
Bagaimana ini? Aku terjebak dalam perangkapku sendiri. Tuan Ken masih memelukku dengan erat. Aku sekarang polos seperti bayi. Ehm...ini pertama kalinya dalam seumur hidupku aku berada satu bathtub dengan seorang pria. Kutatap Tuan Ken, dia memandangku dengan tatapan nakal.
"Kenapa menatapku? Kau terpesona, ya," ucap Tuan Ken sambil membelai daguku. Tuan Ken, apa kau sedang menggodaku? 😳
"Ehm...." aku merasa salah tingkah. Apa yang harus kulakulan sekarang? "AAA!" teriakku spontan. Tuan Ken tiba-tiba memggosok wajahku begitu saja dengan tangannya.
"Jangan berteriak!" ucap Tuan Ken. "Make up-mu harus dibersihkan!" tangan Tuan Ken terus menggosok-gosok wajahku. Aku hanya pasrah sambil memejamkan mataku. "Masih kurang bersih!" ucap Tuan Ken. Dia ternyata mengambil semacam spons lalu menuangkan sabun cair. Wajahku kembali digosok dengan lembut. Sabun beraroma mawar tercium pekat. "Nah, selesai!" ucap Tuan Ken.
"Ken!" tepat saat aku membuka mata, Tuan Ken mencium bibirku. Astaga, ini pertama kalinya aku dicium oleh seorang pria. Jantungku rasanya berdebar sangat kencang. Bibirku jadi terasa hangat. "Ehm!" secara refleks aku menutup wajahku dengan tanganku.
"Begini, ya, rasanya bibir perempuan sungguhan," ucap Tuan Ken.
"Ini terlalu cepat!" teriakku spontan. "Kau sangat agresif, Ken. Kita baru ehm...sedikit dekat seharian ini. Tapi kau sudah ehm...menciumku...." kuungkapkan isi hatiku.
"Sudahlah, kau dan aku sudah menikah," ucap Tuan Ken. Dia justru kembali mencium pipiku. "Aku suka berkenalan dengan sentuhan langsung seperti ini."
"AAA! Ken!" teriakku lagi. Tangan Tuan Ken terasa menggosok-gosok perut dan punggungku.
"Jangan berteriak, Vio!" bisik Tuan Ken. "Aku tak nakal kok!" bisiknya lagi. Tuan Ken, apa maksudmu, sih? 😣 "Nah, sekarang giliranmu. Sekarang gosok tubuhku!" perintahnya. Astaga, apa aku harus benar-benar melakukannya? 😳
__ADS_1
Tanganku kuarahkan ke arah tubuh Tuan Ken. Mataku secara reflek terpejam. Ini pertama kalinya aku menyentuh tubuh seorang pria secara langsung.
"Aku bukan hantu, Vio. Kau tak perlu takut!" ucapnya. "Buka matamu! Buka... Buka...."
"AAA! Geli!" teriakku. Tuan Ken menusuk-nusuk pinggangku. Aku merasa amat geli. "Iya, iya, aku akan memggosok tubuhmu!" ucapku.
Aku pun mulai menempelkan tanganku ke dada Tuan Ken. Rasanya hangat dan lembut. Ehm...bagaimana ya rasanya menggosok tubuh pria yang memiliki roti sobek itu? Entah mengapa aku jadi antusias untuk melakukannya. Hihihi, rasanya menyenangkan juga. Kulit Tuan Ken terasa lembut tapi tetap terasa hangat.
"Ken!" teriakku tiba-tiba. Mengapa air dalam bathtub semakin menyusut dengan cepat? Ah, Tuan Ken kau memang jahil! 😣
"Jangan berteriak! Cepat keluar dan ambil baju handuk!" bisik Tuan Ken. "Atau...kau ingin bermain-main denganku lebih lama di sini?" bisiknya.
"Vio!" terdengar suara memanggilku. "Bantu aku! Kau tak bermaksud meninggalkanku kan, Sayang?"
"Ehm...tidak...Ken," sahutku.
Jantungku semakin berdebar kencang. Aku pun mendekat ke arah bathtub. Astaga, air di dalam bathtub sudah menghilang. Hanya terdapat tubuh Tuan Ken. Secara reflek aku menutup mataku. Ini pertama kalinya aku melihat pemandangan seperti ini.
"Cepat keluarkan aku, Vio!" perintah Tuan Ken.
__ADS_1
Sudahlah, lakukan saja. Aku pun segera mengambil baju handuk lalu menyerahkannya kepada Tuan Ken. Dia memakainya secara mandiri. Tuan Ken segera kuangkat dari dalam bathtub. Dia lalu kududukkan di atas kursi roda lagi. Kursi roda itu kudorong keluar dari kamar mandi. "Vio, bantu aku berpakaian!" perintah Tuan Ken.
"Ehm...baiklah...." aku pun segera membuka pintu lemari. Aku sudah mengambil seperangkat piyama berwarna biru muda.
"Apa yang kau lakukan? Baringkan aku di atas ranjang terlebih dahulu. Setelah itu baru pakaikan baju padaku," ucap Tuan Ken.
"Ehm...baiklah...." ucapku.
Aku pun memindahkan tubuh Tuan Ken dari atas kursi roda ke atas ranjang. Tubuh Tuan Ken sudah terbaring di sana. Apa aku harus memakaikan pakaian ini? Tapi kan, jika aku melepas baju handuk itu nanti....aku geli membayangkannya.
"AAA!" tiba-tiba tangan kananku ditarik dengan kuat. Tubuhku terjatuh ke atas ranjang dan berada tepat di atas tubuh Tuan Ken. Tuan Ken, tak bisakah kau berhenti jahil padaku? 😭
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
__ADS_1
Thank you 😍