
... Sore ini di kediaman pengantin baru ,Leon tengah mengerjakan sesuatu di laptop nya seraya menjaga Sheva yang belum membuka matanya,Ia melirik jam yang ada di dinding menunjukkan pukul 4 sore , Seingatnya Sheva belum makan dari siang, Leon kemudian menelepon kepala pelayan yang ada dirumah itu menyuruh nya membawa makanan untuk istrinya ,selagi mereka menyiapkan makanan untuk Sheva , Leon mencoba membangunkan pelan wanita itu...
..."Shevaa bangunlah kamu belum makan " Ujar Leon menepuk-nepuk pelan pipi Sheva...
"Sheva bangunnnn "
" Bangun sayaang "
...Taklama kemudian terlihatlah Sheva yang mulai mengedipkan matanya seraya menyesuaikan cahaya yang masuk ke netranya ,ia menatap kearah Leon yang tersenyum di depannya ,Sejenak Sheva tertegun menatap senyum tulus lelaki yang kini sudah menjadi suaminya...
"Leonnnn " Panggil nya pelan
..."ya sayang,kamu mau apa " Jawab Leon pelan ,Sheva merasa aneh dengan Leon yang berubah menjadi pria lembut pikiran nya mulai berpikir buruk , 'Apa Leon memperhatikan ku atau hanya khawatir dengan anak ini ' Sheva menggelengkan kepalanya membuang jauh-jauh pemikiran buruknya tentang Leon...
"Leoooonnn mana rujaknya " Tanya Sheva pelan
...Leon tak mengernyitkan dahinya kala mendengar ucapan Sheva...
"Rujak??rujak apa sayang " Tanya Leon balik
..."Aku pengen rujak Leon dan kamu udah janji mau beliin aku Rujak kalau udah pulang kerja mana rujak ku " ujar Sheva menjelaskan...
__ADS_1
...Leon menggelengkan kepalanya merasa jika Sheva saat ini tengah mengidam dan memimpikan rujak tersebut...
..."Baiklah kamu tunggu disini aku akan keluar sebentar nyariin rujak yang kamu mau, tapi janji sama aku kamu harus makan nasi dulu sebelum makan rujak " pinta Leon pada Sheva,Sheva hanya menganggukkan kepalanya tersenyum senang...
...Leon kemudian berlalu dari kamar itu menuju dapurnya ,para pelayan disana menunduk kala Leon masuk ke area dapur...
..."Tolong buatkan rujak khusus ibu hamil setelah itu antar ke kamar istriku jangan lupa memberinya makan nasi terlebih dahulu baru rujak itu " Suruh Leon pada para pelayannya ,mereka segera membuatkan rujak yang diminta Leon...
...Setelah memberi Tahu keinginan Sheva pada pelayan nya Leon kembali naik dan berjalan pelan menuju Kamarnya...
...Sheva tersenyum girang melihat Leon datang dengan cepat, tetapi saat melihat tangan pria itu berada dikantong celananya dan tak membawa apa-apa senyumnya kembali redup...
"Leon mana rujak ku "Tanya Sheva pelan
..."Nyonya mohon untuk mengisi perut anda dengan nasi terlebih dahulu sebelum memakan rujak ini " Ucap kepala pelayan itu dengan sopan...
Sheva kesal dan menatap pada Leon yang berdiri disampingnya
"Sayaaangg" Panggilnya pada Leon
..."Menurutlah Sheva ini demi kesehatanmu dan anak kita " jawab Leon lagi ,ia kemudian duduk di samping Sheva...
__ADS_1
"Kemarikan piring nasi itu " Titah Leon pada pelayan nya
..."Buka mulut mu sayang aku akan menyuapi mu setelah itu baru aku akan berikan rujak yang kamu mau " Pinta Leon pada Sheva...
...Sheva mendengus terpaksa membuka mulutnya demi sepiring rujak, Para pelayan tak berani memandang, mereka hanya menundukan kepalanya menatap lantai di kamar itu...
... 15 menit kemudian Sheva sudah menghabiskan 1 piring nasi dengan lauk sayur yang memang baik untuk ibu hamil,Para pelayan kemudian menyerahkan piring rujak itu pada Leon dan Sheva merampas piring itu dari Tangan suaminya,Leon menatap pada para pelayan yang masih berdiri ia mengkode mereka dengan kepala nya Mereka menunduk seraya keluar dari kamar itu...
..."pelan-pelan sayang takada yang akan mengambil milikmu " ujar Leon menatap Sheva yang makan dengan terburu-buru...
...Mendengar kalimat itu Sheva langsung menghentikan makannya dan menatap pada Leon yang juga tengah menatapnya,ia terlihat berpikir dan itu membuat Leon seketika bingung dengan perubahan ekspresi Sheva...
..."Kenapa sayang rujaknya gak enak ya kalau ga enak aku suruh pelayan itu buat yang baru" Tanya Leon ,Sheva hanya menggelengkan kepalanya seraya menahan airmata yang siap meluncur dipipi nya...
"Kenapa " Tanya Leon lembut mengusap airmata yang telah menetes
..."apa kau akan meninggalkanku saat aku sudah melahirkan anak ini?" tanya Sheva ,Leon terdiam memandang wanita itu , Melihat Leon yang tak menjawab Sheva melepas paksa infus ditangannya hingga mengeluarkan banyak darah ia berlari keluar kamar ,Leon yang melihat itu langsung mengejar Sheva yang menangis bukan ia tak ingin menjawab ia hanya sedang memikirkan kalimat apa yang akan ia ucapkan agar Sheva tak tersinggung ia sangat tahu mood Sheva sangat mudah berubah-ubah karena hormon bawaan bayinya...
"Shevaa berhenti ,kau sedang sakit jangan lari lari begini" teriak Leon
..."kau hanya khawatir tentang bayi ini Leon bukan tentang ku ,aku akan membunuh bayi ini ketika ia lahir aku tak akan membiarkan mu bahagia bersama anak ini sementara aku dibuang oleh keluargaku sendiri karena mu aku di usir Leon karenamu lah aku tak dianggap anak lagi oleh orangtuaku " Teriak Sheva menggebu...
__ADS_1
..."Sheva sayang kita sudah menikah secara sah aku takakan meninggalkan mu meskipun anak itu lahir tetapi aku hanya minta padamu lupakan Rayyanka dan terima aku sebagai suami mu bukan sebagai pacar kedua mu lagi,aku serius Sheva aku mencintaimu bukan hanya karena nafsu tetapi karena ku pikir aku sudah lelah berkelana mencari wanita lain untuk selalu ku tiduri aku hanya ingin menempatkan hati ku pada seorang wanita sebelum aku menutup mata aku serius Keysheva " Ungkap Leon ,Sheva terdiam kemudian ia ambruk ke lantai ,dengan Segera Leon menggendong tubuh lemah istri nya dan kembali ke kamar mereka....
...Dikediaman Effendi saat ini Wati tengah jatuh sakit karena selalu menangis memikirkan putri sulungnya Keysheva ,suaminya bahkan tak mengizinkannya untuk menelpon anak itu , menurutnya Sheva adalah anak yang baik dan patuh hanya saja dia menjadi lebih liar saat Wati dan Effendi sibuk memberikan perhatian pada Laysha saat akan masuk kuliah, Sheva sangat pencemburu semua harus adil di depannya tak boleh ada yang dilebih-lebihkan sedikitpun atau di kurang-kurangkan , ini salahnya karena lalai menjaga gadis itu sehingga ia lupa arah dan sesat dijalan seandainya ia lebih memperhatikan Sheva mungkin Sheva akan patuh padanya ia terlalu sibuk mengurus Laysha hingga Sheva merasa terabaikan ,Sheva tak pernah lagi mendekat padanya dan juga ayahnya saat pulang kerja Sheva selalu berlalu kekamar tanpa menyapanya terlebih dahulu, Effendi sebenarnya khawatir dengan kondisi istrinya yang makin hari makin kurus dan tak terawat ia selalu menangis memengang bingkai Foto Keysheva saat berusia 10 tahun tidak akan ada seorang ibu yang sanggup berpisah dengan anaknya ia pun sama selama ini Ia lah yang memanjakan Sheva dan Laysha apa yang ia beli selalu ia beri pada dua putri kecilnya tetapi saat dewasa ia malah memutuskan hubungannya dengan putri kandungnya sendiri takada yang lebih sakit daripada membuang anak yang selama ini kita besarkan dengan cinta dan kasih sayang yang berlimpah namun di satu sisi ia juga merasa gagal menjadi seorang ayah karena Sheva sudah melampaui batasnya...