja dengan langkah kakinya.


" Ehm" suara dehaman Aleeson di maksudkan memperingatkan Dylan untuk berhenti tertawa.


" Alright, sorry " Dylan mengusap air matanya yang terbahak-bahak menertawakan Aleeson. Dylan mengatur nafasnya lebih beraturan sekarang.


" Berapa sih tinggi badanmu ?" pertanyaan Dylan masih menyindir.


" 155cm kau masalah dengan itu ?" Aleeson pindah kini berdiri di depan Dylan.


" Tidak, aku tak masalah dengan tinggimu. Maafkan aku" kedua tangan Dylan digerakan depan dadanya menenangkan asisten yang baru di pekerjakannya itu.


" Aku hanya kagum dengan gadis selucu Alesson sangat mematikan." Dylan mengatakannya dengan sungguh-sungguh.


" Aku tidak mengerti. Kau menyindirku ?" Aleeson memiringkan kepalanya, tidak paham maksud dari perkataan bosnya.


" Begini, Marcat memiliki standar tinggi badan untuk mengikuti pelatihan kepoloisian, tentara, ataupun angkatan. Tapi kau, 155cm menjadi seorang pasukan yang sangat berbahaya. Bukankah ini merupakan hal yang cerdik ? " Dylan kelihatan menahan tawa lagi.


" Kau tidak terdengar kaggum, Dylan" Alesson membuka kedua tangannya. Kembali pada posisinya di belakang Dylan, memutuskan dia harus terbiasa dengan ejekan bosnya.


Dylan mulai menandatangani dokumen-dokumen yang menumpuk di atas meja kerjanya. Aleeson mengambilkan air putih dan diberikan kepada Dylan. Ada rasa kagum pada Aleeson yang memperhatikannya mengingat Aleeson adalah pasukan dari negara musuh.

__ADS_1


Telepon di meja Dylan berbunyi, Aleeson menjawab telepon tersebut yang ternyata dari lantai bawah mengatakan bahwa orang-orang dari Delluce telah datang. Dylan dan Aleeson langsung berangkat menuju lantai 10.


Sekitar 5 orang yang telah datang dari perwakilan Perusahaan Delluca. Semuanya telah di persilakan duduk oleh Dylan. Blu Cyber sendiri hanya membawa Aleeson yang telah di perkenalkan oleh Dylan sebagai Asisten Pribadinya, jadi kelak ada masalah apapun selanjutnya akan di tangani oleh Aleeson.


Pertemuan antara Delluce dan Blu Cyber berlangsung selama 5 jam. Dylan mengubah semua jabatan orang-orang yang masih berguna baginya di Delluce. Sedangkan Dylan mempercayai Delluce kepada Ryan nantinya sebagai Direktur utama. Aleeson memperhatikan dengan teliti cara berbisnis Dylan yang sangat berkharisma. Perusahaan diganti namanya Delluce del BC oleh Dylan. Pertemuan akhirnya berakhir, Dylan dan Aleeson langsung meninggalkan ruang pertemuan.


" Lebih baik kau suruh aku menangkap ikan hiu daripada duduk selama 5 jam begitu." Aleeson menggerakan tubuhnya ke kiri dan ke kanan.


" Ini jauh lebih cepat dar pada sebelumnya, biasanya meeting dengan Delluce bisa seharian." Dylan tersenyum melihat aksi Aleeson yang menggoyang-goyangkan tubuhnya.


" Apa kau bilang? sungguh membosankan menjadi kau " Aleeson membayangkan dirinya mejadi Ryan yang akan menjadi Direktur dan harus meeting dengan Dylan sampai 3 hari lamanya.


" Apa kau baik-baik saja ? " Dylan menyentuh bahu Aleeson " Ayo kita makan siang "


Aleeson di sadarkan dari lamunan meeting antara Ryan dan Dylan yang berlangsung 3 hari tersebut lalu berjalan di belakang Dylan.


" Kau berjalan disampingku saja tidak apa-apa. Sangat menggemaskan melihat kau di belakangku. " Dylan menarik tangan Aleeson sampai berada disampingnya.


" Tidak, kau tahu tubuhku penuh bekas luka. "


" Maafkan aku "


" Tidak apa-apa, kau tidak harus meminta maaf padaku. Hanya saja masa kecilku sangat keras " Aleeson hanya menjawab dengan senyuman. Bagi Dylan, senyuman Aleeson terlihat sangat pedih.


" Kita ada pertemuan di rooftop Hotel BC, aku membuat kolam berenang disana " kata Dylan. Aleeson tidak menjawab hanya mengikuti langkah kaki Dylan saja terus melaju menuju tempat mereka makan siang.


Seperti biasa, Aleeson melahap makanannya dengan terburu-buru. Dylan memilih restauran Cina yang kelihatan sekali Aleeson menyukai makanan yang dimasak disitu. Dylan memesan makanan yang banyak sekali akan tetapi hanya makan sedikit lalu minum kopi melanjutkan pekerjaannya di tab-nya.


" Kau harus makan yang banyak Dylan. Jangan bekerja terus nanti kau m4t1 tahu " perkataan Aleeson tersebut membuat Dylan tertawa. Aleeson diam saja sambil mengambil ayam kecap di meja yang dapat berputar, tidak terlalu ambil pusing tawa Dylan tersebut.

__ADS_1


" Aleeson, pada pukul 9 malam ini kta akan bertemu dengan Vai Warner. Ia mengadakan pesta di hotel ini, ia clientku. Amankan tempat, lindungiku saat berada disana."


" Apakah ia seorang penyuka sesama jenis ?"


" Bukan, ia seorang Gypsy "


" Dylan, aku tidak mengerti. Katakan dengan jelas " mulut Aleeson penuh dengan makanan.


" Aleeson, Vai memiliki seorang ibu yang menjadi penyihir terkenal. Memang ia baik dan tidak pernah mengkhianatiku. Tetapi, berhati-hati juga tidak salahkan ?" Dylan mengangkat alisnya sebelah melihat Aleeson makan belepotan di pipinya. Tersenyum lalu mengambil tisu dan memberikannya kepada Aleeson mengisyaratkan untuk membersihkan wajahnya.


" Kau tidak perlu takut Dylan, akan ku hajar dia jika menyihirmu!" tangan Aleeson menepuk dadanya meyakinkan. Membuat Dylan tersenyum.


" Mungkin kapan-kapan kita harus latihan bersama " Dylan meminum kopinya.


" Aku bisa mengajarimu tapi tidak banyak karena kau musuh." Aleeson membersihkan wajahnya dengan tisu yang diberikan Dylan.


Dylan memperhatikan jam tangannya menunjukan pukul 5 sore. Ia memanggil pelayan untuk membayar tagihan makanannya. Seorang pelayan cantik yang kelihatan sekali sangat gembila di panggil oleh Dylan, Aleeson memperhatikan pelayan tersebut terhasut ketampanan Dylan. Setelah kartu Dylan dikembalikan mereka keluar restauran.


Saat memasuki lift Dylan menekan tombol menuju lantai dasar, menuju parkiran mobil. Aleeson mengikuti sambil melihat-lihat ke kiri dan ke kanan. Dylan masuk ke sebuah mobil Rolls-Royce Hyperion Pininfarina, melihat mobil Dylan yang sangat mewah membuat mulut Aleeson terbuka sangat lebar. Dengan bunyi pedal gas yang diinjak oleh Dylan, Aleeson baru tersadar dan cepat-cepat masuk ke mobil Dylan.


" Kau tahu mobil ini ?" tanya Dylan dalam perjalanan.


" Siapa yang tidak tahu Roll-Royce ?" balas Aleeson sambil mengusap dashbor mobil.


Dylan tersenyum sambil melirik ke jalanan, menginjak gas dengan kecepatan tinggi. Aleeson berpegangan sambil melihat ke Dylan agak terkejut bosnya menyukai kecepatan.


Ternyata belum ke tempat pesta orang Gypsy melainkan ke toko pakaian "Hobo".


" Mengapa kita disini?" Aleeson memiringkan kepalanya.

__ADS_1


" Berganti pakaian tentu saja. Vai mengadakan pesta kostum, untuk menyenangkannya kita menggunakan kostum ala Bohemian." Dylan menarik tangan Aleeson untuk masuk ke dalam toko pakaian.


__ADS_2