Terpaksa Menikahi Pria Cassanova

Terpaksa Menikahi Pria Cassanova
Menjenguk Joshua


__ADS_3

Monika meminta izin pada Ervan untuk berkunjung kerumah lamanya,dia ingin melihat kabar kakak perempuan sekaligus keponakan tercintanya.Ervan mengizinkan,dengan segera Monika pergi kerumah lamanya dengan menaiki sebuah Taxi.


Monika sengaja tidak memberi kabar jika akan datang berkunjung,dia ingin memberi kejutan kepada kakak dan keponakannya.Tiba didepan rumahnya,Monika turun dari Taxi setelah membayar ongkos sesuai tarif.


Dari jauh,Monika melihat kakaknya sedang menyapu halaman,sementara Josua sedang bermain kelereng bersama teman temannya.Akhirnya,setelah sekian lama.Monika bisa melihat anak laki laki itu ceria lagi dan melakukan aktifitas menyenangkan.


"Kakak,"Monika melempar senyum lebar.


Joshua menoleh,dia langsung melempar kelerengnya dan berlari memeluk Monika.Air matanya menetes membasahi pipi,terlihat jelas kerinduan di wajah polos anak manis itu.


"Bagaimana kabarmu Joshua?"


"Baik Tante,semua berkat bantuan Tante,"


"Ayo masuk,aku bawa banyak jajan untukmu,"Monika mengangkat sebuah kantong kresek yang di bawanya.


Marisa membuat secangkir teh untuk adiknya,membuat hati Monika sedikit terenyuh.Begitulah wanita jika sudah menikah dan tinggal terpisah dari keluarga,datang kerumah sendiri pun diperlakukan seperti tamu.


Andai orangtua Monika masih hidup,dia juga pasti akan memperlakukan Monika sama dengan Marisa.Monika menyentuh dadanya,dia mengucap doa singkat untuk mendiang kedua orangtuanya.


"Bagaimana kabarmu?"Tanya Marisa.


"Aku baik baik saja,Kakak sendiri bagaimana?"


"Kabarku baik.Kenapa suamimu tidak ikut?"


"Dia sedang mengunjungi cabang cafenya di kota sebelah,"


"Oh...Kenapa kamu tidak ikut?"


"Aku rindu pada kalian,jadi aku memutuskan untuk pergi ke sini,"

__ADS_1


Joshua melompat senang saat melihat ada sebuah mainan mobil-mobilan di kantong jajanan itu.Warnanya merah menyala,seperti lampu emergency didepan pintu ruang operasi.


Sudah lama Joshua tidak memiliki mainan baru,gaji Tantenya selalu habis dipakai untuk makan dan biaya hidup sehari hari.Setelah Tante menikah dengan pria kaya,apapun yang Joshua mau selalu dituruti.


"Kalau besar nanti,aku mau seperti Om Ervan.Sukses dan kaya.Agar aku bisa membeli apapun yang aku dan Ibu mau,"celetuk Joshua.


"Kalau begitu,kamu harus sekolah yang rajin dan belajar dengan giat agar menjadi anak pintar,"


"Oke Tante,"


"Ambil jajanan ini,bagikan dengan teman temanmu yang sedang bermain didepan rumah,"Monika menarik hidung bocah laki laki itu pelan.


"Aku sudah mendaftarkan dia ke sekolah TK,"


"Bagus itu,"


"Aku mau bekerja sebagai kuli cuci di laundry milik Haji Makmur.Gajinya tidak besar,tapi lumayan untuk jajan Joshua.Tidak enak kalau aku terus merepotkan kamu dan suamimu,"


Bersyukurlah bagi semua yang masih memiliki saudara kandung,karena kalian masih memiliki penolong dan pendukung disaat sedang susah.


***


Waktu menunjukan pukul 16.00 sore,Monika tiba dirumah tepat waktu.Tak lama setelah itu Ervan pulang,dia turun dari mobil dan langsung berjalan menghampiri istrinya.


"Tolong buatkan aku kopi dan ambilkan aku makan,"pinta Ervan.


"Makan?Memangnya tadi di restoran mas tidak makan?"


"Aku tidak makan,aku hanya mau makan makanan yang kamu masak,"ucap Ervan sambil berlalu menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Bisa bisanya Monika tersipu hanya dengan ucapan sederhana seperti itu,memalukan! Tapi entah kenapa ucapan Ervan kali ini sangat membuat hatinya senang.

__ADS_1


Monika pergi ke dapur,dia langsung membuat secangkir kopi dan bersiap untuk masak.Kali ini dia akan membuat semangkuk soto mie yang praktis dan tidak memerlukan waktu lama untuk dibuat.


Setengah jam kemudian,masakan monika selesai.Seolah sudah mengira mengira waktu yang diperlukan Monika untuk memasak,Ervan masuk keruang makan tanpa dipanggil terlebih dahulu.


"Ambilkan kopi ku,"perintah Ervan.


"Gelasnya sudah ada didepan Mas,"


"Aku bilang ambilkan!"


"Manja sekali,padahal kedua tangannya menganggur."Gerutu Monika lirih.


Ervan memakan masakan buatan Monika dengan lahap,hanya dengan beberapa kali membuka mulut saja semangkuk soto mie itu sudah habis tanpa sisa.Ervan mengelus perutnya yang kenyang,lalu kembali melirik kearah Monika yang ikut makan disebelahnya.


"Cepat habiskan makananmu,aku tunggu kamu dikamar,"ceplos Ervan.


Monika terbatuk-batuk,perintah Ervan terdengar mengandung maksud tertentu.Monika sedikit kesal,pria itu seolah tidak membiarkan dirinya beristirahat walau sejenak jika dia sedang berada dirumah.


Selesai makan,Monika bergegas mandi dan berganti pakaian.Dia memakai parfum dan memoles wajahnya dengan make up tipis.


"Kamu cantik sekali,mau pergi kemana?"


"Aku pikir Mas..."


"Mas apa?Aku hanya mau minta di pijit saja.Tapai kalau kamu mau memberi lebih,aku tidak akan menolaknya,"Ervan tertawa terbahak bahak.


Monika menundukkan wajahnya,dia merasa malu karena sudah salah sangka pada perintah suaminya.Dia berpikir Ervan memberi kode untuk melakukan sunah rosul,tapi ternyata hanya minta di pijit saja.


Omongan laki laki kadang tidak selalu sesuai dengan kenyataan yang akan terjadi.Bilangnya hanya minta di pijit,tapi ternyata pertempuran itu terjadi juga.Monika cemberut,dia merasa telah dikerjai dan ditipu mentah mentah oleh suaminya sendiri.


"Senyum dong,jangan cemberut seperti itu.Nanti pahalamu berkurang loh,sia sia kamu sudah mengeluarkan tenaga banyak untuk melayani suami,"goda Ervan.Bukannya tersenyum,Monika malah semakin memeluk wajahnya hingga membuat Ervan merasa gemas kepadanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2