Teroris Kecil CEO

Teroris Kecil CEO
Kejujuran Ryan


__ADS_3

" Ryan akan memberikan kontrak kerjamu besok, kau harus baca kontrak kerja dengan baik atau kucabik-cabik kau. Aku tak peduli seberbahaya apa kau, Aleeson. Tapi aku mengenal kau sebagai seorang gadis biasa bukan p3m6unu4."


" What ? are you crazy ?" Ryan sedikit menjerit. " Aku menjagamu mati-matian Dylan. Kau malah membiarkan saja psikopat ini bekerja di perusahaanmu."


" Sekarang, ceritakan pada ku. Bukankah kau harusnya menunggu misi selanjutnya ?" Dylan mengulangi topik yang awalnya Aleeson permasalahkan. Yaitu keluarnya Ryan dari angkatan Marcat.


" Mereka menembaki warga sipil. Komandan mengatakan bahwa kami datang ke negara Kobash untuk melindungi warga disana dari krisis pangan. Hingga kami mempunahkan satu desa, sampai tak ada dari mereka yang selamat ." Ryan sambil menengok ke arah Aleeson, sekalian memperlihatkan wajah jujurnya mengatakan hal tersebut.


" Baiklah, aku tahu cerita selanjutnya." Aleeson menyela. Dylan memasang wajah tidak puas Aleeson memotong Ryan saat berbicara.


" Dengar Dylan, jika benar Ryan adalah tentara sekarat yang aku tolong. Marcat sebenarnya datang untuk mengambil alih Kobash." Aleeson menoleh kepada Dylan. " Kau dalang dari penyerangan ini? " Aleeson melirik sedih sekali karena teringat kematian ayah dan ibunya yang di tembak. " Kau kaya dan memiliki pengaruh besar di negara ini"


Dylan diam saja lalu melihat jam tangannya, lalu menelepon seseorang untuk mengatakan batalkan meeting.


" Aleeson pulanglah pukul 03.00, beli pakaian untuk kau mulai bekerja besok" Dylan pergi meninggalkan ruangan dan Aleeson diam saja.


" Aku bingung ingin bicara apa padamu" Ryan gugup tetapi Aleeson duduk tanpa suara.


" Dengar Ryan, aku tidak merasakan suatu hal yang berbahaya atas dirimu. Jadi tenang saja aku tidak menyerang"


" Bukan itu maksudku. Kau benar-benar top secrets, hingga seorang presiden bersamamu" Ryan memandang Aleeson dari atas hingga kebawah. Aleeson merasakan pandangan yang di lontarkan oleh Ryan sangat menyebalkan.

__ADS_1


" Kita memiliki tujuan yang berbeda, karena negaramu adalah negara yang menyebalkan. Kau tidak sanggup menyaksikan sendiri kebrutalan negaramu, makanya kau berhenti. Untung saja keluargamu terpandang di negri Marcat ini, jadi kau aman ." Aleeson tersenyum cantik sekali.


" Yeah, kau benar. Tujuanku membawa kedamaian. Karena melihat banyak hal yang mengerikan. Rasanya bia ku mulai dari keluargaku sendiri saja dulu."


" Kau harus bermental baja" kata Aleeson lagi. " Aku pulang dulu, sampai ketemu besok Ryan" bergegas keluar ruangannya pergi menuju butik favoritnya, dalam hatinya Aleeson senang sekali tidak harus memikirkan uang.


Sambil berjalan Aleeson sedikit berpikir tentang kepribadiannya, ternyata masih ada yang percaya dengannya di negara Marcat. Sambil tersenyum cerah, Aleeson berjalan dengan riang.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Pagi ini Aleeson berangkat sambil lari pagi pukul 6. Dia mengingat perkataan bosnya " asisten pribadi " itu berarti dia akan ikut kemanapun Dylan pergi dan selalu siap melindunginya, itu berarti Aleeson harus latihan kembali dan menambah kekuatannya dari pada sebelum dia berada di Marcat. Untuk saat ini Aleeson hanya dapat berlari sambil mengagap segala hal yang berada disekitar jalan tersebut sebagai alatnya berlatih. Aleeson menaiki jembatan tanpa menggunakan tangga ataupun alat bantu lainnya, melainkan hanya memanjatnya. Aleeson melakukannya dengan sangat keren. Nafas Aleeson masih baik-baik saja begitu sampai di depan kantornya. Aleeson masuk ke dalam lift masih menggunakan pakaian olah raganya yang basah penuh dengan keringat. Pipi Aleeson merah merona karena keringat yang membuat suhu tubuhnya naik menjadi panas.


" Bos bau k3n7ut, sialan. Mencoba menyembunyikan catatan pekerjaanku supaya hari ini aku terlihat kikuk rupanya" dengan sigap Aleeson membaca tugasnya satu persatu.


Beberapa catatan yang Aleeson baca telah di ingatnya dengan baik. Pada pukul 7 malam Dylan harus menghadiri perjamuan kolega di hotel bintang 5. Pukul 9 Dylan harus pulang kerumahnya untuk diskusikan perkembangan kapal selam yang akan di hibahkan pada negara.


" Aku kira menjadi bos sangat enak. Ternyata sangat membosankan " Aleeson menghela nafas panjang melihat banyaknya jadwal pertemuan Dylan. " Aku harus semangat di hari pertamaku ini. "


Aleeson mulai merapihkan diri, mempersiapkan penampilannya di depan umum pada saat meeting nanti. Agar merasa selalu nyaman, Aleeson tetap menggunakan rok di atas lututnya untuk memudahkannya bergerak. Uang yang di berika bosnya kemarin dibayarkan uang kuliah dan perlengkapan untuk pekerjaan barunya. Aleeson dengan sigap melihat pintu masuk karena mendengar bunyi langkah kaki.


" Selamat pagi Bos " Aleeson sengaja membuat penekana nada pada kata "bos" untuk membuat Dylan sadar didirnya telah berada di ruangan.

__ADS_1


" Selamat pagi Aleeson, penamilan yang mengesankan. " Dylan memuji Aleeson pagi ini sambil tersenyum menawan.


" Thanks "


" Siapkan dokumen pembelian saham perusahaan Delluce. Pagi ini jam 9 kita akan bertemu mereka di lantai 10 untuk penandatanganan. "


Dylan CEO yang rajin datang sepagi ini ke perusahaannya sendiri. Aleeson mulai sedikit merubah pandangannya terhadap "orang Marcat". Sigap dengan gerakan mantap Aleeson mencari sejarah hubungan antara perusahan Delluca dengan Blu Cyber.


Ryan melirik gerakan sigap Aleeson tersebut tersenyum miring. Menikmati ketangguhan Pasukan Elit Kobash mengerjakan pekerjaan kantornya. Ia memperhatikan Aleeson keluar dari ruangannya umtuk mengambil dokumen di lantai 3.


" S14l, ini masih pukul 7 pagi, siapa kiranya yang sudah berada di kantor ini. " Aleeson bergumam dalam hatinya. Sadar akan pekerjaannya yang bukan sepele. Alih-alih dirinya ceroboh, posisinya akan terbalik Delluce membeli saham Blu Cyber.


Aleeson sampai di lantai 3 dan buru-buru masuk ke ruang dokumen. Dugaannya sangat jitu, tak adsa orang sama sekali. Sambil mencari dokumen pembelian saham Aleeson berpikir ragu-ragu bahwa Dylan datang sepagi ini ke kantor, apakah ia telah sarapan ?. Secercah senyum bahagia sambil berkata " ketemu " langsung keluar dan kembali ke ruangan Dylan.


" Apa kau  sudah sarapan, Dylan ?" tanpa mengetuk pintu dan asal masuk saja membuat Aleeson mendapat perhatian penuh dari Dylan.


" Aku belum sarapan. Ayo kita ke hotel gedung sebelah, kita makan bersama " Dylan berdiri langsung memegang tangan Aleeson menariknya untuk mengikuti CEO tampan menuju gedung sebelah.


" Apa istrimu tidak membuatkan sarapan untukmu ?" Aleeson berbicara asal di dalam lift sambil memandang lekat bosnya. Dylan membalas tatapan Aleeson dengan menjawab " aku tidak terbiasa memakan buku di meja kantorku " sambil tersenyum jahil.


Wajah Aleeson merah malu karena langsung mengerti apa yang di maksud dari bosnya. Tentara Elit seperti Aleeson sangat siap dalam keadaan apapun, dimana ketika persediaan makanannya habis Aleeson bisa memakan apapun seperti rumput, jamur, buah-buahan dari tanaman liar, atau apapun juga. Aleeson menunduk karena ucapan Dylan sangat benar.

__ADS_1


__ADS_2