
Hasna dan Harun tengah berada di depan rumah sakit , Hasna menyuruh Harun menelpon Rayyanka dan ia menelpon Hasna
"Gimana pah diangkat gak sama Ray " tanya Hasna ,Harun hanya menggeleng seraya mendengarkan deringan di ponselnya
"Dasar keluarga taktahu terimakasih sudah untung ditolong malaj begitu kalau tau begini ya pah gakakan mama biarin itu si Laysha nolongin Sheva " Omel Hasna pada suaminya,Harun menatap pada istrinya yang sedari tak berhenti mendumel
" Mah kamu gaboleh gitu juga ngomongnya ini soal nyawa mau sejahat apapun manusia jika kita sesama muslim tak saling menolong maka kita juga akan berdosa, Wajar dong Laysha nolongin Sheva kan itu saudari nya mau sejahat apapun dia kalau sudah berhubungan dengan nyawa kita sebagai sesama muslim wajib menolongnya bagaimana sikap mereka pada kita setelah ditolong biarlah itu menjadi urusan mereka dengan Allah mah " Jawab Harun menasehati istrinya, sebagai suami tentu saja Harun tak ingin Hasna berdosa oleh kata-kata yang ia lontarkan Harun selalu bersabar membimbing istrinya dan menasehati mana yang menurutnya salah
"Hallo pah ada apa " tanya Rayyanka dibalik panggilan itu
Hasna langsung merebut ponsel yang dipegang Harun
" Hallo Ray ini mama ,bawa Laysha pulang kerumah jangan kembali kerumah sakit lagi ,nanti mama akan jelaskan dirumah mama sama papa juga lagi menuju perjalanan kerumah " Jawab Hasna menggebu
Rayyanka yang mendengar suara Hasna terkesan lantang dan nyaring merasa aneh dan juga ia paham itu adalah suara saat Hasna tengah marah,tak ingin bertanya Ray kemudian mengiyakan perintah mama nya
"yaudah mah ,Ray akan pulang sama Laysha ,mama hati-hati dijalan ya , Assalamualaikum" Jawab Rayyanka
"Waalaikumsalam " Jawab Hasna seraya mematikan sambungan telponnya
"ayo pah kita pulang sekarang biarin aja mereka nunggu sendiri mama kesel pada Bu Wati orangtua macam apa seperti itu malah menyisihkan anak yang sudah berkorban untuk martabat dan nama baik mereka sudah menolong Sheva anak sulung mereka padahal Sheva itu jahat pada adiknya ,tapi mereka tetap saja mendukung anak setan itu " Ujar Hasna melampiaskan emosinya seraya masuk kedalam mobil
Harun hanya menghela nafas beratnya mendengar Hasna yang tak berhenti menyalurkan emosinya
"Mah yang tak peduli pada Laysha itu bukan mereka berdua tetapi hanya bu Wati jangan sampai pak Effendi denger perkataan kamu ini nanti malah jadi tambah masalah udah udah coba kamu ngucap doakan saja yang baik-baik mah jangan terlalu mengikuti amarah mu ,nanti sampai rumah jangan berbicara yang bukan bukan pada Laysha ,papa ga suka mama memprovokasi ibu dan anak itu biarlah urusan mereka ,mereka selesaikan sendiri yang jelas tugas kita adalah menyayangi dan menjaga Laysha seperti anak kita sendiri " Jawab Harun lagi ,Hasna hanya diam tak ingi berdebat dengan sang suami
__ADS_1
"Mas kenapa " Tanya Laysha yang sudah berganti pakaian,mereka saat ini tengah berada di hotel samping rumah sakit itu
"mama sama papa nyuruh kita pulang sayaang ,kita pulang kerumah ya " Ujar Rayyanka pada Istrinya yang kini menatap bingung
"Loh kok pulang mas terus kak Sheva gimana" Tanya Laysha lagi
"Sayang plis nurut yah mas juga gatau kenapa tapi mama kayanya lagi marah , soal Sheva kamu ga perlu khawatir kan di sana udah ayah sama ibu suami Sheva juga ada kan, kamu juga perlu istirahat sayang ingat ada byawa di dalam sini yang harus kamu jaga" jawab Rayyanka seraya mengelus perut Rata istrinya
Laysha mengangguk menuruti permintaan suaminya
" yaudah mas Laysha udah siap ayok kita pulang takutnya nanti mama sama papa malah khawatir kalau kita telat sampai " Ujar Laysha ,mereka berdua keluar dari kamar itu dan berjalan seraya bergandengan tangan menuju resepsionis
Dirumah sakit mereka bertiga terdiam takada yang membuka suara mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing,Tak lama kemudian Dokter keluar dari ruangan UGD seraya membuka maskernya
"Keluarga Pasien " Ujar Dokter wanita itu
"Dok bagaimana keadaan istri saya " Tanya Leon lebih dulu
"Kondisi istri anda sudah mulai membaik pak ,tadi dia mengalami pendarahan yang hebat karena terlambat dibawa kerumah sakit tapi untungnya kami memiliki stok golongan darah istri anda ,tapi maaf kami tak bisa menyelamatkan janin yang dikandung istri anda pak ,mohon bersabar dan banyak-banyak berdoa ya juga beri dukungan pada pasien ini pasti berat bagi beliau karena kehilangan calon buah hati" Ujar sang Dokter menjelaskan
Leon menghela nafasnya karena anak yang ia nanti nanti ternyata tak bertahan lama ,namun di pikiran nya sekarang adalah ia harus terus berusaha agar janin yang baru segera tumbuh
Wati menangis dipelukan suaminya ia tak menyangka jika nasib Sheva menjadi serumit ini , sekarang ia malah kehilangan calon anaknya
" Kenapa tuhna menguji Sheva seberat ini yah , ibu ga sanggup melihat anak kita kesusahan seperti ini " Ujar Wati seraya menangis
__ADS_1
"Sabar bu ini sudah kuasa Allah kita sebagai hamba hanya bisa pasrah dan berdoa"
"Dok apa boleh kami menjenguk pasien " Tanya Leon
"Maaf saat ini belum bisa ya pak tunggu saat pasien dipindahkan keruang rawatnya baru bisa dijenguk ,kalau begitu saya permisi dulu " Jawab sang Dokter seraya berlalu dari hadapan keluarga pasiennya
Setelah Sheva di pindahkan keruang rawat pribadinya,Mereka semua baru bisa menjenguk Sheva yang ternyata sudah sadar sedari tadi
" Ayah ,ibu kalian disini " Ujar Sheva lemah wajahnya pucat sekali bibirnya putih dan mengering,Wati menangis di hadapan putri nya
"Yang sabar ya sayang yang kuat menjalani takdir sesungguhnya Allah tidak memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya" Ujar Wati seraya menggenggam tangan putrinya
"A-Apa yang terjadi ibu, bayi ku baik-baik saja kan " Tanya Sheva pelan
"Bayi mu tak bisa diselamatkan karena kamu mengalami pendarahan hebat " Jawab Effendi memberi tahu fakta sebenarnya
Sontak saja Sheve terkejut ia membuka selimut yang menutupi perutnya ia menyentuh perut Rata itu tak lagi ia rasakan perut yang biasanya agak bulat saat di sentuh,Airmatanya menetes menatap ke arah Leon yang sedari menatapnya
"Leoooonn anak kita Leon ,anak kita sudah gakada Leon " Ujar Sheva menangis dihadapan Leon
Leon menghela nafasnya dan mendekat kearah Sheva
" Yang sabar sayang semua sudah kehendak Allah " Jawab Leon
Sheva teriak tak menerima yang terjadi padanya ia menangis histeris meraung-raung seraya mengacak rambutnya,ia berteriak menyahkan dirinya yang gagal menjaga calon anaknya
__ADS_1
"Aku ibu yang bodoh Leon aku tak bisa menjaga anak kita Leon ku mohon aku ingin anak itu kembali Leon ku mohon aku tak ingi kehilangannya Leonnnnnn " Teriak Sheva di dalan dekapan Leon ia menangis Histeris dan kemudian akhirnya pingsan di pelukan Leon
Wati dan Effendi terkejut kemudian memanggil Dokter,saat di periksa Dokter darah kembali mengucur di area paha Sheva ia kemudian menyuruh susternya untuk menghentikan pendarahan yang sepertinya akan menetes lagi...