
Rahayu yang sudah berada di ruang tinju bersiap memulai latihanya, Rahayu yang dari tadi memukul samsak membuatnya lega untuk melampiasakan amarahnya.
Angga yang menemui Rahayu berniat untuk menjelaskan kepada Rahayu alasanya bersama Intan...
“dek kamu kenapa kok menghindar terus kalo ketemu kakak” ucap Angga...
Rahayu yang mendengarkan ucapan Angga berpura-pura tidak mendengarnya, Rahayu hanya fokus memukul samsak...
“gak di sekolahan gak di sini kok kamu kacangin aku terus sih... gini amat ya resikonya muka burik” lanjut Angga dengan nada sedikit kesal tapi lucu.
Angga yang kesal di kacangi Rahayu segera memegang samsak yang dari tadi di pukul oleh Rahayu...
“minggir kak” ucap Rahayu...
Angga yang tidak mau pergi membuat Rahayu kesal.
Tanpa pikir panjang Rahayu melanjutkan pukulannya tanpa memperdulikan Angga. Angga yang menahan samsak yang di pukul Rahayu merasa mulai kesakitan,Rahayu yang melihatnya memutuskan untuk berhenti dan beristrirahat.
Angga segera mengikuti langkah kaki Rahayu dan menjelaskannya lagi...
“kacang murah...kacang murah” teriak Angga pura-pura menjadi penjual kacang.
“mba mau kacang murah, sangking murahnya gak ada yang mau ngelirik... jadi kacang itu gak enak yaa mba gak ada yang mau beli terus-terusan di anggurin.. kaya saya yang di kacangin sama cewek saya sendiri rasanya tu gak enak banget mba” ucap Angga dengan gemas kepada Rahayu membuat Rahayu sedikit tertawa dengan tingkah konyol pacarnya.
“ihh kakak apaan sih gak lucu tau” saut Rahayu.
“masih marah soal kemarin”tanya Angga.
“siapa juga yang marah ”jawab Rahayu dengan cepat.
“ahh berarti cemburu yaa” ledek Angga...
Rahayu yang mendengarkan ucapan Angga hanya menggerakan kepalanya turun naik yang berarti iya.
Rahayu yang melihat tingkah pacarnya merasa gemas dan mencubit kedua pipi Rahayu..
“cie cie cemburu bikin gemes dehh... Rahayu Safitri cemburu dengan Angga Pratama yang jalan sama Intan Wulandari” ucap Angga membuat Rahayu malu dan kesal.
“nahh kan nama lengkapnya aja tau... pantasan hari tu tau banget soal keluarganya Intan” batin Rahayu.
“kata kemarin kumpul acara keluarga ehh nyatanya jalan sama cewek yang lain” saut Rahayu cemburu.
“uhh lucu banget sihh kalo cemburu Intan itu sepupu ku” ucap Angga mekagetkan Rahayu.
“bohong pasti kakak cuma mau aku maafin kakak aja kan, makanya bilang kaya gitu” saut Rahayu.
“nii kalo gak percaya kaka punya buktinya” ucap Angga dan menunjukan foto keluarga mereka dan benar kata Angga bahwa Intan termasuk salah satu keluarganya.
“gimana puas” ucap Angga...
__ADS_1
Rahayu yang melihat setiap foto yang di tunjukan Angga membuat dia malu telah menuduh Angga yang tidak-tidak...
“hehe maaf ya kak” ucap Rahayu...
Angga pun memaafkan Rahayu... “lain kali dengerin dulu penjelasan kaka ya jangan main pergi-pergi aja apa lagi kacangin kaka” ucap Angga dan mecubit pipi Rahayu...
“siapp boss” balas Rahayu.
“mau di maafin kan”ucap Angga.
“mau dong”balas Rahayu.
Angga pun menunjuk pipi kanannya yang pertanda ingin di cium.
“ihh kakak itu mah bukan mau maafin aku tapi manfaatin aku” ucap Rahayu.
“gak papa sesekali kan sama pacarnya ” balas Angga dengan senang.
“ini tempat umum kak nanti ada yang lihat ” ucap Rahayu mencari alasan.
“yang lain belum datang, ayo kata mau di maafin” saut Angga.
“ok tutup mata dulu” ucap Rahayu.
Angga pun menutup matanya,Rahayu yang melihat Angga menutup mata segera cepat-cepat kabur dari tempat itu.
“kok lama betul,dekkk” ucap Angga...
“ohh kaburrr” Angga pun tertawa dengan tingkah Rahayu dan segera mengejarnya.
***
Rahayu yang baru pulang dari sekolahnya segera menuju kamarnya dan membaringkan diri...
“ahh capeknya” ucap Rahayu.
Tak lama suara ketukan pintu kamar membuat Rahayu tersadar “tok.. tok..”
“masuk aja gak di kunci” saut Rahayu dari dalam.
Bu Lasinem pun membuka pintu dan segera melangkah kan kakinya memasuki kamar Rahayu... Rahayu yang melihat ibunya menghampiri dirinya membuat Rahayu menegakan badannya...
“kenapa maa?” tanya Rahayu penasaran dengan kedatangan ibunya.
“tolong jemput ayah mu di terminal” jawab Bu Lasinem.
“haa di terminal, kenapa gak pake ojek online aja sih” saut Rahayu.
“kaya gak tau maunya ayah mu aja yuu” ucap Bu Lasinem.
__ADS_1
“uhhh... kenapa mama gak nyuruh kak Adi aja? Aku kan baru pulang sekolah” ucap Rahayu memberi alasan.
“Adi sudah jalan dari pulang sekolah tadi sama temanya” saut Bu Lasinem...
“udah cepat siap-saiap sana nanti ayah mu nunggu lama” tambah Bu Lasinem... “iya.. iya” saut Rahayu.
Rahayu pun bersiap-siap menuju terminal, sesampainya di terminal Rahayu yang menunggu kedatangan ayahnya merasa bosan, Rahayu pun berniat berjalan-jalan sekitar terminal untuk menghilangkan rasa kebosananya, suara orang minta tolong pun membuat Rahayu mencari sumber suara...
“tolongg... tolongg...” ucap seorang wanita yang menggendong bayinya meminta tolong, Rahayu yang melihat wanita itu sedang di todong oleh seorang laki-laki membuat Rahayu menemuinya, tukang todong pun berhasil mengambil tas wanita tersebut dan segera berlari.
Rahayu yang melihatnya segera mengikutinya... “mba tunggu di sini dulu yaa” ucap Rahayu kepada wanita tersebut dan segera berlari mengejar laki-laki tadi...
“berhenti” teriak Rahayu kepada tukang todong...
Vino yang juga kebetulan berada di sana melihat Rahayu mengejar laki-laki tersebut...
“itu kan cewek gila hari itu” ucap Vino mengingat kejadiaan hari itu...
“ngapain dia ngejar laki-laki tadi... ahh atau jangan-jangan dia penjahat”
Vino yang penasaran dengan Rahayu yang mengejar laki-laki tersebut membuat dia berniat mengikuti Rahayu...
Laki-laki tersebut terus berlari hingga sampai di suatu gang yang sepi membuatnya berhenti... Rahayu yang masih mengikutinya membuat laki-laki tersebut kesal...
“hee anak kecil ngapain kamu ikutin aku” ucap laki-laki tersebut...
“pergi sana sebelum aku berubah pikiran” tambah laki-laki tadi...
“maaf pak saya cuma mau ambil tas yang bapak bawa” saut Rahayu.
“hemm jangan ngimpi kamu...” ucap laki-laki tersebut dan menyerang Rahayu.
Rahayu dan tukang todong pun berkelahi, Vino yang melihat perkelahian mereka merasa takjub dengan Rahayu yang berani melawan laki-laki yang di lihat jauh lebih kuat dari dia “wahh gila memang cewek itu” ucap Vino kagum...
Rahayu yang kena pukul di bagian bibirnya membuatnya mengeluarkan darah,tak lama Rahayu berhasil merebut tas dari laki-laki tersebut dan membuat laki-laki tersebut manangis memohon...
“tolong jangan laporin saya kepolisi”
“saya juga mohon jangan ambil tas itu” ucap laki-laki tersebut dengan memohon dan menangis, Rahayu yang melihatnya membuatnya merasa kasian...
“maaf pak tapi ini bukan hak bapak” ucap Rahayu.
“saya mohon jangan ambil tas itu kasian anak saya sakit, saya gak punya uang buat bawa anak saya ke rumah sakit...” ucap laki-laki tersebut memberi alasan.
“jangan bohongin saya pak, tenang aja saya gak bakal laporin bapak kepolisi tapi tolong jangan ulangin hal kaya gini lagi” ucap Rahayu.
“saya gak bohong, saya mohon nak tolong balikin tas itu” saut laki-laki tersebut
Rahayu yang kasian dengan laki-laki tersebut membuatnya penasaran dengan kebenaran dari ucapan laki-laki tersebut... “ok saya bakal kasih tas ini... tapi saya mau lihat anak bapak dulu” ucap Rahayu.
__ADS_1
Laki-laki tersebut mengajak Rahayu pergi menuju kediamanya dan di ikuti oleh Vino secara diam-diam.