
Rahayu yang mengikuti langkah Pak Dedy menuju ruang pendaftaran segera mendaftarkan dirinya...
Pak Dedy yang mengarahkan Rahayu, mengenalkan ruangan dan alat-alat tinju pun membuat Rahayu tersadar bahwa Adi sedang menunggunya.
“pak maaf tapi saya mulai latihannya nanti hari rabu ya pak.. saya lupa kakak saya lagi nunggu saya...” ucap Rahayu yang meminta ijin keluar.
Pak Dedy yang mendengarkan Rahayu mengiyakan Rahayu untuk keluar.
Rahayu pun segera pergi menemui Adi yang sedang menunggunya, tak lupa Rahayu membawa air minum yang dia beli.
“lama banget sih, haus tau” ucap Adi yang menunggu Rahayu...
“yaa maaf tadi aku daftar ikut kelas tinju di sebelah”
Adi yang mendengar ucapan Rahayu membuatnya terkejut.
“haa kamu ikut kelas tinju, nanti muka jelek mu di tinju jadi tambah jelek dong...” ucap Adi yang mengejek Rahayu...
“cantik kaya gini kok di bilang jelek.. kalo gue jelek berarti kakak-kakak gue lebih jelek dong” balas Rahayu..
“emang gue anggap lu adek gue hahaha” balas Adi yang membuat Rahayu kesal.
Mereka bersiap pulang menuju kediaman mereka, Adi yang mulai memainkan gas motor pun memecah jalan menuju kediamanya.
Sesampainya di rumah mereka menuju sarang mereka masing-masing, Rahayu yang telah masuk kedalam kamarnya segera mengambil handuk dan memulai membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan diri Rahayu yang lapar segera menuju dapur untuk mengisi perut kosong tersebut.
Rahayu yang memulai memasukan nasi ke dalam mulutnya hingga ia mulai merasa kekenyangan, tak lama Ibu Lasinem datang menemuinya.
“yuu kata kakak mu kamu ikut kelas tinju ya” ucap Lasinem yang mengagetkan Rahayu.
“iya bu aku ikut kelas tinju” balas Rahayu yang melanjutkan memasukan nasi kedalam mulutnya.
“lohh kamu di Jawa kan ikut karate, kenapa gak kamu lanjutin itu aja??...” ucap Bu Lasinem yang penasaran.
“biar ada suasana baru bu” balas Rahayu yang membuat Lasinem terheran dengan sifat anak gadisnya.
“pantasan kak Rahayu masih jomblo, orang mainannya kaya gitu mana ada cowok yang berani dekatin...” saut Sapta yang mendengar pembicaraan mereka sebelumnya.
“apa sih ini anak kecil cowok-cowok terus, kalo aku bawa cowok ke rumah kaget kamu nanti sama kegantenganya” balas Rahayu...
Sapta yang mendengar ucapan kakaknya membuat dia tertawa... “haha mana ada cowok ganteng mau sama kakak” ledek Sapta membuat Rahayu kesal...
“ohh awas kamu taa...” teriak Rahayu kesal.
***
__ADS_1
Pagi pun datang Rahayu yang berada di dalam kelas menunggu kedatangan kedua temannya mulai merasa bosan...
“mana sih mereka lama betul datngnya”
Tak lama Della dan Lia datang dengan raut wajah yang sedih...
“tumben datangnya lama” ucap Rahayu yang penasaran...
“iya itu Lia dapat surat cinta dari polisi” balas Della yang membuat Rahayu bingung...
“haa surat cinta Lia di tembak polisi.. uhh selamat ya hahah” balas Rahayu yang membuat Lia dan Della tertawa...
“bukan surat cinta kaya gitu tapi surat tilang Rahayuu...” balas Della yang membuat Rahayu mengerti.
Lia dan Della belum memiliki SIM jadi wajar bagi siapa saja yang belum memiliki SIM saat terjadi razia harus menerima resikonya.
“untung polis yang tilang gue ganteng” ucap Lia membuat kedua temannya tertawa.
Pelajaran pertama segera di mulai, hingga suara bel istrirahat berbunyi siswa-siswa pun pergi untuk menuju kantin sehat yang berada di dalam sekolah.
Rahayu, Lia dan Della yang sudah memesan makanan dan duduk di kursi yang kosong pun mulai menyantap menu yang mereka pilih.
Tak lama Bayu dan Rakha yang bingung mencari tempat duduk memutuskan untuk duduk bergabung dengan Rahayu.
“aku duduk di sini ya” ucap Rakha yang meminta ijin terlebih dahulu.
Rakha dan Bayu duduk di dekat Rahayu, dengan sengaja sesekali mencuri pandang melihat Rahayu yang sedang menyantap makanannya, tanpa Rahayu menyadarinya.
Bel pertanda pelajaran selanjutnya akan di mulai pun membuat mereka memasuki kelas mereka masing-masing.
Pelajaran pun di lanjutkan hingga bel pertanda pulang terdengar.
***
Tak terasa pagi pun datang membuat Rahayu menuju sekolah dan memulai pelajarannya.
Waktu yang begitu cepat menunjukan pukul 03.30 siswa-siswa pun di bubarkan.
Rahayu yang sudah sampai di rumahnya segera bersiap diri untuk pergi menuju tempat latihan tinjunya, tak lupa Rahayu pamit dengan kedua orang tuanya yang berada di rumah.
Rahayu yang sudah sampai di parkiran segera menuju ke ruang tinjunya, latihan pun di mulai.
Sosok laki-laki yang meninta maaf karna datang telat pun membuat Rahayu terkejut, ternyata dia Angga ketua osis di SMKnya.
Pak Dedy segera mengenalkan Angga kepada Rahayu... “yuu ini Angga yang bakal ngelatih kamu selanjutnya” ucap Pak Dedy yang membuat Rahayu terkejut...
“Rahayu kamu ikut tinju” ucap Angga yang membuat Pak Dedy terkejut...
__ADS_1
“hehe iya kaka...” balas Rahayu...
“ohh kamu sudah kenal sama Rahayu gaa???..” ucap Pak Dedy penasaran...
“iya pak dia adek kelas saya” balas Angga...
“baguslah kalo sudah saling kenal... Angga ini senior di sini dia termasuk atlit kebanggaan bapak” ucap Pak Dedy memberi tahu Rahayu.
“yaudah lanjutin latihannya bapak pergi dulu”
Latihan pun di lanjutan Angga yang melatih Rahayu, merasa takjub dengan Rahayu yang sangat mudah tangkap dan mempunyai gerakan-gerak yang lincah dan kuat.
Latihan pun berakhir.
“kamu sudah pernah ikut latihan kaya gini ya yuu???” ucap Angga yang penasaran.
“gak pernah kak baru kali ini ikut latihan tinju, tapi sebelumnya aku pernah ikut karate kak sering juga lomba-lomba gitu” balas Rahayu.
“ohh pantas aja gerakan mu bagus lincah lagi” ucap Angga yang memuji Rahayu.
“hehe makasih kak” balas Rahayu yang senang karna di puji Angga.
Tanpa di sadari Rahayu dan Angga mempunyai rasa satu sama lain....
***
Rahayu yang sudah ada di dalam kamar segera membaringkan diri hingga tertidur.
Tak terasa hari demi hari terus berjalan hingga tibalah hari jumat Rahayu yang baru pulang dari sekolah bersiap menuju tempat latihan.
Sesampainya Rahayu ditempat latihan Angga yang menunggu kedatangan Rahayu merasa lega dengan kedatangannya.
Latihan pun di mulai sebelum di mulai mereka semua melakukan pemanasan dan lari mengelilingi lapangan agar memperkuat otot kaki mereka, setelah selesai lari mereka memasuki ruangan mereka.
Angga yang mengambil sarung tangan pun segera memasangkan kepada Rahayu yang membuat Rahayu memerah seperti kepiting.
“pake dulu biar gak sakit tangannya..” ucap Angga yang membuat deg..degan Rahayu.
Latihan pun di mulai hingga selesai Angga membantu Rahayu melepaskan sarung tangannya.
“makasih kak” ucap Rahayu membuat Angga tersenyum...
“tenang Rahayu tenang kan dia senior jadi wajar dia bersifat begitu jangan baper ok jangan baper...” ucap Rahayu dalam hati.
Pak Dedy yang melihat sifat Angga merasa senang baru kali ini dia melihat Angga bersifat seperti itu dengan anak baru, apalagi dia cewek.
Waktu menunjukan pukul 08.00 malam.
__ADS_1
Rahayu yang teringat dengan janji akan datang ke rumah Della segera menuju kediaman Della, dengan menggunakan GPS Rahayu melewati jalan sesuai petunjuk yang di arahkan dari handphonenya.