
Mereka yang sudah memasuki ruang tinju, membuat Rahayu memulai pembicaraan terlebih dahulu.
“kakak mau ngomong apa???” ucap Rahayu yang penasaran.
“itu yuu... tadi Pak Dedy ngasih tau, kamu sama aku bakal ikut lomba” saut Angga.
“haaa... lomba kak???” ucap Rahayu kaget.
“iya ada event event gitu, kan lumayan buat pengalaman mu sama... hadiahnya juga lumayan buat pelajar kaya kita” balas Angga.
“tapi kak aku kan baru 3 bulan latihan,apa bisa aku nanti?...” saut Rahayu.
Pak Dedy yang menghampiri mereka dan menjawab ucapan Rahayu.
“pasti bisa yuu... saya lihat kamu sudah bisa untuk mengikuti perlombaan... selama latihan ini kamu cepat tanggap dan menguasainya” saut Pak Dedy menjelaskan...
“apa sebelumnya kamu pernah ikut kegiatan apa gitu yang melatih fisik mu???” tanya Pak Dedy.
“iya pak sebelumnya saya ikut karate dan juga pernah mengikuti beberapa perlombaan” balas Rahayu.
“ohh pantas saja fisik mu sudah ada... jadi sering-sering aja latihan biar terbiasa” balas Pak Dedy.
“iya pak” saut Rahayu...“jadi kamu bisa kan yuu ikut lomba ini???” tanya Pak Angga...
“siap Pak” balas Rahayu...
“di lanjut latihannya”
Mereka pun melanjutkan latihannya sampai malam.
Rahayu yang bersiap pulang segera menghampiri motornya dan melihat ban motor yang kempes...
“ihh kenapa juga kempes sihh” ucap Rahayu.
“kamu kenapadek?” tanya Angga...
“ini kak ban motor aku kempes” jawab Rahayu...
“yaudah yuk aku antar pulang... udah malam juga gak ada bengkel yang buka” ajak Angga.
“tapi kak motor ku gimana??” ucap Rahayu.
“udah biar aja di situ biar aku yang urus besok” saut Angga.
Mereka pun segera menuju kediaman Rahayu...
“makasih ya kak” ucap Rahayu.
“iya dek sama-sama” balas Angga.
“gak masuk dulu kak” saut Rahayu yang menawarkan Angga.
“gak dek udah malam gak baik cowok di rumah cewek jam segini” balas Angga...
“aku pulang yaa...” ucap Angga dan pergi meninggalkan...
“hati-hati kak” balas Rahayu.
__ADS_1
Rahayu yang merasa senang dekat dengan Angga segera memasuki rumahnya.
“c...i..e..c...i..eee senang amat dahh” ucap Sapta mekagetkan Rahayu.
“hii bikin kaget aja” saut Rahayu yang kaget.
“siapa tadi itu kak ?..” ucap Sapta penasaran.
“pacar aku kenapa ganteng kan” saut Rahayu bohong.
“idihh... bohong banget mana mungkin cowok itu mau sama kakak” ucap Sapta.
“gak percaya ya sudahh... tidur tidur sana kamu begadang terus” balas Rahayu.
“iya iya ini mau tidur” ucap Sapta.
***
Bayu yang sibuk menulis surat cinta untuk Rahayu bingung dengan isi suratnya...
“dari aku untuk pujaan ku” ucap bayu sambil menulis kata yang di ucapkan... “ahhh gak gak terlalu lebay... aku harus buat suat yang berkesan mendalam banget” ucap Bayu lagi dan segera menulis ulang.
Bayu yang sibuk menyusun kata akhirnya selesai juga...
“akhirnya finis juga tapi ngomong-ngomong Rahayu juga suka sama gue gak ya... ahh pasti suka lahh kita kan selalu berdua,gak mungkin dia gak suka gue” ucap Bayu percaya diri.
“lagi buat apa yuu” ucap Ibu Ana yang membuat Bayu panik dan menyembunyikan suratnya...
Ibu Ana yang melihat kamar Bayu yang berantakan dengan banyaknya kertas membuatnya mengambil kertas dan membacanya...
”aku tau ini cara kuno tapii... Bayu langsung mengambil kertas dari tangan Ibunya “ihhh mama apaan sihh” ucap Bayu kesal.
“apa sihh mama ini” saut Bayu merasa malu.
“ciee pake acara malu segala... pokoknya mama dukung kamu sama Rahayu 100% gass terus yuu jangan kasih kendor” ucap Ibu Ana yang mendukung.
“apa sihh buu... aku ngantuk mau tidur” ucap Bayu yang mendorong ibunya keluar.
“semangat sayang” saut Ibu Ana di belakang pintu membuat Bayu senyum malu.
***
Pagi pun datang Bayu yang sudah bangun segera turun dari kamar dan melakukan sarapan bersama kedua orang tuanya.
“tumben banget jam segini sudah mau berangkat sekolah” ucap Pak Budi penasaran dengan anaknya.
“itu yahh... Bayu mau nembak cewek” saut Ibu Ana.
“wahh cewek yang mana ini kok gak di kenalin ke papa” ucap Pak Budi.
“sii Rahayu paa siapa lagi” balas Ibu Ana yang tau.
“aku berangkat dulu ya yahh” ucap Bayu yang tidak tahan dengan tingkah kedua orang tuanya.
“lohh gak sarapan dulu...” teriak Bu Ana melihat Bayu beranjak pergi.
“gak masih kenyang”
__ADS_1
“kenyang makan apa itu anak” ucap Bu Ana membuat Pak Budi tertawa.
Bayu yang berangkat pagi-pagi sudah berada di dalam kelas Rahayu dan memasukan surat cintanya di dalam laci meja Rahayu, Bayu pun langsung cepat-cepat keluar sebelum ada yang melihatnya.
Rahayu yang masih berada di dalam rumah sedang melakukan sarapan bersama keluarganya tak lama Angga datang menjemput Rahayu.
Sebelumnya Angga sudah mengabari Rahayu kalo dia akan menjemputnya.
Angga yang di persilakan masuk membuat Pak Hariyono penasaran...
“ini siapanya Rahayu?...” tanya Pak Hariyono.
“pacarnya kak Rahayu yahh” saut Sapta membuat Angga dan Rahayu terkejut dan malu.
“wahh hebat sudah gede adek ku” balas Adi mengejek.
“ihh apaan sih... dia kakak kelas ku yahh sekaligus senior yang latih aku tinju namanya Angga” ucap Rahayu menjelaskan.
“kemarin kak Rahayu sendiri bilang kalo kakak ini pacarnya kak Rahayu, ihh kakak bohong lagi yaa” ucap Sapta memberi tahu yang lain.
“udah diam kamu anak kecil” saut Rahayu kesal.
“ohh nak Angga... kelas berapa sekarang” tanya Pak Hariyono.
“kelas 3 om” balas Angga.
“wahh bentar lagi lulus dong mau lanjut kuliat atau langsung kerja??” tanya Pak Hariyono.
“kuliah om” balas Angga.
Mereka yang sudah selesai segera berangkat menuju sekolahan... Rahayu yang merasa canggung langsung memperjelas situasi tadi...
“kak maaf ya soal tadi itu mulut anak kecil emang suka sembarangan kalo ngomong” ucap Rahayu yang memperjelas...
“ahh gak papa kali dek... semoga aja betulan” balas Angga membuat Rahayu bingung...
“maksutnya apa ya kak???” ucap Rahayu bingung...
“nanti kamu juga tau” saut Angga membuat Rahayu penasaran.
Rahayu yang berada di kelas sedang sibuk memainkan handphonenya.
“yuu lihat tugas kefarmasian dong aku lupa kerjain” kata Lia.
“lihat atau nyontek itu beda lohh” saut Della.
“hehe nyontek lahh... masa harus ku perjelas lagi” balas Lia.
“ambil aja di laci... itu buku yang paling bawah” ucap Rahayu sambil memberi arahan.
“assiapp bossquu” balas Lia.
Lia yang berniat mengambil buku justru melihat amplop berisi surat cinta...
“ehh apa ini” ucap Lia sambil mengangkat suratnya membuat Rahayu dan Della penasaran.
“wahhh surat cinta yok buka... buka” ucap Della...
__ADS_1
Mereka segera membuka amplop dan membacanya...