
Rayyanka dan seluruh keluarganya kini sedang berada di rumah sakit , Rayyanka sudah mengabarkan pada semua keluarganya jika Laysha sudah di temukan dalam keadaan tak sadarkan diri , Rasha menangis memanggil manggil nama sang bunda sedari tadi ,Wati pun menangis melihat keadaan putrinya kotor lemah dan pingsan,Hasna berusaha menahan tangisnya dengan mendekap erat tubuh Rasha yang tengah menunjuk-nunjuk kearah pintu UGD yang masih tertutup rapat
Drrtt..drrttt..drrttt
Rayyanka mendengar getaran pada ponselnya ,dengan segera dia mengangkat panggilan dari komandan kepolisian itu
"Hallo pak Ray ,saya sudah menahan pak Galen dan para anak buahnya ,apa ada yang ingin bapak bicarakan pada mereka terlebih dahulu" Ujar Pak komandan itu dibalik panggilannya
" Saya akan segera kesana " Jawab Rayyanka seraya mematikan panggilan nya
" Mah Ray mau ngurus para pelaku penculikan Laysha dulu ,tolong kabari Ray kalau terjadi apa-apa sama Laysha" Ucap Rayyanka seraya bergegas pergi dari hadapan mereka semua
" Yayaaaahhhhhhh Lachaa itut " Rengek Rasha hendak mengejar ayahnya ,Rayyanka lantas mengehentikan langkah nya dan berbalik menatap putra kecilnya itu , sejenak Rayyanka berpikir kemudian mengangguk , Rayyanka mendekati putranya dan langsung menggendong Rasha pergi dari sana
" Ayaah Bagaimana Laysha yah ,ibu takut terjadi apa-apa pada Laysha " ujar Wati menangis dipelukan suaminya
" Bu tenanglah sabar, kita doakan saja yang terbaik untuk putri kita ,jangan berpikir yang aneh-aneh" Balas Effendi mengingatkan
Rayyanka dan Rasha sudah sampai di kantor polisi ,dengan tenang dan tatapan yang datar Rayyanka masuk kedalam kantor polisi itu seraya menggendong anaknya , Rasha seolah mengerti jika sang ayah tengah kesal saat ini ,dia tak menangis atau pun merengek dia hanya diam dalam gendongan sang ayah
" Selamat sore pak Rayyanka , silahkan masuk para pelaku ada didalam ,kami sudah memborgol mereka semua " Ujar Salah satu sipir yang berjaga di depan pintu ruangan khusus
Rayyanka mengangguk kemudian masuk kedalam ,rahangnya mengeras kala melihat wajah Galen yang menatap ke arah nya tanpa perasaan bersalah sedikitpun,Bahkan dengan santainya Galen menyeringai di depan Rayyanka
" Apa yang anda lakukan pak Galen " Tanya Rayyanka sedikit menekan ucapannya
" Apa maksudnya pak Rayyanka , memang apa ya saya lakukan" tanya Galen balik tanpa mau mengakui perbuatannya
Sontak saja amarah Rayyanka langsung memuncak,ia memberikan anaknya pada slaah satu polisi yang berjaga didalam ruangan dan
BUUUGGGHHHH
__ADS_1
Rayyanka memukul wajah Galen dengan keras hingga pria itu jatuh dari kursinya ,para polisi itu hanya diam tak melerai ataupun menyuruh Rayyanka berhenti,bahkan Rasha yang masih sekecil itupun tak berteriak takut saat melihat sang ayah memukul wajah Galen
Rayyanka mendekat dan mengarahkan wajah Galen ke hadapannya
Bugghhh bugghhhh bugghhtt bugghhhh
Dengan bringas Rayyanka terus memukuli wajah tak berdosa Galen hingga babak belur ,saat para polisi merasa Galen sudah cukup dihajar mereka baru memegangi tangan Rayyanka agar tak memukul Galen yang sudah terkulai dengan banyak darah diwajahnya
" Sudah pak Rayyanka ,tenanglah kawal emosi anda ,lihat anak anda sedari tadi memperhatikan"ujar salah satu polisi yang memegang tangan Rayyanka
Rayyanka meredakan emosi nya,dada nya naik turun saat melihat Galen apalagi saat ia mengingat Laysha yang saat ini tak sadarkan diri,Rayyanka kemudian bangkit dan mendekat pada anaknya yang hanya terdiam
" Tolong beri dia hukuman yang setimpal pak ,saya tak terima dengan perlakuannya pada anak dan istri saya ,karena dia anak saya harus merasakan kehilangan ibu dan karena dia anak saya menangis sepanjang hari karena merindukan ibunya " Ujar Rayyanka tegas
Galen terbatuk-batuk merasakan nyeri di dadanya karena hantaman Rayyanka tadi ,Ia menatap tajam pada Rayyanka dan meludahkan darahnya
" aku tak akan di hukum seberat itu Ray ,aku mencintai Laysha aku mencintai istri mu Rayyanka" ujar Galen pelan seraya menyeringai
BRAAKKKKK BUGGGHHH BUGHHHH
Rayyanka menendang kursi besi hingga mengenai tubuh Galen ,dan langsung menendang perut Galen bertubi-tubi hingga pria itu kembali hingga terbatuk-batuk,dan akhirnya pingsan ditempat 2 polisi itu dengan cepat menahan tubuh Rayyanka yang tanpa henti menendang tubuh Galen
" Yayaaaahh ,Lacha au buna " Ucap Rasha yang sedari tadi terdiam memperhatikan ayahnya yang tengah memukuli Galen
...Dengan cepat Rayyanka menolehkan kepalanya kearah sang putra,sangking emosi nya Rayyanka sampai tak sadar jika sang anak ada diruangan ini bersama dirinya ,Rayyanka mencoba menenangkan pikirannya dan mengontrol emosinya , kemudian dia berjalan ke arah Rasha yang berada dalam gendongan polisi ,dengan cepat Rayyanka mengambil alih anaknya dan membawa Rasha keluar dari ruangan itu ,Rayyanka merutuki perbuatan nya yang memukuli Galen dihadapan anakmya yang baru berusia 1 tahun lebih...
Drrrttt...drrrttt..
Rayyanka merasakan getaran pada ponselnya saat ia sedang berjalan ke luar kantor polisi,dengan sebelah tangannya ia mengangkat panggilan dari Harun papa nya
" Hallo pah ,ada apa "
__ADS_1
" Ray ,kamu dimana Laysha sudah sadar dia mencari mu dan Rasha "
" Aku sedang dalam perjalanan kerumah sakit pah , beritahu Laysha aku akan segera tiba "
Rayyanka langsung mematikan panggilan itu dan bergegas menuju mobilnya
" Maahhhh Rashaa manaa mah ,dimana anak ku mah ,Rasha sayaaaang ini bunda nak,Rashaaa kamu dimana " Panggil Laysha pada anaknya , Sedari tadi Laysha terus memanggil nama Rasha ,ia menangis mencari ke seluruh ruangan itu namun tak kunjung menemukan anaknya
" Laysha sayang tenang nak,Rayyanka sedang dalam perjalanan sebentar lagi dia akan tiba bersama Rasha ,tadi Rasha juga menangis ingin bertemu kamu tapi kamu sedang di periksa makanya Rayyanka membawa Rasha keluar supaya Rasha tak rewel " Ujar Harun menenangkan menantunya itu
Laysha terdiam , tatapannya kosong menatap kearah lantai ,sedetik kemudian Laysha menangis kencang seraya berteriak ketakutan serta meminta tolong untuk di lepaskan
" LEPASKAN AKU ,AKU INGIN BERTEMU ANAK KU LEPAS..LEPASKAN AKUU ..LEPASSSSS " Teriak Laysha histeris seraya mengacak-acak rambutnya
" ya Allah Laysha,kamu kenapa nak tenanglah sayang ,ibu ada disini nak tenang " Ujar Wati seraya memeluk tubuh Laysha yang terguncang
" Ibuuuuuu tolong suruh mereka lepaskan aku ibu,aku ingin bertemu anak ku ibu tolong minta pada mereka melepaskan aku" Tangis Laysha dalam dekapan ibunya
Cklekkk
Pintu terbuka menampilkan Rayyanka dan Rasha yang baru saja tiba
" BUNAAAAAA " teriak Rasha seraya melompat-lompat dalam gendongan ayahnya
" Haaa Anak ku " Gumam Laysha seraya merentangkan tangannya pada anak itu
" Rasha ini bunda ,Rasha baik-baik aja kan bunda kangen sama Rasha ,maafin bunda ya sayang ,bunda gak bermaksud ninggalin Kamu nak ,maaf maafin bunda" Tangis Laysha pecah kala memeluk tubuh kecil anaknya itu
...Rasha yang memang merindukan bunda nya pun ikut menangis di pelukan bunda nya,Rayyanka ikut mendekat dan memeluk 2 nyawa paling berarti di dalam hidupnya itu ,dengan pelan Rayyanka mengelus punggung Laysha yang bergetar .....
......................
__ADS_1