Terpaksa Menikahi Tuan Muda Buta

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Buta
Bab 28


__ADS_3

Mama Laura pun menyalakan mesin mobil nya dan melaju keluar dari aula rumah nya.


Tak lama kemudian ia pun tiba di mansion keluarga Desmond, entah apa yang ingin di lakukan oleh mama Laura sekarang yang jelas ia memiliki rencana jahat untuk memfitnah Zia.


"Apakah nyonya Rianti ada di dalam?"Tanya mama Laura kepada penjaga gerbang Mansion.


"Ada nyonya, namun nona Zia dan tuan muda tidak ada karena mereka di rumah sakit."Jawab penjaga gerbang tersebut dengan sopan.


"Tidak, aku hanya ingin bertemu dengan nyonya Rianti."Jawab mama Laura.


"Baik lah nyonya silahkan masuk."Ucap penjaga gerbang tersebut mempersilakan mama Laura untuk masuk ke dalam Mansion.


Mama Laura pun berjalan masuk ke dalam Mansion dengan langkah kaki cepat.


Dan di depan pintu Mansion terlihat seorang maid yang sedang menyiram tanaman.


"Permisi ada yang bisa saya bantu nyonya?"Tanya maid tersebut.


"Ah iya, di mana nyonya Rianti."Ucap mama Laura.


"Ada di dalam,mari masuk nyonya Laura."Ucap maid tersebut membuka pintu masuk mansion.


Tampa basa-basi lagi mama Laura pun langsung masuk dan berjalan menuju ruang tengah mansion.


Terlihat mama Rianti yang duduk di sofa sambil menikmati teh hangat nya.


"Permisi nyonya Rianti,maaf menganggu waktu istirahat Anda."Ucap mama Laura.


"Nyonya Laura, ada apa ? Ah iya silahkan duduk."Ucap mama Rianti kaget melihat mama Laura yang tiba-tiba datang ke Mansion nya.


Di sini lah Akting mama Laura di mulai.


"Hiksss,nyonya Rianti,aku ingin mengatakan sesuatu."Tangis mama Laura saat duduk di samping mama Rianti dengan memegang tangan mama Rianti.


Mama Rianti terlihat kebingungan dan tidak tau dengan apa masalah yang di rasakan mama Laura saat itu sehingga membuat dia datang ke Mansion Desmond dan menangis.

__ADS_1


"Ada apa? Ceritakan dengan pelan, jangan menangis seperti ini."Ucap mama Rianti kepada mama Laura sambil memegang pundak mama Laura.


"Putri ku,dia sudah kembali,hiksss."Ucap mama Laura di sela Isak tangis nya yang dengan sengaja dia buat.


"Putri mu? Maksud mu Sena?"Ucap mama Rianti bingung.


"Iya,dia sudah kembali,dan sekarang dia sedang trauma akan apa yang telah di lakukan oleh Zia kepada dirinya."Ucap mama Laura sambil menangis.


"Maksud nya apa ini,saya benar-benar tidak mengerti."Jawab mama Rianti.


"Ternyata, Sena tidak kabur melainkan di culik oleh anak buah Zia, dan di sekap di suatu tempat, semua ini ia lakukan agar ai bisa menikah dengan tuan muda Rafael,aku tidak menyangka Zia akan sejahat ini merebut kebahagiaan adik angkat nya, padahal kami telah benar-benar baik kepada nya,ia melakukan ini semua demi harta hiksss aku tak habis fikir."Ucap mama Laura dengan air mata palsu nya.


"Apa!?Apa yang anda katakan ini benar? Sekarang di mana Sena?"Ucap mama Rianti yang dengan bodoh nya mudah percaya dengan omongan mama Laura.


"Dia ada di rumah dan mengunci diri di dalam kamar,aku tidak tau harus bagaimana membujuk nya,dia kecewa karena Rafael yang seharusnya menjadi suaminya kini menjadi suami kakak nya."Ucap mama Laura.


"Benar-benar perempuan itu tidak tau malu, aku juga sangat kesal kepada nya, pantas saja ia tidak mau menerima tawaran Dani untuk mendonorkan mata adik nya untuk Rafael, karena dia tidak mau mengorbankan diri, dia menginginkan hartanya Rafael bukan mencintai Rafael."Ucap mama Rianti.


"Apa? Apa yang nyonya maksud?"Tanya mama Laura bingung.


Sementara itu mama Laura tersenyum kecil sambil mengangguk kan kepala nya mencerna semua yang di katakan oleh mama Rianti.


"Berarti Rafael akan bisa melihat jika Zia bersedia meninggalkan nya, ini kesempatan bagus untuk Sena kembali mendapatkan Rafael."Batin mana Laura.


"Tunggu apa lagi nyonya Laura,ayo aku ingin bertemu dengan Sena, dan membawa nya bertemu Rafael."Ucap mama Rianti berdiri dari duduknya.


"Ah, iya ayo."Ucap mama Laura semangat.


Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan mansion mengunakan mobil mama Laura untuk kembali menemui Sena.


Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di rumah keluarga Prasetya.


"Nyonya Rianti, tunggu lah di sini,aku akan ke atas untuk membujuk Sena, agar ia mau keluar dan menemui mu."Ucap mama Laura dengan wajah yang penuh kesedihan.


"Baik lah."Ucap mama Rianti yang kemudian duduk di sofa.

__ADS_1


Mama Laura pun berjalan cepat menaiki tangga menuju kamar Sena.


Tok ... tok ... tok.


Beberapa kali mama Laura mengetuk pintu kamar tersebut.


Sena yang mendengar ketukan itu pun beranjak dari kasur nya dan berjalan menuju pintu kamar dan membuka nya.


dengan cepat mama Laura masuk ke dalam kamar Sena dan menutup pintu kamar tersebut.


"Mama kenapa sih ma, ganggu orang lagi tidur aja."Ucap Sena bingung.


"Ssssst, kecilkan suara mu, di bawah ada nyonya Rianti."Ucap mama Laura.


"Hah? Apa yang dia lakukan di sini?"Ucap Sena mengecilkan suaranya.


Mama Laura pun menceritakan apa yang ia ketahui dan semua rencana jahatnya kepada Sena.


"Waht benar kah?"Ucap Sena kaget mendengar cerita sang mama.


"Pokoknya kamu lakukan saja apa yang mama suruh,ini juga demi kebahagian mu, dan Rafael juga tidak lama lagi akan bisa melihat."Ucap mama Laura kepada Sena.


"Oke ma, aku akan melakukan apapun yang mama suruh,aku juga tidak rela kebahagiaan yang seharusnya menjadi kebahagiaan ku di rengut oleh Zia."Ucap Sena tak kalah jahat nya dari sang mama.


Mereka pun akhirnya turun setelah mama Laura mendanai Sena sebegitu kucel nya seperti orang yang keluar dari rumah sakit jiwa.


"Astaga, apa ini Sena?"Ucap mama Rianti terlihat prihatin dan sangat kaget.


"Iya,ini Sena, dia benar-benar sedang trauma dan maaf sangat lama untuk membujuk nya agar ingin keluar kamar."Ucap mama Laura.


Sena pun duduk di sofa berhadapan dengan mama Rianti,ia hanya diam dan tidak berbicara sedikit pun,layak nya orang yang benar-benar sedang mengalami keteraumaan.


Bersambung ....


Mohon maaf ya para reader ku, author akhir-akhir ini gak bisa up banyak, maklum menjelang lebaran sangat sibuk di rumah, dan mohon di maklumi jika banyak kata-kata yang salah atau typo.

__ADS_1


__ADS_2