Terpaksa Menikahi Tuan Muda Buta

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Buta
Bab 24


__ADS_3

"Ah, tidak, tidak ada apa-apa."Jawab Zia gugup.


"Lalu siapa yang menelpon?"Tanya Rafael kepada Zia.


"Hanya orang salah nomer."Ucap Zia kepada Rafael.


"Ouh,baik lah,aku akan ke kantor hari ini, karena ada beberapa hal ayang harus aku urus Niko sudah menjemput ku."Ucap Rafael kepada Zia.


"Benar kah? Di mana dia?"Tanya Zia kepada Rafael.


"Ada di bawah."Ucap Rafael.


"Baik lah,sini ku bantu bersiap-siap."Ucap Zia mulai membuka lemari dan mengeluarkan pakaian Rafael.


"Aku akan pulang malam, jangan keluar dan jangan pergi kemana pun."Ucap Rafael memegang pundak Zia yang sedang fokus memasang dasi nya.


"Hmm, aku mengerti."Ucap Zia takut.


Namun tiba-tiba Rafael menarik tengkuk Zia dan mencium bibir nya.


Cuph ... sebuah ciuman berhasil mendarat di bibir mungil milik Ziana.


Zia membulat kan matanya tidak menyangka akan suaminya yang tiba-tiba mencium nya.


Itu adalah ciuman pertama Zia.


Jujur saja perasaan nya saat ini campur aduk, ia tidak menyangka jika Rafael akan berubah drastis dari cuek, dingin dan galak menjadi bucin dan terasa sangat sayang kepada nya.


Rafael yang merasa Zia tidak membalas ciuman nya pun mengigit pelan bibir Zia.


"Ah."Leguh Zia yang kemudian membuka sedikit mulutnya.


Ciuman itu pun semakin dalam,Zia mulai larut dalam ciuman tersebut dan mulai mengalungkan tangannya ke leher Rafael.


Namun tiba-tiba kamar mereka di ketuk dari luar oleh seseorang.


Sontak hal itu membuat keduanya kaget dan melepaskan ciumannya.


"Rafael cepat lah!"Ucap Niko yang ternyata kini berdiri di depan pintu kamar Rafael.


"Sebentar."Jawab Rafael kesal karena Niko sudah menganggu aktivitas mereka.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Rafael dan Niko pun akhirnya berangkat mengunakan mobil Niko untuk ke kantor Rafael.


Kini Zia tingal sendiri di Fila.


Zia terus memikirkan tentang Dani yang mengajak nya bertemu,hal itu membuat nya menjadi penasaran.


Lama berfikir, akhirnya Zia pun memutuskan untuk menemui Dani mumpung Rafael tidak ada di Fila, bukan hal apapun,ia hanya penasaran saja.


Jujur saja saat ini ia tidak lagi menaruh perasaan apapun kepada Dani karena ia sudah sangat mencintai Rafael.


Begitu juga Rafael yang telah jauh berubah dari pertama kali mereka manikah, hubungan rumah tangga mereka sudah mulai bisa di bilang romantis karena Rafael mulai mencintai dan memperlakukan dirinya dengan cukup baik.


Hal itu membuat dirinya merasa nyaman akan hidup bersama Rafael.


Namun konflik yang sebenarnya bukan lah tentang cinta atau sikap Rafael, konflik yang sebenarnya adalah di mana nantinya mereka akan terpisah, terjadinya kesalahpahaman,dan lain-lain.


****


Kini Zia tiba di sebuah restoran di mana tempat itu adalah tempat ia dan Dani selalu makan bersama setelah pula sekolah dulu.


"Dia bahkan tidak lupa dengan tempat ini."Batin Zia sambil berjalan masuk ke dalam restoran.


Terlihat Dani yang duduk di sebuah bangku pojok restoran dengan menatap ke arah luar jendela restoran tersebut.


Dani menoleh menatap Zia yang kini berdiri tepat di depan matanya.


"Duduk lah."Ucap Dani setelah beberapa menit menatap wajah Zia.


Zia pun duduk di bangku yang berhadapan dengan Dani.


"Ada apa?"Ucap Zia pelan.


"Tidak usah terburu-buru, minum dulu."Ucap Dani lagi.


"Maaf,aku masih banyak urusan jika kau ingin basa basi lain kali saja."Ucap Zia kepada Dani.


"Aku tidak menyangka jika sekarang kau menjadi lebih sibuk setelah menjadi istri dari tuan muda Rafael Desmond yang kaya raya."Sisnis Dani sambil tersenyum miring.


"Jika kau mengajakku bertemu hanya untuk membicarakan hal yang tidak perlu di bicarakan lebih baik aku pulang saja."Ucap Zia marah.


"Tunggu,baik lah,aku akan mengatakan nya sekarang."Ucap Dani.

__ADS_1


"Katakan."Ucap Zia penasaran.


"Apa kau ingin suami ku bisa melihat lagi?"Ucap Dani kepada Zia.


"Apa maksud mu bertanya seperti itu, tentu saja iya."Ucap Zia bingung.


"Dia akan bisa melihat kembali, namun dengan satu syarat."Ucap Dani lagi.


"Apa yang kau katakan? Apa maksud mu?"Ucap Zia bingung.


"Rossi,dia berkata jika dia bersedia memberikan siapa sja yang membutuhkan donor dari dirinya sebelum ia meninggal."Ucap Dani pelan.


"Benarkah kah?"Ucap Zia kepada Dani.


"Iya,dan jika kau ingin Rossi mendonorkan matanya untuk Rafael aku bisa membantu mu."Ucap Dani jahat.


"Maksud mu?"Ucap Zia mulai mencerna ucapan Dani.


"Kembali lah pada ku,maka aku akan menjamin jika Rafael akan kembali bisa melihat."Ucap Dani terlihat enteng.


Zia gemetar mendengar ucapan Dani dia tidak menyangka jika Dani akan tega melakukan hal itu kepada dirinya dan memanfaatkan Rossi yang sedang sakit.


"Apa kau gila! Dani aku tidak menyangka kau akan benar-benar sekejam ini!"Ucap Zia berdiri dari duduknya.


"Aku kejam? Aku hanya menawarkan bantuan,jika kau mencintai suami mu maka kau pasti akan mau berkorban untuk nya,dan satu lagi Ingat lah sekarang ini mencari pendonor sangat lah sulit, dan jika ia tidak cepat mendapatkan pendonor aku yakin selama nya mata nya tidak akan bisa di operasi lagi."Ucap Dani kepada Zia dengan raut wajah sinis.


Zia terdiam,ia tau jika perkataan Dani itu benar, namun tidak mungkin ia meningal kan Rafael karena dirinya benar-benar mencintai dan sudah sangat nyaman terhadap Rafael.


"Aku beri waktu untuk berfikir,jika kau bersedia maka operasi akan langsung di lakukan."Ucap Dani yang kemudian berjalan keluar dari restoran tersebut meningal kan Zia.


Zia mulai menitikkan air mata nya, ia mengais dan kembali terduduk di kursi restoran tersebut,kini perasaan nya campur aduk dan kacau ia di hadap kan oleh dua pilihan yang begitu membuat nya berat untuk memilih.


Sementara itu dari jauh Dani mengamati Zia, sejujurnya ia merasa tidak tega namun rasa egois dan rasa cintanya lebih besar jika ia tidak melakukan hal itu ia akan kehilangan Zia selama nya.


Malam harinya.


Zia duduk di tepi kasurnya dengan mata sembab dan sedikit bengkak.


Ia membuka laci tempat di mana Rafael menaruh berkas-berkas keterangan tentang mata nya yang dari rumah sakit.


Benar saja,mata Rafael sudah beberapa kali terluka,jika tidak di lakukan operasi donor mata ma selama nya mata Rafael tidak bakan bisa menerima donor dan ia tidak akan bisa melihat lagi.

__ADS_1


Satu bulan mereka telah bersama,Zia sangat mencintai Rafael dan tau bagaimana sulit nya Rafael yang tidak bisa melihat, bahkan Zia sering melihat jika Rafael kesusahan dalam melakukan aktivitas apapun.


Bersambung ....


__ADS_2