Terpaksa Menikahi Tuan Majikan : CEO Yang Terluka

Terpaksa Menikahi Tuan Majikan : CEO Yang Terluka
Episode 11


__ADS_3

"Ken, ehm...aku ingin meminta ijin untuk pergi ke suatu tempat. Ehm...besok pagi...." ucapku sambil menatap mata Tuan Ken.


"Kemana?" Tuan Ken menatapku balik.


"Ehm...aku mau pergi ke kampus, Ken....ehm...tidak pagi-pagi sekali kok sekitar jam 11...." ucapku.


"Vio, kau sudah mau masuk kuliah? Kau baru menikah denganku beberapa hari! Jangan pergi!" protes Tuan Ken. Kenapa Tuan Ken protes? Dia nampak keberatan kutinggal pergi.


"Ehm...Ken...ini bukan masuk kuliah...." aku mencoba menjelaskan. Tuan Ken harus bisa kurayu agar mengijinkanku pergi. Ini pertemuan yang penting dalam hidupku. "Hub...by...." panggilku. Mata Tuan Ken melotot. Dia kurasa terkejut mendengarku memanggil dengan sebutan ini.


"Kau memanggilku apa tadi?" tanya Tuan Ken.


"Aku memanggilmu, Hubby...." ucapku sambil tersenyum. "Hubby, aku sudah masuk semester akhir. Tak ada lagi kuliah. Ehm...aku harus bimbingan skripsi. Aku harus mengumpulkan revisian. Mumpung dosenku bisa ditemui. Kumohon, ijinkan aku ya, Hubby...please...." pintaku.


"Akan kupikirkan dulu," ucap Tuan Ken. Dia memelukku semakin erat. "Sudah, waktunya tidur!" Tuan Ken memejamkan matanya. Semoga dia mengijinkanku pergi.


Mataku kembali terbuka. Nampak wajah Tuan Ken sangat dekat dengan wajahku. Tubuhku masih ada dipelukannya. Sudah pagi, ini saatnya aku bangun. Aku tak boleh malas. Kugerakkan tubuhku sambil mengumpulkan kesadaranku. Tidurku nyenyak semalam, pelukan Tuan Ken membuatku merasa hangat dan nyaman.


"Kau mau apa?" terdengar suara. Ternyata Tuan Ken sudah bangun.


"Selamat pagi, Ken...." kubelai dahi Tuan Ken untuk merapikan rambutnya. "Sudah pagi, aku harus melakukan tugasku...." ucapku sambil beranjak untuk turun dari tempat tidur. "Eh! Ken...." tangan Tuan Ken justru menahanku aku dipeluk semakin erat. "Hubby, aku harus bangun...."

__ADS_1


"Tugas apa, Vio? Sudah kembalilah tidur!" ucap Tuan Ken.


"Tapi, aku harus menyiapkan sarapan dan membereskan rumah, Ken. Itu sudah tugasku sebagai ehm...seorang istri...." sahutku sambil menatap wajah Tuan Ken. Mata Tuan Ken terbuka sepenuhnya.


"Ck! Sudah, tidur lagi. Sudah ada pelayan yang melakukannya. Lebih baik kau lanjutkan tugasmu!" perintah Tuan Ken.


"Tugas? Apa Ken?" tanyaku bingung.


"Belai dan temani aku tidur lagi!" ucap Tuan Ken. Dia kembali memelukku erat. Kepalanya menyandar di dadaku. Tuan Ken, ini tugas atau memang kau yang manja? 😂


Akhirnya Tuan Ken bangun. Mungkin ini akan menjadi rutinitas baruku. Aku harus membantu Tuan Ken mandi. Atau...lebih tepatnya mandi bersamanya. Tuan Ken meminta mandi di kamar mandi yang ada di kamarnya.


Aku berusaha membiasakan diriku saat berendam satu di dalam satu bak mandi dengannya. Meski masih merasa deg-degan tapi aku berusaha untuk membantunya mandi. Kurasa aku juga harus terbiasa jika dia menyentuhku saat mandi. Saat mandi selesai, aku keluar dari bak mandi terlebih dahulu lalu memakai baju handuk. Setelah itu, kuserahkan baju handuk pada Tuan Ken. Aku juga membantunya keluar dari bak mandi.


"Ehm...baik, Ken...." sahutku. Dia benar-benar menyuruhku memakai kostum yang dikoleksi olehnya.


"Ambilkan pakaianku dan bantu aku duduk di atas ranjang," ucap Tuan Ken. Aku pun membantu Tuan Ken untuk duduk di tepi ranjang sebelah kiri. Kubuka lemari lalu kuambil baju yang diinginkannya.


"Jam berapa kau akan pergi?" tanya Tuan Ken.


"Ehm...sekitar jam 11...." sahutku sambil mengeringkan rambutku dengan hairdryer. Rambutku sudah kering.

__ADS_1


"Oh!" ucap Tuan Ken. Dia butuh bantuanku tidak ya untuk memaksi baju? Tapi, kemarin dia bisa memakai baju sendiri kurasa.


"Ehm...Ken, boleh aku pergi ke kamarku sekarang?" tanyaku lirih.


"Tentu. Berdandanlah yang cantik setelah itu kembali kemari. Bantu aku bekerja. Jika pekerjaanku sudah selesai, aku akan mengijinkanmu pergi, Vio," ucap Tuan Ken.


"Ehm...baiklah...." sahutku sambil kekuar dari kamar Tuan Ken.


Astaga, ini konsekuensi jika aku menikah saat kuliahku belum selesai. Pergi bimbingan pun harus dengan ijin suami. Sudahlah, aku harus cepat. Tak ada waktu yang boleh terbuang.


Segera kuganti pakaianku dengan mini dress itu. Kupakai bando berwarna biru lalu kurias wajahku seperti kemarin. Riasan flawless tapi tetap berkesan. Untung saja aku suka cosplay dan make up. Hobiku bermanfaat juga rupanya, setidaknya untuk ehm...membuat suamiku senang.


Tunggu, Tuan Ken memintaku membantunya menyelesaikan pekerjaannya? 😯 Memangnya seperti apa pekerjaan yang dia lakukan? 😮


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel

__ADS_1


Mohon doa dan dukungannya ya supaya Ken dan Vio bisa menang di Lomba You Are A Writer #3 😊


Thank you 😍


__ADS_2