
Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di rumah Dani.
Rafael dan mama Rianti turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam gerbang rumah Dani tersebut.
Tok ... tok ... tok.
Berkali-kali Rafael mengetuk pintu rumah Dani dengan kuat.
Tidak lama kemudian Dani pun membuka pintu tersebut karena suara ketukan yang terdengar seperti orang kesurupan saja.
"Ada apa?"Ucap Dani yabg sama sekali belum mengetahui jika itu adalah Rafael.
Brukh ...
Satu pukulan dari Rafael berhasil mengenai sudut bibi Dani sehingga membuat Dani tersungkur ke lantai.
"Rafael sabar lah nak jangan emosi!"Ucap mama Rianti menahan tangan Rafael yang kini kembali ingin memukul Dani.
"Di mana istri ku!"Teriak Rafael kepada Dani.
"Dani ada apa ini nak!"Ucap mama Dani yang baru tiba di ruangan tersebut.
"Zia! Zia! Aku tau kau ada di sini aku datang menjemput mu ayo pulang!"Ucap Rafael terlihat seperti orang gila.
"Rafael cukup! Zia tidak ada di sini! Ucap Dani berdiri sambil memegang bibir nya yang mengeluarkan sedikit darah segar.
"Tidak ada di sini? Jangan berbohong atau aku akan membuat mu mati mengenaskan!"Ucap Rafael dengan mata memerah akibat emosi.
"Nak Rafael itu benar, nak Zia tidak ada di sini, kami bahkan sudah lama tidak bertemu dengan Zia."Ucap mama Dani sambil menangis.
"Jangan berbohong, buat apa kau menjebak istri ku dengan mata adik mu? Aku bahkan tidak menginginkan mata dari adik mu!"Ucap Rafael memegang kerah baju Dani.
"Rafael kau salah paham, benar aku pernah menawarkan mata adiku kepada Zia untuk mu dengan syarat dia harus kembali kepada ku, tapi dia tidak pernah setujui dan dia juga tidak pernah datang ke padaku."Ucap Dani membela dirinya.
"Rafael Cukup! Dia tidak berbohong!"Ucap Niko yang baru saja tiba di sana.
Semua orang yang ada di sana beralih menatap Niko yang baru tiba.
__ADS_1
"Apa maksud mu?"Ucap Rafael kepada Niko.
"Ayo ikut aku! Bibi ayo!"Ucap Niko menarik tangan Rafael menuju mobil nya.
"Bibi, Rafael ayo pulang ke mansion dan aku akan menceritakan semua yang terjadi kepada Zia."Ucap Niko yang kini sudah tidak tahan menyimpan rahasia tersebut karena tidak ingin Rafael semakin stres.
Mereka pun akhirnya sama-sama kembali ke Mansion karena penasaran dengan apa yang akan di ucapan oleh Niko.
Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di mansion.
Ruang tamu mansion Desmond.
"Apa yang kau sembunyikan dari ku? Di mana istri ku?"Tanya Rafael menatap Niko dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Rafael, mata mu, adalah mata nya."Ucap Niko kepada Rafael.
Semua tercengang termasuk mama Rianti.
"Apa maksud mu Niko ?"Ucap mama Rianti kepada Niko.
"Jelas kan."Jawab Rafael berusaha tetap tenang.
"Ap-Apa? Jadi ? Jadi Zia mendonorkan mata nya untuk Rafael?"Ucap mama Rianti tak percaya.
"Iya bibi, jika bibi tidak percaya dokter yang menangani operasi tersebut kapan pun bersedia menjelaskan saat aku hubungi."Ucap Niko kepada mama Rianti.
Sementara itu tubuh Rafael bergetar antara sedih dan marah bercampur aduk terhadap mama Rianti yabg telah melakukan sebuah kejahatan sehingga membuat dirinya kehilangan Zia istri tercinta.
"Rafael, mama minta maaf sayang, maaf kan mama, mama menyesal."Ucap mama Rianti memegang tangan Rafael.
Namun dengan cepat Rafael menepis tangan mama Rianti yang memegang tangan nya.
"Katakan kepada ku, di mana istri ku sekarang?"Ucap Rafael kepada Niko.
"Aku sama sekali tidak tau di mana tujuan nya pada sat setelah operasi ia meminta ku untuk mengantar nya ke bandara ia ingin jauh dari mu karena tidak ingin kau merasa bersalah."Ucap Niko sambil menunduk takut akan di marahi Rafael.
Rafael berdiri dari duduknya.
__ADS_1
Ia benar-benar hancur setelah mengetahui kebenaran ini, hati nya sakit ia tidak menyangka jika sang istri akan berbuat demi kian demi dirinya.
Rafael berjalan meningal kan mansion tersebut tampa sepatah katapun, tidak ada yang berani angkat bicara lagi bahkan bertanya kemana dia akan pergi.
Dan sejak itu lah ia terus berusaha mencari keberadaan Zia namun tidak di temukan oleh dirinya atau anak buah nya, ia begitu membenci sang mama dan tak ingin bertemu lagi dengan mama nya.
Flashback off.
Setelah di usir dari Fila Rafael mama Rianti pun kembali pulang ke mansion nya ini bukan pertama kalinya Rafael mengusir nya bahkan setiap bertemu Rafael bahkan berpura-pura tidak mengenali dirinya sungguh kesalahan yang tidak bisa di maaf kan oleh sosok Rafael.
Sementara itu kondisi keluarga Prasetya sekarang semakin memburuk dan kini mereka hanya tinggal di sebuah rumah kecil yang hanya memiliki dua kamar.
Karena Rafael tidak tinggal diam akibat perbuatan mereka, Rafael membuat perusahaan keluarga Prasetya bangkrut dan kehidupan mereka penuh derita dan serba kekurangan, Sena pun kini harus bekerja di sebuah toko untuk mencukupi kebutuhan mereka.
****
Di sisi lain.
"Nian, sayang ayo bangun kita sudah sampai."Ucap Zia membangun kan Nian yang sedang lelap tertidur.
"Huaaam, bibi, apa kita sudah tiba?"Ucap Nian mengucek-ngucek mata nya.
Jam menujukkan pukul 04:10
"Iya ayo segera bersiap-siap."Ucap Zia mulai meraba-raba tas kecil nya yang tadi ia letakkan di samping kursi nya.
"Iya bibi."Jawab Nian mulai merapikan rambut nya dan memasang sendal yabg sempat ia lepas dari kaki nya.
Setelah pesawat yang mereka tumpangi berhasil mendarat di bandara **** mereka pun bersiap-siap untuk turun dari pesawat tersebut.
Nian benar-benar menjadi mata untuk bibi nya, mereka turun dari pesawat bergandengan tangan dengan di bantu satu orang pramugari.
Dan di sana asisten pribadi Zia ya itu Vena sudah menunggu mereka.
"Ayo nona muda."Ucap Vena memegang tangan Zia menuntun nya masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Nian.
"Nona apa sebelum nya tuan Nevan sudah mengatakan jika kita akan mendiami Fila yang baru ia beli?"Tanya Vena sambil fokus menyetir.
__ADS_1
"Hmm, aku sudah tau."Jawab Zia sedikit menampilkan senyum nya.
Bersambung ....