
...Pukul 7 malam keluarga Wati dan Effendi ingin berpamitan pulang tetapi sebelum mereka pulang Wati mengutarakan keinginannya pada Hasna...
..." Bu Hasna maaf sebelumnya apa boleh saya membawa Laysha kerumah kami saya juga membawa Sheva pulang saya ingin sekali merasakan kumpul keluarga mengingat anak saya sudah akur keduanya saya ingin melihat kedua putri saya bermain dan bercanda bersama ,saya juga ingin mengabulkan permintaan Laysha untuk tidur bersama kakaknya,apa boleh bu?" tanya Wati...
...Hasna dan Harun memandang pada putra mereka mengkodenya lewat mata ,apa boleh Laysha ikut dengan Ayah dan ibunya...
...Wati dan Effendi mengerti arti tatapan Harun dan Hasna kemudian menoleh juga pada Rayyanka yang kini terdiam...
..."Maksud saya membawa Laysha ya berarti sama suaminya juga bu,bukan hanya Laysha karena Leon juga ikut bersama kami " Ujar Wati lagi menjelaskan...
..."Baiklah bu kami akan bersiap-siap dulu nanti kami akan datang " Jawab Rayyanka tersenyum kearah Wati...
...Wati dan Effendi tersenyum lega mereka mengangguk dan bersiap pulang...
..." Terimakasih ya nak Ray ,kalau begitu kami permisi dulu bu Hasna , pak Harun , kapan-kapan mampirlah kerumah kami kita kumpul keluarga disana " Ujar Effendi pada keduanya...
...Setelah mereka semua pulang Laysha dan Rayyanka bersiap mengemasi pakaian yang akan mereka gunakan,Rayyanka membantu istrinya menpacking barang-barang yang penting saja tak banyak bawaan mereka karena mereka mungkin tak akan lama disana pikir mereka...
...Sedangkan Hasna mencebikan bibirnya di dalam kamar sejujurnya ia kesal karena Laysha dan Rayyanka akan pergi walaupun hanya sementara tetapi tetap saja akan membuat Hasna kesepian takada menantunya itu...
..." kenapa sih mah kaya anak ABG segala cemberut begitu" ledek Harun menatap istrinya...
..." mama sedih pah Laysha pergi ya walaupun gak jauh cuma kerumah orangtuanya tapi kan tetep aja ninggalin mama disini sendirian,pah bilang sama Ray jangan lama-lama disana mama gak mau pisah sama Laysha berhari-hari,ayo pah kasih tau Rayyanka " Ujar Hasna mendesak sang suami ,Harun meghela nafasnya dan duduk disamping wanita yang sudah menemaninya hampir 30 tahun ini...
..." Mah jangan begitu nanti bu Wati dan Pak Effendi tersinggung biarkan mereka berdua yang menentukan berapa lama mereka disana ,mereka hanya pindah sementara mah bukan pindah selamanya kalau mama begini bagaimana nanti jika Laysha dan Rayyanka pindah kerumah mereka sendiri mama harus terbiasa jika Laysha dan Rayyanka ingin hidup mandiri " Ucap Harun menjelaskan pada istrinya...
__ADS_1
Hasna terkejut matanya melotot
..."papa tau darimana kalau Ray mau pindah? Apa Ray yang memberi tahu apa jika dia ingin hidup mandiri? Wah gak bisa mama gakakan izinin mereka untuk pindah kerumah sendiri,kita cuma punya 1 anak pah dan rumah ini sangat besar mama gakmau kesepian lagi kaya dulu pah mama gakmau " Jawab Hasna merajuk...
...Laysha dan Rayyanka sudah siap berkemas mereka hanya membawa 1 koper sedang,Hasna yang merajuk turun kebawah dan melihat mereka yang berdua,Laysha kemudian menyalim tangan Hasna , saat Ray hendak menyalim tangannya Hasna menjauh takmau menatap putranya itu ,Rayyanka kebingungan tapi ia sudah takada waktu untuk bertanya takut akan kemalaman nanti...
...Mereka berdua keluar menuju mobil dan mulai menjalankan mobilnya menuju rumah masa kecil Laysha...
..." Sha kamu beneran udah maafin Sheva?" Tanya Rayyanka saat mereka sudah berada didalam mobil...
..." Hmmm ntahlah mas tapi jujur dari hatiku yang paling dalam aku tak pernah membenci kak Sheva ataupun merasa marah dengannya,aku ikhlas menyayanginya walaupun dia membenci ku" Ujar Laysha seraya mengenang masalalu...
...Rayyanka memandang kagum pada istrinya ia tersenyum tulus sungguh ia sangat menyayangi istri kecilnya ini....
...Mereka saat ini sudah sampai di depan rumah Wati dan Effendi, ternyata ibu dan ayahnya sudah menunggu mereka di halaman rumah , Rayyanka turun terlebih dahulu kemudin memutar kearah pintu mobil sebelahnya membukakan pintu mobil Laysha , setelah Laysha keluar Rayyanka menuju bagasi untuk mengambil Koper milik mereka ,Laysha berjalan menuju orang tuanya dan memeluk keduanya...
...Rayyanka kemudian dataang membawa koper miliknya dan Laysha ia lalu menyalim kedua mertuanya itu....
...Mereka kini berkumpul diruang tamu bersama Sheva ,Leon ,Laysha dan Rayyanka....
...Wati tersenyum senang melihat anak menantunya berada didepan matanya saat ini ,ia menatap pada 2 putrinya yang sudah akur kembali...
..." jadi kalian akan tidur dikamar masing-masing ya malam ini " Tanya Wati...
..." eeummm bu ,apa boleh Sheva tidur berdua dengan Laysha dikamarnya " Tanya Sheva...
__ADS_1
Wati lalu menatap pada Rayyanka yang terkejut
..."Sorry Ray apa aku boleh tidur bersama adikku malam ini,kamu bisa tidur sama Leon di kamar ku jika kamu mengizinkan " Ujar Sheva menatap Rayyanka...
Rayyanka mendengus dan memutar matanya malas
..." terserah Laysha saja,tapi aku tak ingin tidur dikamar mu,aku akan dikamar tamu " Jawab Rayyanka sarkas...
..." Terimakasih Ray " Jawab Sheva lagi ia kemudian bangkit dan mengajak Laysha kekamarnya , mengingat sudah jam 10 malam mereka memutuskan untuk istirahat,Laysha sedang hamil saat ini takbaik baginya tidur terlalu larut...
^^^Didalam kamar Laysha merasa sangat canggung tidur sekamar dengan Sheva mengingat ini adalah kali pertamanya tidur bersama Kakaknya itu^^^
" Sha apa kamu benar-benar memaafkanku " Tanya Sheva
..." Memaafkan apa kak terus terang saja aku tak pernah marah padamu tak pernah membencimu dan tak pernah memendam perasaan taksuka padamu aku tak pernah memasukkan kata-kata kedalam hatiku walaupun aku kepikiran tapi aku tak pernah mendendam padamu " Jawab Laysha seraya menatap langit-langit dikamarnya...
...Sheva mendekat kearah Laysha dan memeluk adiknya itu ia sangat tahu jika Laysha memiliki hati yang bersih dan sangat baik hati pada siapapun...
..." Terimakasih ya dek karena kamu tak pernah mendendam padaku ,Aku sangat malu padamu sebagai seorang kakak malah aku yang menjahatimu ,apa kamu ingat saat kita masih sama-sama kecil kamu selalu bermain sendiri dan aku selalu bermain dengan teman-temanku,kamu ingat gak kejadian saat aku mendorongmu bersama 2 teman ku " tanya Sheva...
...Layaha mengangguk karena bekas luka di sikutnya masih ada sampai sekarang walaupun tak besar...
..."Sebenarnya kejadian itu bukan aku sengaja mendorongmu ,saat itu teman ku yang bernama Mawar merasa tak suka padamu karena saat itu tubuhmu sangat kecil dan kurus ,dia menyuruh ku jika berani mendorong tubuh kecilmu sampai jatuh maka dia akan memberikan barbie terbaru yang ia beli ,aku pun setuju demi Barbie itu lalu saat aku mendatangimu aku menjadi tak tega dan ingin mengajak temanku pergi tetapi Mawar menolak dan mengatakan jika aku penakut makanya aku melakukan itu padamu,dan ketika aku diseret pulang oleh Ayah aku langsung tahu apa salah ku dan saat aku dikurung aku menjadi trauma apalagi setelah kejadian itu kamu jadi sakit aku merasa bersalah namun rasa benciku padamu menutup mata hatiku walaupun aku masih kecil saat itu,maafkan aku Laysha, " Ujar Sheva...
...Laysha menggelengkan kepalanya dan membalas pelukan Sheva ,ia sudah melupakan kejadian itu dan tak mendendam sama sekali ,mereka kemudian tertidur dengan posisi berpelukan, Satu jam kemudian Wati mengintip kedalam kamar mereka hatinya Melega saat melihat kedua putri nya akur seperti saat ini....
__ADS_1
......................