Terpaksa Menikahi Tuan Muda Buta

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Buta
Bab 39


__ADS_3

"Bawa dia keluar."Ucap Rafael yang kemudian kembali masuk ke dalam kamar nya.


"Ayo!"Ucap kedua bodyguard Rafael menarik mama Rianti keluar dari sana.


Tidak peduli seberapa kuat mama Rianti memberontak ia tidak akan mampu melawan kedua bodyguard Rafael.


Dan akhirnya mama Rianti pun di dorong keluar dari gerbang Fila Rafael.


"Ya Tuhan, bagai mana cara nya agar aku bisa mendapatkan maaf dari Rafael."Ucap mama Rianti berjalan masuk ke dalam mobil nya sambil menangis.


Flashback onn


Setelah beberapa bulan kepergian Zia Rafael terus mencari dan mengerahkan anak buah nya, namun ia tidak juga menemukan Zia, dan sejak itu ia menjadi sosok laki-laki yang cukup dingin terhadap siapa pun kecuali mama nya dan Sena yang terus saja berusaha mendekati dirinya dan selalu menceritakan hal buruk tentang Zia.


Hari itu mama Rianti berniat untuk pergi ke rumah Sena untuk membicarakan tentang Sena dan Rafael.


Ia berjalan masuk ke dalam rumah Sena Tampa memberi kabar mereka terlebih dahulu.


"Permisi nyonya Rianti."Ucap slaah satu pelayan di rumah Sena.


"Iya apa Sena dan mama nya ada di rumah ?"Ucap mama Rianti kepada pelayan tersebut.


"Ada di taman belakang nyonya silahkan."Ucap pelayan tersebut dengan sopan.


"Baik lah terima kasih."Ucap mama Rianti berjalan menuju taman belakang rumah Sena.


Mama Rianti berjalan sambil melihat sekeliling taman belakang rumah keluarga Prasetya dan mendengar ada suara orang mengobrol dengan tawa pelan.


"Ma akhirnya aku bisa kembali merebut Rafael dari Zia."Ucap Sena sambil tertawa kecil.


"Pelan kan ucapan mu, dan ingat ketika kau sudah menikah dengan Rafael minta dia mengalihkan semua aset yang ia miliki menjadi nama mu."Ucap mama Laura.


"Haha, tenang saja ma, aku akan melakukan semua itu,dan terima kasih banyak ide mama untuk memfitnah Zia berhasil mengelabui Rianti yang bodoh itu."Ucap Sena lagi.


"Apa?! Apa yang barusan kalian katakan?"Ucap mama Rianti yabg ternyata sudah berdiri tepat di belakang kursi taman tersebut.


Sontak mama Laura dan Sena membalikkan kepala melihat arah saudara yang sangat mereka kenali.

__ADS_1


"Mama,kapan kau datang apa kau bersama Rafael?"Tanya Sena berdiri dari duduknya.


Raut wajah Sena dan mama Laura tampak berubah drastis dari sebelumnya.


"Jangan panggil aku dengan sebutan mama! Kau tidak pantas! Kalian keterlaluan!"Ucap mama Rianti gemetar menahan amarahnya.


"Nyonya Rianti maaf kan kami dengar kan penjelasan kami dulu."Ucap mama Laura memegang tangan mama Rianti.


"Tidak perlu! Aku sudah mendengar semuanya! Kalian benar-benar keterlaluan! Kalian memfitnah Zia!"Ucap mama Rianti menujuk wajah mama Laura.


"Tapi bukan kah kau juga jahat kepada nya dan memaksa nya untuk berkorban demi mata Rafael?"Ucap mama Laura melawan.


"Iya, tetapi kalian benar-benar keterlaluan kalian menuduh nya menjadi seorang penculik padahal Sena tidak di culik bukan? Aku sudah berdiri di sini sejak lama kalian benar-benar manusia kotor!"Ucap mama Rianti dengan suara lantang.


"Ma bagaimana ini,habis lah kita."Ucap Sena memegang tangan mama nya.


"Ini semua salah mu."Ucap mama Laura yang kini sudah terpojok kan.


"Mulai sekarang jangan pernah datang dan menghubungi keluarga kami lagi, dan ingat aku akan meminta Rafael untuk menarik semua infestsi kantor kalian!"Ucap mama Rianti yang kemudian berbalik meninggalkan taman tersebut dan keluar dari aula rumah keluarga Prasetya.


Mama Rianti pun akhirnya pergi meninggalkan rumah keluarga Prasetya.


"Mama juga tidak tau Sena kita harus segera memberitahu papa."Ucap mama Laura panik.


Sementara itu mama Rianti melajukan mobilnya menuju Fila Rafael.


Tidak butuh waktu lama ia pun tiba di Fila tersebut.


"Rafael! Rafael!"Pangil mama Rianti sambil masuk ke dalam Fila tersebut.


"Ada apa ma?"Ucap Rafael melihat wajah panik mama nya.


"Rafael maaf kan mama, ternyata Zia sama sekali tidak bersalah, itu semua adalah hasil rekayasa mereka yang telah menuduh Zia."Ucap mama Rianti sambil menangis.


Rafael yang bingung pun menaikan satu alis menatap sang mama.


"Sudah lah, cerita kan dengan jelas, duduk dulu ma."Jawab Rafael masih dalam keadaan tenang.

__ADS_1


Mama Rianti pun mencoba tenang dan duduk di sofa ruang tamu tersebut bersama dengan Rafael.


Ia pun mulai bercerita.


"Hari ini mama pergi ke rumah keluarga Prasetya Tampa sengaja mama mendengar obrolan Sena dan mama nya bagaimana semuanya ini adalah rencana mereka Zia bukan lah penculik mama sangat menyesal hiksss mama benar-benar menyesal Rafael bahkan mama sudah memaksa dia untuk mengorbankan cinta kalian agar kau bisa kembali melihat."Ucap mama Rianti sambil menangis memegang tangan Rafael.


"Sudah ku duga, dan aku tidak akan pernah percaya kepada mereka, tapi tunggu, mengorbankan cinta?Apa maksud mama tentang hal itu?"Tanya Rafael menatap wajah sang mama.


Mama Rianti terlihat takut dan menundukkan kepalanya.


"Katakan ma."Ucap Rafael kepada mama Rianti.


"Rafael, maaf kan mama, saat kau belum bisa melihat mama mendengar bawah Zia memiliki mantan kekasih bernama Dani dan dia memiliki adik yang hampir mati lalu mama tau Dani mencintai Zia dan dia membujuk Zia untuk kembali kepada nya dan memberikan mata adik nya kepada mu, lalu mama memaksa Zia melakukan itu hikssss maaf kan mama Rafael maaf kan mama."Ucap mama Rianti bersimpuh di kaki Rafael.


Mendengar ucapan tersebut mata Rafael memerah menahan amarah nya dia tidak tau sejak ia sakit istri nya akan di siksa dan di perlakukan seperti binatang oleh mama nya.


"Seandainya mama tidak egois mungkin sekarang Zia masih ada di sini."Ucap mama Rianti dengan tangis penyesalan nya.


Rafael mengepalkan tangannya menahan amarahnya setetes air mata bening keluar dari kelopak mata indah nya, ia tidak menyangka mama nya akan sejahat ini terhadap Zia.


Rafael pun berdiri dari duduknya dan melangkah pergi tanpa sepatah kata pun.


"Rafael! Rafael kau mau kemana!"Ucap mama Rianti mengejar Rafael.


"Masuk ma!"Ucap Rafael membuka pintu mobil nya dan menyuruh mama nya masuk ke dalam mobil tersebut.


Mama Rianti yang ketakutan dengan ekspresi Rafael pun bergegas masuk ke dalam mobil tersebut.


Rafael juga ikut masuk dan kemudian menyalakan mesin mobil nya.


Tampa bas basi ia pun melajukan mobilnya tersebut dengan kecepatan tinggi.


"Rafael apa yang kamu lakukan nak? Kau akan membawa mama ke mana?"Ucap mama Rianti ketakutan.


"Rumah Dani."Ucap Rafael dengan tatapan tajam nya.


Mendengar ucapan Rafael mama Rianti tidak bisa berkata apa-apa ia hanya bisa pasrah dan menahan rasa takut nya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2