
...Saat ini Wati tengah berada di kediaman Sheva sudah 2 hari ia menginap dirumah menantunya itu karena ingin menjaga Sheva , Effendi tak ikut karena ia harus bekerja jadi saat ini Effendi tinggal dirumah bersama pembantu mereka yang sudah berumur, Sheva masih saja menangisi janin yang belum jadi itu ia merasa gagal menjadi seorang ibu dan ia sangat menyesali perbuatannya kala ingin membunuh anaknya sendiri...
..."Sheva sudahlah nak ikhlaskan dia kamu masih sangat muda masih bisa jika kamu menginginkan anak , jangan berlarut-larut dalam kesedihan sayaang," Ujar Wati seraya mengelus rambut Sheva yang tak terurus...
..." Ibu kenapa nasib ku selalu sial ,kenapa selalu Sheva yang mendapat kemalangan kenapa selalu Sheva yang bersedih sendirian , sedangkan Laysha selalu berbahagia selalu beruntung disaat Sheva tengah bersedih " ujarnya bertanya pada sang ibu...
..." Sheva sayang jangan pernah berpikir seperti itu nak semua sudah diatur oleh yang maha kuasa mungkin bagimu Laysha selalu berbahagia karena ia tak pernah menunjukkan kesedihannya di depan kita semua tapi apa kamu tau apa yang sudah Laysha lewati untuk menuju kebahagiaan itu tidakkan? Bahkan kamu sama sekali pun tak pernah bertukar cerita dengan adikmu nak ,sama seperti mu Laysha juga sering menangis dan memendam semua masalahnya dan sekarang adalah masa ia menikmati kebahagiaan yang datang " Jawab Wati menjelaskan pada putrinya...
..." Tidak ibu rasanya berbeda sekali antara aku dan Laysha ,Laysha tak pernah merasakan masalah yang datang bertubi-tubi sedangkan aku selalu saja mendapat masalah yang bertubi-tubi dan aku menanggungnya seorang diri tanpa ada yang mendengarkan ataupun peduli padaku " Ujar Sheva lagi kini pipinya sudah berlinang airmata mengingat semua yang terjadi padanya akhir-akhir ini...
..." Sheva dengar ini nak ,dimata seorang ibu semua anak itu SAMA tidak ada yang berbeda, kasih sayang seorang ibu tetap sama ,dimata seorang ibu anaknya tak pernah dewasa kalian berdua selalu menjadi putri kecil bagi ibu dan ayah ,hanya saja kamu salah jalan dan membuatmu tersesat mungkin kamu mengira kami membuangmu padahal tidak kami hanya ingin kamu belajar apa artinya keluarga saat ayah memutus hubungan dengan mu ia juga sebenarnya sangat sedih ibu sering melihat ayah menangis memikirkanmu, sedari kecil kamu terus memusuhi Laysha adikmu padahal dia tak pernah mengganggumu nak ,Laysha selalu bercerita pada ibu dia sangat ingin bermain dengan kakak dan sangat ingin tidur bersama kakaknya tetapi kamu selalu menjauhi Laysha dan memarahinya , sekarang lihat lah nak buka mata hati mu dikala kamu sedang sekarat siapa yang menolongmu ,apa Leon suamimu? atau ayah dan ibu ? bukan nak, tetapi Laysha Adikmu , saat kamu tak sadarkan diri dia yang membawamu kerumah sakit ,dia yang menangisi mu pertama kali dan seandainya kamu melihat keadaan Laysha saat itu kamu akan semakin merasa bersalah, bajunya tangannya dan wajahnya terdapat noda darah karena dia memelukmu dengan sangat erat ,bahkan kamu tau sendiri sebanyak apa darahmu saat itu tetapi Laysha tanpa rasa takut memeluk mu menyelamatkanmu dari ambang kematian nak ,kamu harus tau itu,kamu harus tau betapa pentingnya arti keluarga janganlah kamu merasa cemburu ataupun iri padanya karena Laysha tak pernah sekalipun ingin kamu merasa iri padanya sayang " Jelas Wati panjang pada Sheva yang tengah menangis mendengarkan ceritanya , ia tahu Laysha yang menolongnya karena memang ia yang menelepon Laysha namun ia tak menyangka jika Laysha sekhawatir itu dengannya...
__ADS_1
...Wati juga menangis saat menyebut nama Laysha,selama dikediaman Sheva ia memikirkan keadaan Laysha dan juga tentang ucapannya tempo hari ia merasa sangat menyesal karena pasti Hasna sangat marah padanya mereka tak pernh lagi datang menjenguk Sheva di rumah sakit bahkan mungkin mereka taktau keadaan Sheva yang saat ini sudah membaik dan sudah dipulangkan ,Wati menyesal tak memeluk putri bungsunya ia sangat menyesal pernah mengatakan jika Laysha serakah dan haus akan perhatian....
...Malam kini menjelang dikediaman Mahatma mereka semua tengah menikmati sarapan dengan penuh candaan ,Laysha bercerita tentang wanita angkuh itu pada Harun dan Hasna, ia tertawa terbahak-bahak kala menonton CCTV melalui laptop Rayyanka ia melihat bagaimana wanita itu di jambak dan diteriaki oleh Bianca , awalnya Hasna dan Harun kesal karena ada wanita gila yang mengaku-ngaku sebagai menantu keluarga Mahatma kemudian mereka ikut tertawa kala mendengar bagaimana cara Laysha menghadapi Keong Racun itu juga bagaimana ekspresi wanita itu saat Bianca memakinya...
..." Wah besok mama akan kasih Bianca bonus karena sudah dengan sangat berani melawan Keong Racun itu" Ujar Hasna seraya tertawa...
..." Hahahah Laysha ga habis pikir mah kok ada ya orang kaya gitu dateng dateng bukannya bertamu malah nyari masalah, Awalnya Laysha kaget karena dia mengaku sebagai calon istri Mas Ray pikiran buruk Laysha udah traveling kesana kemari mah ,terus pas Laysha masuk Laysha lihat mas Ray tertekan nah disitulah Laysha percaya kalau mas Ray berkata jujur meskipun mas Ray hanya menggelengkan kepalanya " Ujar Laysha menggebu...
...2 wanita itu sangat senang jika soal menggibah namun tetap menjadikan Rayyanka sebagai tumbal mereka ,Harun tertawa kecil menatap putranya yang tengah menjadi bahan ghibah 2 wanita di depannya,ingin melawan takut tidur diluar dan jika memotong pasti akan di omeli Hasna , sungguh berhadapan dengan wanita yang sedang mengghibah takakan pernah benar pikir Rayyanka yang terdiam pasrah....
" Sheva " Panggil Effendi
__ADS_1
..." i-iyaa ayah " jawab Sheva dengan masih menundukkan kepalanya...
..." Bukankah ayah pernah mengajarkan padamu jika kau harus menatap pada orangtua yang sedang berbicara " Tegas Effendi ,Sheva pun mengangkat kepalanya dan memandang takut pada ayahnya...
..." Kemarilah sayang " Ujar Effendi lagi seraya membuka kedua tangannya menyuruh Sheva masuk kedalam pelukannya ,Sheva menangis dan datang pada Effendi sudah lama sekali Effendi tak memeluknya Sheva menangis di pelukan ayahnya...
..."Maafkan Sheva ayah maafkan Sheva ,Sheva berdosa pada ayah dan ibu Sheva mohon restui Sheva ayah agar kehidupan Sheva menjadi lebih mudah kedepannya maafkan Sheva ayah ibu " ujar Sheva seraya menangis , Effendi meneteskan air matanya mendengar ucapan Sheva ia kemudian menghapus airmata putrinya dan mengangguk...
..." Teruslah menjadi putri kecil ayah dan ibu nak ,ayah selalu mendukungmu dan tolong berubahlah sayang akurlah pada adikmu ayah sangat ingin melihat 2 putri kecil ayah bermain bersama sejak kecil " Ujar Effendi kemudian ia menatap pada Leon yang terdiam , Effendi tersenyum melihat menantu yang tak ia anggap itu...
..." Kemarilah Leon " Panggilnya ,Leon membelalakkan matanya terkejut karena Effendi yang menyuruhnya mendekat, Karena Leok takut ia tak kunjung mendekat kemudian Effendi melepaskan pelukannya pada Sheva ia berjalan kearah Leon dan memeluk pria itu yang saat ini menegang ,Leon sepertinya sangat was-was dan takut pada ayah mertuanya...
__ADS_1
..."Tolong jaga Putri ku nak Leon dan berbahagialah kalian " Ujar Effendi seraya menepuk punggung Leon....
......................