Terpaksa Menikahi Pria Cassanova

Terpaksa Menikahi Pria Cassanova
Kembalinya Clarissa


__ADS_3

Mantan kekasih Ervan kembali, dengan status baru sebagai janda muda beranak satu. Dia baru saja pulang dari luar negri setelah pergi menenangkan diri pasca perceraiannya dengan mantan suami.


Ting... Tong...


Bel rumah berdering, seorang Nenek tua keluar dari dalam rumah untuk membuka pintu. Dia tersenyum lebar saat melihat cucu dan cicit semata wayangnya kembali dalam keadaan sehat dan baik baik saja.


"Sayang, bagaimana kabarmu?" Tanya Nenek Rosa.


"Seperti yang nenek lihat, aku baik baik saja,"


"Ayo masuk,"


Clarisa menggandeng putrinya untuk masuk ke dalam rumah sang Nenek. Mereka bertukar cerita tentang hari hari yang mereka lalui, sementara Dimas anak Clarissa terus saja tertidur dalam gendongan.


Anak itu tak berhenti menangis sejak beberapa hari lalu, seolah tidak mau berpisah dari Ayahnya. Tapi di pangkuan sang nenek buyut, dia nampak tenang dan damai.


"Aku menyesal telah menikah dengan pria itu dan meninggalkan Ervan. Kalau saja aku tidak hamil dulu saat itu, aku pasti mengurungkan niatku untuk menikahi sutradara tua itu,"


"Sudahlah, jangan bahas masa lalu. Kita buka saja lembaran baru, jangan mau kalah dari Ervan. Sekarang hidupnya sudah bahagia, istrinya juga sedang mengandung,"


"Ah, syukur kalau begitu. Walaupun dia seorang Cassanova, dia adalah pria baik. Jadi dia berhak mendapatkan istri yang baik pula."


***


Di ruang pribadinya, teman Ervan yang bernama Gustaf mengabarkan tentang kepulangan Clarissa. Ervan hanya tersenyum sinis mendengar mantan kekasihnya itu kini mengalami hidup susah.

__ADS_1


Clarissa sedang menuai karma atas perbuatan buruk yang dia lakukan, dia pantas mendapatkan hal itu.


"Apa aku boleh mendekatinya?"


"Tentu saja boleh,"


"Kamu tidak cemburu bukan?"


"Untuk apa aku cemburu, aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padanya. Istriku sangat baik dan perhatian, dia sudah lebih dari cukup bagiku,"


"Apa itu artinya kamu sudah pensiun menjadi pria Cassanova?"


"Mungkin begitu,"


Clarissa adalah wanita yang cantik dan seksi, terlepas dari segala kontroversi kehidupan pribadinya. Wajar, jika banyak pria yang mengejarnya walaupun dia berstatus janda, Gustaf contohnya.


Suara pintu di ketuk. Tak lama, sosok Elanor dan Monika muncul bersamaan. Monika membawa banyak rujak buah dari rumah, dia ngidam ingin makan rujak bersama Ervan dan Elanor.


Melihat keduanya akur membuat hati Monika senang, tidak ada yang lebih menyenangkan selain melihat kakak beradik yang bermusuhan kembali menjalin hubungan harmonis.


"Bagaimana kalian bisa bersama?" Tanya Ervan.


"Dia yang memintaku menjemputnya dan mengantarnya ke sini," Elanor mencoba menjelaskan agar Ervan tidak salah paham padanya.


"Ayo kita makan rujak bersama, aku ingin masak rujak ini dengan kalian," seru Monika. Wanita itu tertawa lebar.

__ADS_1


"Apa aku boleh ikut bergabung?" Sambung Gustaf.


"Tentu saja boleh,"


Empat orang itu makan rujak bersama sampai perut mereka kekenyangan.


***


"Mas, aku mau ke dapur sebentar. Aku ingin melihat teman teman lamaku," ucap Monika.


"Jangan lama lama ya, sebentar lagi kita pulang,"


"Oke." Monika mengacungkan kedua jempol nya ke atas.


Kesan pertama yang Gustaf ambil dari jumpa pertamanya dengan Monika adalah dia seorang wanita yang baik, ramah dan ceria. Tipe wanita seperti itu sangat enak diajak mengobrol, pantas saja Ervan suka kepada wanita itu. Begitu juga dengan Elanor.


Untung saja Elanor mau mengalah dan mengubur perasaanya jauh jauh untuk monika. Kalau tidak, perseteruan kakak beradik itu akan berlangsung lama dan membuat Erick Ayah mereka sakit kepala.


"Siapa nama istrimu? Monika? Dia wanita yang menyenangkan," celetuk Gustaf.


"Betul, itu sebabnya aku memilih dia untuk menjadi istriku," ucap Ervan bangga.


"Kamu tidak salah pilih, pintar sekali," puji Gustaf.


Secercah rasa cemburu melintas di hati Elanor, meski pria itu sudah berusaha untuk ikhlas melepas Monika untuk Kakaknya, nyatanya perasaan suka itu masih ada. Mungkin benar kata sahabatnya, dia harus belajar membuka hati untuk wanita lain.

__ADS_1


Ervan melirik kearah Elanor, raut wajah itu menandakan ada rasa tidak suka di sana. Biar waktu yang menyembuhkan luka di hati adiknya itu, agar menambah kedewasaannya dalam berpikir dan mengambil keputusan.


__ADS_2