
***FLASHBACK 24 TAHUN YANG LALU****
Asmita dan Yolanda tengah hamil 9 bulan dan hanya menunggu beberapa hari lagi, mereka berdua akan sama-sama melahirkan putri cantik ke dunia ini.
Berbeda dengan Yolanda yang sangat menantikan kelahiran sang buah hati ,Asmita justru takut jika anak itu lahir maka akan menjadi sepertinya,mengidap penyakit mental yang susah di sembuhkan, Asmita menjadi sedikit depresi memikirkan itu kemudian ia terpikirkan satu rencana yang akan membuat anaknya bahagia dan tak menjadi sepertinya ,yaitu melahirkan anak ini bersamaan dengan Yolanda setelah itu ia akan menukar bayinya dan bayi Yolanda kemudian ia akan membuang anak Yolanda dan memalsukan kematian anaknya.
Seminggu kemudian Yolanda memang akan melahirkan,dan ia pun meminta pada Dokter untuk mebedah perutnya dan mengeluarkan bayi itu, Asmita sudah memberi tahu jauh hari pada Dokter bila masa ia ingin di Caesar maka sang Dokter harus siap sedia kapanpun ia menyuruhnya ,Asmita dan Yolanda pun sama-sama melahirkan bayi itu ,Yolanda melahirkan dengan Normal dan Asmita caesar ,setelah di Caesar Asmita meminta Dokter itu untuk memberikannya suntikan bius dosis tinggi agar ia tak merasakan sakit saat menjalankan rencananya nanti ,Dokter itu sebenarnya bingung, namun karena Asmita memberikannya banyak uang ia pun menurut, Setelah itu Asmita pergi keruangan Bayi ia mencari bayi atas nama Yolanda dan menukarkan dengan bayinya , kemudian box bayi miliknya ia isi dengan Bayi yang sudah meninggal dan bayi Yolanda ia antar ke panti asuhan , sebelum meninggalkan bayi itu di panti Asuhan ia memberikan nama padanya " Rebecca Qianzi Yolanda" ia sengaja memberikan nama pada anak itu agar suatu saat ia dapat terus mengawasi anak itu dan menjauhkannya dari hidup Yolanda dan Jonathan.
Asmita sudah kembali kerumah sakit ia pura-pura menangisi bayinya yang sudah meninggal, Yolanda yang melihat keadaan Asmita tentu saja menjadi iba ia kemudian menatap pada anak yang baru saja ia lahirkan,ia mendekap erat anak itu karena takut anak itu akan bernasib sama dengan bayinya Asmita
"kak yang sabar ya aku mengerti perasaanmu mulai sekarang anggaplah anak ini sebagai putrimu juga ya mari kita didik anak ini bersama-sama" ujar Yolanda menenangkan
" Yola anak ku ,anak ku sudah tiada Yola "Asmita menangis terisak-isak berpura-pura merasa kehilangan anak itu
__ADS_1
" Kak tenanglah coba lihat wajah bayi ini kak ,wajahnya cantik sekali kan lihat lah " Ujar Yolanda melihatkan bayi itu pada Asmita
Asmita tentu saja senang karena setelah melahirkan tadi ia tak sempat menggendong ataupun menyusui anaknya,dengan masih berpura-pura menangis Asmita mendekap erat bayi itu, Yolanda sangat iba melihat acting kakak angkatnya itu
" Apa kau sudah memberi nama padanya" Tanya Asmita pelan
Yolanda tersenyum dan mengangguk
Tanpa Yolanda sadari Asmita tersenyum bangga menatap anak itu, karena itu adalah anaknya dan benar yang dikatakan Yolanda anaknya memang sangat cantik , rambutnya memang pirang seperti Jonathan tetapi suami Asmita juga bule, berambut pirang dan bermata biru seperti Jonathan.
Mereka sudah pulang kerumah dan Asmita yang lebih banyak menggendong Aurora dibanding Yolanda ,bahkan Asmita juga menyusui Aurora , Yolanda sebenarnya sangat ingin menggendong putrinya lama, tetapi Asmita tak mengizinkan ia selalu memanfaatkan rasa iba Yolanda padanya.
Hingga sampai Yolanda hamil lagi, Asmita hanya sibuk mengurus Aurora, mengajari Aurora dan Asmita yang lebih banyak mendidik Aurora daripada dirinya ,karena itulah Aurora menjadi sangat dekat dengan Auntynya dibandingkan dengan ibunya sendiri.
__ADS_1
Saat anak kedua Yolanda Lahir ,Asmita sama sekali tak ambil pusing dengan bayi itu, ia hanya menempel pada Aurora saja ,Yolanda sedikit senang karena Asmita tak merebut anaknya lagi ,ia akan mendidik putri keduanya sendiri sekarang yang ia beri nama " Yashika Audrey Gistara", Awalnya mereka memanggil Yashika itu Audrey namun semakin bertambah usia Audrey ia tak suka dengan panggilan itu dan lebih suka di panggil Yashika karena takada huruf R nya kata nya ,ia juga tak memanggil nama kakaknya Aurora tetapi Yeshika ,dan satu-satunya orang yang memanggilnya Yeshika adalah Yashika.
anak-anak Yolanda sudah beranjak,Aurora yang itu berusia 8 tahun dan Yashika berusia 5 tahun mereka semua berangkat ke Indonesia untuk mengunjungi sepupu Asmita yaitu Hasna, yang ternyata memiliki seorang putra bernama Rayyanka Mahatma , Yashika dan Rayyanka sangat Akrab dibandingkan bersama Aurora, karena Aurora itu kasar selalu memukul Rayyanka dan membuang mainan Rayyanka, sedangkan Yashika sangat lembut walaupun masih kecil tapi Yashika sangat tau mana yang salah dan benar ,Aurora tentu saja tak suka dengan keakraban mereka berdua ,sedangkan ia dikucilkan, Aurora menangis menghampiri maminya Asmita dan mengadukan sikap Rayyanka dan Yashika yang tak mengajaknya bermain.
Asmita kemudian mengajak Aurora untuk istirahat dikamar tamu , dan disitulah Asmita menghasut Aurora untuk tak terlalu baik pada adiknya,Asmita tak suka melihat Aurora akrab dengan Yashika ,ia tak ingin Aurora menjadi seperti Yashika gadis yang sangat lembut dan cengeng ia ingin Aurora menjadi gadis yang tegas dan galak agar tak mudah dijatuhkan orang suatu saat nanti ,tapi siapa sangka didikan Asmita sangat salah dan berdampak buruk untuk Aurora.
Asmita seperti nya lupa apa tujuannya menukar bayi nya dan bayi Yolanda, tanpa Asmita Sadari didikannya pada Aurora malah membuat gadis itu tumbuh seperti nya ,dan penyakit mental yang di derita Asmita ternyata memang menurun pada Aurora ditambah lagi dengan didikan Asmita yang selalu mengajarkan ketegasan pada Aurora makin membuat gadis itu susah untuk mengontrol emosinya dan selalu ingin merebut apa yang menjadi milik orang lain, Aurora sangat taksuka melihat orang lain bahagia , dan Saat Aurora membunuh Yashika pun Asmita tetap menyayangi anak itu dan menganggap tindakan Aurora hanya lah kesalahan kecil, Asmita terus saja memasang badannya sebagai pelindung Aurora dan karena itulah Aurora semakin tumbuh menjadi gadis yang tak berperasaan dan selalu melukai orang-orang yang membuatnya kesal atau mencari masalah dengannya , Asmita lah yang melindungi Aurora kemanapun gadis itu bersembunyi, ia sama sekali tak pernah memarahi Aurora ,karena itulah Aurora semakin berani karena ia memiliki pelindung yang menurut nya sangat bisa diandalkan tak seperti orangtuanya Yolanda dan Jonathan yang tak pernah menjenguknya di rumah sakit jiwa dulu ...
****Flashback off****
...Dirumah sakit saat ini Asmita menangis meraung-raung dihadapan jenazah Aurora ia sangat terpukul dengan kematian Aurora yang ia besarkan selama ini ,ia bahkan tak peduli dengan kebenaran yang sudah terungkap,ia hanya peduli pada Aurora putrinya.....
......................
__ADS_1