
Siang itu, mentari bersinar cukup terik. Saking teriknya, panas sinar mentari terasa menusuk sampai kedalam tulang. Monika turun dari Taxi dan berlari lari kecil memasuki sebuah pusat perbelanjaan. Dia masuk ke area supermarket, tempat orang orang membeli kebutuhan hidup sehari hari.
Monika mengambil sebuah troli dan mulai berburu kebutuhan dapur. Seperti sayuran, buah buahan dan lauk pauk. Dia juga membeli beberapa jenis bumbu dapur, mie instan, juga aneka makanan ringan.
Setelah dirasa semua kebutuhan keluarganya terbeli, Monika mendorong troli itu menuju kasir. Disana, dia tidak sengaja bertemu dengan Ayu yang juga sedang mengantri dengan salah seorang sahabatnya.
"Hallo...Ayu," sapa Monika ramah. Ayu melirik barang belanjaan Monika yang begitu banyak lalu tersenyum sinis.
"Sudah jadi nyonya masih saja mau mengerjakan segalanya sendiri," sindir Ayu.
"Bukankah lebih menyenangkan belanja sendiri daripada menyuruh ART?" sahut Monika. Kebetulan juga di rumahnya tidak ada ART.
"Iya, benar. Kamu bisa meminta uang belanja lebih yang bisa digunakan untuk membeli barang branded, itu tujuanmu merayu dan menikahi pria kaya bukan?"
"Merayu? Aku tidak merayunya. Mungkin karena wajahku yang terlalu cantik dan mempesona, jadi dia lebih tertarik untuk melirikku daripada kamu," Monika mencemooh Ayu balik. Bukan karena dia sombong, tapi karena kesabarannya sudah habis untuk menghadapi ocehan kasar wanita itu.
"Kamu ini..." Ayu bersiap menjambak rambut Monika. Tapi temannya melarangnya.
"Jangan membuat keributan di tempat umum, malu!" Sela teman Ayu. Ayu menahan amarahnya, dia berlalu pergi bersama temannya itu.
Selesai berbelanja, Monika lngsung kembali ke rumah. Tak disangka, diam diam ayu dan temannya membuntuti Monika secara diam diam. Saat mobil Taxi yang ditumpangi Monika pergi, Ayu muncul dan mendorong tubuh Monika dengan kuat.
Tak hanya itu, Ayu juga menjambak rambut panjang Monika dengan kencang dan membuat wanita itu kesakitan.
"Rasakan ini j*lang," Ayu tertawa.
"Ayu lepaskan dia, rumah ini dilengkapi cctv, apa kamu mau dilaporkan ke penjara?" Ucap wanita bernama Adisti itu.
Ayu menyudahi aksi brutalnya. Secepat kilat, Adisti menarik Ayu dan membawanya pergi ke tempat itu sebelum Monika berteriak meminta tolong.
Monika mengangkat wajahnya, dia menatap kepergian dua wanita itu dengan tatapan penuh benci.
"Kamu yang sudah membuat gara-gara Ayu, jangan salahkan aku kalau aku membalasnya," batin Monika.
__ADS_1
***
Ervan baru saja pulang dari Cafe sore itu, Monika menyapanya dan membawakan secangkir minuman hangat untuknya. Ervan melihat ujung bibir Monika sedikit lebam dan membiru, pria itu langsung menarik lengan Monika dan memintanya untuk duduk di sisinya.
"Apa yang terjadi setelah aku pergi ke Cafe hari ini?"
"Ayu datang kerumah bersama temannya, dia memukul dan menjambak rambutku,"
"Kamu tidak melawan?"
"Tidak, bagaimanapun dia adalah temanku,"
"Dasar bodoh! Aku akan mengambil rekaman cctv dan melaporkannya ke polisi. Siapapun yang berani menyakiti istriku pasti aku akan membalasnya,"
Monika menghamburkan tubuhnya ke pelukan Ervan. Dia merasa senang akan pembelaan pria itu kepadanya. Monika jadi merasa di perhatikan dan dianggap berharga dalam hidup Ervan.
Tubuh Monika sedikit gemetar, Ervan menyangka Monika sedang merasa ketakutan. Padahal wanita itu hanya telat makan siang saja, karena dia terlalu sibuk mengurus dan membersihkan rumah.
"Memangnya ada berapa mantan pacar yang tidak mau Mas putuskan di luar sana?"
"He...He...He...Tidak banyak, hanya sekitar satu lusin saja,"
"Satu lusin kamu bilang tidak banyak? Dasar playboy cap gayung!" Monika menjewer telinga suaminya sampai memerah.
***
Tok... Tok... Tok...
Suara seseorang mengetuk pintu, Ayu keluar untuk melihat siapa tamu yang datang malam malam begitu.
Klak,,,
Suara pintu terbuka, dua orang polisi berdiri tepat di depan pintu rumahnya. Tubuh Ayu gemetar, dia tau kalau polisi itu datang atas laporan dari pihak Monika. Ayu benar benar menyesal karena tidak mendengarkan nasihat temannya dan malah main kasar sendiri.
__ADS_1
"Siapa yang datang nak?" Tanya Dono Ayah dari Ayu. Ayu tidak menjawab pertanyaan Ayahnya, menoleh pun tidak.
Alangkah terkejutnya Dono saat mendapati dua orang polisi datang berkunjung ke rumahnya. Apakah Ayu membuat ulah baru? Pikiran Dono langsung tergiring ke arah itu.
"Selamat malam Pak," ucap salah seorang polisi bertubuh tinggi besar itu.
"Malam, ada apa gerangan bapak polisi berkunjung kemari?" Tanya Dono.
"Kami kesini membawa surat laporan penangkapan untuk saudari Ayu, kami mendapat laporan kalau saudari Ayu telah melakukan tindak kekerasan kepada saudari Monika," sahut Pak polisi panjang lebar.
"Monika? Apa dia Monika sahabat baik mu itu Ayu?" Tanya Dono sambil memegangi pundak Ayu.
Ayu menangis, dia merobohkan tubuhnya ke dalam pelukan sang Ayah. Saat ini dia merasa takut, takut di masukan ke dalam penjara yang gelap dan dingin.
" Dia telah merebut Ervan dariku Ayah, aku membencinya," ucap Ayu sambil tersedu sedu.
"Dia tidak merebut siapapun darimu, Ervan saja yang memang tidak mau denganmu. Kamu sudah tau hal itu sejak awal. Jadi, jangan limpahkan kesalahan pada orang lain," Dono menasehati Ayu.
"Sebaiknya bapak dan Nona Ayu ikut kami ke kantor segera,"
"Siap Pak, kami akan mengikuti proses hukum dengan patuh,"
Kedua tangan Ayu di borgol, dia diseret dan dimasukan ke dalam mobil polisi. Beberapa tetangga yang menyaksikan hal itu ikut bersedih untuk Ayu, tapi ada juga yang malah berjingkrak kegirangan.
Tidak semua orang menyukaimu saat kamu mendapat kemudahan dalam hidup, begitu juga sebaliknya. Itu adalah rumus dunia, meski hanya seorang, pasti ada saja yang tidak suka padamu walaupun kamu tidak pernah melakukan kesalahan padanya.
Sepanjang perjalanan menuju kantor polisi, Dono terus berpikir. Dia harus bicara baik baik pada Monika untuk mencabut tuntutannya. Dia harus meminta maaf dengan tulus untuk kesalahan yang di lakukan oleh putrinya. Monika wanita baik, dia pasti mau mengabulkan permintaan sederhananya itu.
Hallo,
Author kembali menyapa kalian semua. Mohon dukungan untuk karya Author yang satu ini berupa like, vote dan komen sebanyak banyaknya. Terimakasih telah berkenan mampir, semoga kalian murah rezeki, panjang umur dan sehat selalu. Amin
Bersambung...
__ADS_1