terpaksa menikahi calon suami kakak ku

terpaksa menikahi calon suami kakak ku
KEGUGURAN


__ADS_3

...Saat ini Hasna dan Laysha tengah berada di dalam mobil Ambulans yang sedang menuju ke rumah sakit terdekat,Laysha menangis melihat keadaan Sheva yang sudah tak sadarkan diri, Hasna menelpon Harun karena ponsel Rayyanka sedang tak aktif...


"Hallo pah tolong telepon pak Effendi dan bu Wati kasih tau mereka Keysheva pendarahan ini kami lagi menuju rumah sakit" Ujar Hasna terburu-buru


"Ya Allah iya maah papa akan telpon pak Effendi,Ray lagi meeting selesai Ray meeting kami kesina " Jawab Harun di seberang sana


"Pah tolong kabari Leon suami Sheva, beritahu ia juga Sheva sedang bersama kami mama Rasa Leon tak tahu mengenai kondisi istrinya saat ini " ujar Hasna lagi


..."Iya mah nanti papa akan suruh staff papa menghubungi kantor Kalingga,kalau begitu mama hati-hati dijalan tolong jaga Laysha tenangkan dia inget Laysha juga sedang mengandung tak baik untuknya kebanyakan menangis apalagi berpikir " Bahkan disaat genting Harun pun tetap mengingatkan tentang Laysha putri kesayangannya....


" iya pah mama tutup dulu telponnya kalau begitu, Assalamualaikum" Hasna mematikan sambungan telponnya dan menatap pada Laysha yang menangis seraya memegang tangan Sheva


Diam-diam Hasna memotret itu berjaga-jaga jika suatu saat Sheva kembali menyakiti Laysha akan ia tunjukan foto saat dimana Laysha yang menangis untuk Sheva pertama kalinya disaat Sheva tengah tak berdaya.


Mereka kini sampai kerumah sakit dan Sheva langsung dilarikan ke ruang Unit Gawat Darurat ,Laysha menangis terduduk di kursi ia takut terjadi apa-apa pada kakaknya Diam-diam Hasna juga memotret itu sebelum ia duduk di samping Laysha


"Laysha udah stop nangisnya kamu juga harus jaga kesehatan nak jangan banyak pikiran ingat kandungan kamu sayang " Ujar Hasna menenangkan


"Maaaaaaahhh, Kak Sheva maahh gimana dengan anak kak Sheva darahnya sebanyak itu mah Laysha takut terjadi apa-apa " jawab Laysha yang masih menangis ,Hasna terharu pada menantu nya yang memiliki hati yang sangat baik bahkan sudah sering disakiti Laysha masih sudi mengeluarkan airmatanya untk Sheva


Saat ini Leon tengah mencoba menghubungi ponsel Sheva namun sedari tadi panggilan tak kunjung dijawab ia resah dan khawatir takut terjadi apa-apa pada istrinya itu


Saat sedang sibuk menghubungi Sheva telepon diruangan nya berbunyi,dengan segera Leon mengangkat panggilan itu


"ada apa " tanya nya singkat


" maaf tuan,ada panggilan penting dari Mahatma group " ujar resepsionis itu yang ternyata menghubungi Leon


Mendengar nama MAHATMA GROUP Leon menjadi penasaran kenapa perusahaan mantan pacar Sheva menghubunginya


"Sambungkan " Jawab Leon

__ADS_1


Resepsionis itu segera menyambungkan panggilan nya dengan Mahatma group


"Hallo selamat siang pak Leon kalingga , saya dari Mahatma group ingin menyampaikan pesan dari atasan saya bahwa istri pak Leon nona Keysheva Odelia saat ini dilarikan kerumah sakit, bapak diminta untuk segera datang kerumah sakit ***** " Ujar wanita di balik panggilan itu


Leon terkejut kala mendengar Sheva dirumah sakit tetapi yang menganggu pikirannya saat ini kenapa Mahatma Group yang menyampaikan kenapa mereka bisa tau Sheva di rumah sakit tak ingin banyak berpikir lagi Leon berlari keluar kantor dan membawa mobilnya dengan sangat laju.


Sementara itu di kediaman Effendi,Wati tengah membereskan pecahan Kaca dari gelas yang tak sengaja ia senggol pikiran nya mendadak kalut memikirkan kedua anaknya dan tak sengaja pecahan kaca itu masuk kedalam kulitnya alhasil mengeluarkan darah yang lumayan banyak


Effendi berlari menuruni tangga dan menuju kearah Wati yang kini meniup niup tanganya


"Bu ayo siap-siap kerumah sakit " Ujar Effendi seraya mengatur nafasnya


" ngapain kerumah yah ,siapa yang sakit " tanya Wati Hatinya tak tenang saat ini


"Keysheva masuk rumah sakit barusan pak Harun menghubungiku katanya Keysheva pendarahan ayo bu cepat"


"Yaallah anak ku ,tunggu yah ibu ganti baju dlu tunggu sebentar " Ujar Wati seraya berlari menuju kamarnya sungguh hatinya berdegup kencang saat ini memikirkan keadaan putri sulung yang ia tangisi setiap hari kini malah mendapat kabar buruk


Rayyanka yang juga saat ini baru selesai dengan meetingnya menatap Harun yang berdiri cemas di depan ruang meeting


"Ray ayo segera kerumah sakit Laysha menangis sedari tadi " ujar Harun ambigu


Mendengar nama Istrinya Rayyanka berlari menuju lift meninggalkan Harun yang menatap bingung pada anak itu


"Wee edan bocah gembrul ditungguin malah ninggalin koe " Ujar Harun saat sudahh masuk kedalam lift


"Laysha kenapa pah " tanya Rayyanka panik


Harun menepuk jidatnya karena tak memberi tahu dengan jelas pada putranya wajar saja Rayyanka berlari secepat kilat


"Jadi begini Ray ,tadi mama nelpon papa katanya Sheva pendarahan dan sekarang lagi dibawa kerumah sakit nah si Laysha ini ga berenti nangis dari tadi itu maksud papa , haha soryy sudah buat kamu khawatir" Ujar Harun menjelaskan

__ADS_1


Rayyanka bernafas lega mendengar istrinya yang tidak kenapa-kenapa,mereka kemudian bergegas menuju Rumah sakit yang dimaksud Hasna tadi


Sedangkan dirumah sakit saat ini Laysha sudaj berhenti menangis karena permintaan Hasna ,ia tengah menunggu dengan cemas di depan UGD taklama kemudian datanglah Effendi dan Wati yang berlari menuju mereka


"Ayah ibu " Ujar Laysha ,ia mendekat pada Effendi dan langsung memeluk nya


Effendi terkejut melihat baju Laysha penuh dengan darah dan wajahnya sembab


" Sayang bagaimana keadaan kakak mu apa kata dokter nak " Tanya Effendi


Laysha menggeleng


"Dokter belum keluar yah dari tadi masih meriksa kondisi kak Sheva ", Jawab Laysha pelan ia kemudian beralih pada ibunya hendak memeluk wanita itu namun Wati menolak


Hasna dan Effendi terkejut melihat respon Wati yang menolak dipeluk oleh Laysha ia bahkan mendorong pelan tubuh gadis itu


" Bu apa-apaan kamu ini kalau Laysha jatuh gimana dia juga tengah hamil sekarang" Omel Effendi pada istrinya


" Maafkan ibu Laysha bukan maksud ibu tak ingin dipeluk oleh mu ,ibu hanya tak ingin Sheva nantinya semakin marah dengan kita semua dia seperti ini karena cemburu padamu maafkan ibu nak " Ujar Wati memandang Anak bungsunya


Laysha memaksakan bibirnya untuk tersenyum terpaksa seraya mengangguk


"Iya bu gapapa " Jawabnya pelan


Hasna menggeleng mendengar ucapan Wati yang menurutnya tak masuk akal jelas-jelas saat ini Sheva tengah tak sadarkan diri dan dia berada di ruangan terpisah bisa-bisanya Wati berkata seperti itu pada Laysha yang sudah menolong kakaknya


Taklam kemudian Leon datang seraya berlari menuju kearah mereka, Effendi menatap berang pada pria itu


"Bagaimana keadaan istriku " Tanyanya


"Tenang nak Leon saat Ini dokter tengah memeriksa keadaan Sheva bersabar lah nak janganlupa berdoa dan lapang dada dengan apa yang akan disampaikan dokter nanti" Ujar Hasna mewakili semuanya ,bukan tanpa alasan Hasna mengatakan itu sebagai seorang ibu yang sudah 3x mengalami keguguran justru Hasna lebih paham kecil kemungkinan anak yang dikandung Sheva selamat mengingat betapa banyaknya Darah yang keluar tubuh Wanita itu

__ADS_1


Rayyanka dan Harun juga sudah tiba dirumah sakit ,sama seperti Effendi yang terkejut melihat seluruh baju Laysha berlumuran darah Rayyanka dan Harun pun sama ,Rayyanka berlari dan langsung mendekap tubuh kecil istrinya..


......................


__ADS_2