
Hari demi hari berlalu akhirnya tiba juga Rahayu di Jakarta, sesampainya di depan rumah Rahayu segera membuka pintu dan memasukinya...
“aku pulang...” teriak Rahayu.
“ciee..ciee..” saut Sapta mengejek Rahayu.
“kenapa luu, baru di tinggal berapa hari sudah gila sendiri” ucap Rahayu mengejek Sapta.
“ciee yang gak jomblo lagi” balas Sapta.
“tau dari mana luu??” tanya Rahayu penasaran.
“ni lagi heboh banget pendaki tampan menyatakan cintanya di Gunung Semeru...” ucap Sapta melihatkan video dari handphonenya....
”uhhh cocwit banget sihh” lanjutnya.
Rahayu yang melihat video tersebut merasa malu sekaligus senang ada orang yang sempat mevideo kejadian hari itu...
“uhh untung aku masih kelihatan cantik di situ” ucap Rahayu memuji dirinya sendiri.
“pede banget”saut Sapat mengejek...
“jangan kasih tau yang lain soal ini” ucap Rahayu menyuruh Sapta tutup mulut.
“kenapa emang kok gak boleh?”
“kepo aja lu tong...pokoknya jangan kasih tau orang rumah,awas kamu kasih tau”ucap Rahayu mengekang.
“kalo aku mau tunjukin ke ayah sama ibu gimana” balas Sapta menantang.
“jangan ***** bikin aku malu aja...”
“ada jaminannya gak ini buat tutup mulut” ucap Sapta meminta.
“gak ada pake kaya gituana” saut Rahayu kesal.
“yaudah jangan salahin mulut kecil ku ini gak bisa di kontrol,gak ada yang kasih rem soalnya”
“dasar matre” ucap Rahayu pelan.
“yaudah kalo gak mau, aku gak maksa”ucap Sapta pergi meninggalkan Rahayu.
“iya... iya mau apa kamu” tanya Rahayu.
“nahh gitu dong dari tadi kak... belikan aku paket internet” saut Sapta senang.
“iya... nanti aku belikan paket internet 1 bulan”
“3 bulan...” saut Sapta sambil memberikan tangannya.
“ok dill” balas Rahayu terpaksa mengambil tangan Sapta...
“dasar adek kurang ajar” ucap Rahayu dalam hati...
***
Angga yang baru sampai di kediamanya langsung memasukinya,di ruang tamu terdapat sosok wanita setengah baya tak lain adalah ibu kandung Angga yang bernama Lina, Bu Lina sedang menunggu kepulangan Angga, saat melihat Angga membuka pintu Bu Lina langsung menghampiri dan memarahi Angga...
“Angga apa-apaan ini” ucap Bu Lina dengan menyodorkan handphonenya yang memperlihatkan video Angga dan Rahayu.
“ohh itu, dia pacarku maa,Angga baru aja jadian” ucap Angga.
“apa... gak bisa mama gak setuju kamu sama dia,mama mau kamu putusin dia” ucap Bu Lina kesal.
“gak bisa ma Angga cinta sama Rahayu” balas Angga.
“ohh namanya Rahayu, nama yang kampungan persis kaya orangnya” ucap Bu Lina kesal...
“pokoknya mama gak mau tau kamu harus putus sama cewek kampungan itu” lanjut Bu Lina...
“cukup maa... selama ini Angga selalu nurutin kemauan mama apapun yang mama suruh Angga lakukan... tapi tolong mahh untuk masalah hati biar Angga sendiri yang memilihnya..” bantah Angga meninggalkan ibunya.
Untuk pertama kalinya Angga melawan kemauan ibunya...
“ohh sudah berani ngelawan mama yaa... kamu lupa siapa yang ngelahirin kamu yang ngerawat kamu sampe sekarang kamu lupa... baru kenal sama cewek kampungan aja kamu berani bantah mama” saut Bu Lina kesal.
“maaf mahh Angga cape Angga mau istrirahat” ucap Angga pergi menuju kamarnya.
__ADS_1
“tunggu Angga mama belum selesai” teriak Bu Lina...
Angga yang kesal tidak menghiraukan mamanya berbicara...
Pagi pun tiba... Bayu yang baru selesai joging dengan ayahnya segera melakukan stretching pendinginan... tak lama Bu Ana menghampiri mereka...
“nii minum dulu” ucap Bu Ana memberi minum...
”gimana yuu Rahayu sudah baca surat yang kamu buat belum???...” tanya Bu Ana penasaran.
“sudah maa” jawab Bayu santai.
“gimana-gimana dia mau jadi pacarmu??” tanya Bu Ana lagi.
Bayu yang mendengarkan pertanyaan ibunya segera mengakhiri pendinginannya dan meminum air yag di berikan ibunya... ”jadi pacarnya apa maa... dia sudah jadi pacar barunya orang lain” ucap Bayu.
“apa pacar baru... siapa yang berani rebut dia dari kamu??” tanya Bu Ana.
“dia di tembak pas kita di puncak hari itu” ucap Bayu menjelaskan “nii ada videonya” lanjut Bayu dan menyodorkan handphonenya...
Pak Budi dan Bu Ana segera melihat videonya... ”uhhh soswitt banget kata-katanya” ucap Bu Lina tanpa sadar...
“lohh ini bukannya si Angga yang dulu SMP jadi kakak kelas mu, yang rumahnya di ujung sana” tanya Bu Ana...
“iya itu si Angga, sekarang juga masih jadi kakak kelas ku di SMK” balas Bayu.
“ohh kamu satu sekolahan lagi sama Angga, susah dong nikung si Rahayu kalo mereka satu sekolahan” ucap Bu Ana.
“kamu jangan nyerah yuu sebelum janur kuning melengkung,sebelum penghulu bilang sah masih ada kesempatan di sana” saut Pak Budi menyemangati anaknya.
“nohh dengerin ayahmu... dulu juga mama sudah punya pacar ayah mu ini masih aja ngejar-ngejar mama” balas Bu Ana.
“lohh... loh... bukannya mama yang ngejar-ngejar ayah sampe mohon-mohon supaya ayah gak ninggalin mama” saut Pak Budi...
“ayah itu yang begitu ke mama” ucap Bu Ana... Akhirnya mereka pun berdebat membuat Bayu pergi meninggalkan kedua orang tuanya.
Pagi pun tiba suasana yang hening di meja makan membuat Adi membuka suara terlebih dahulu...
“yahh tau gak kalo Rahayu punya pacar” ucap Adi membuat Rahayu tersedak...
“waduh lupa ku tutup mulutnya, yang satu sudah rapat yang satunya masih mangap lebar” ucap Rahayu dalam hati...
“ada yahh” ucap Adi dan menunjukan videonya.
“itu kan sii Angga” saut Bu Lasinem.
“iya itu Angga... ya gak papa lahh kalo mereka saling suka, ayah dukung aja kok yuu” balas Pak Hariyono.
“iya yahh” saut Rahayu malu-malu.
“palingan juga Angganya gak sadar nembak Rahayu” ucap Adi mengejeknya.
“ihh apasih gak suka banget aku bahagia” balas Rahayu.
Mereka yang sudah menyelesaikan sarapan segera bersiap menuju sekolahnya...
“kak jangan lupa yaa sama perjanjian kita” ucap Sapta mengingatkan Rahayu.
“perjanjian apa yaa” saut Rahayu.
“ihh kan lupa.. kakak janji buat belikan aku paket internet buat 3 bulan” ucap Sapta mengingatkan.
“ohhh perjanjiannya itu... yaa batal lahh kan semuanya sudah tau kalo aku pacaran... jadi perjanjiannya hangus jadi abu” balas Rahayu.
“gak bisa dong kak kan aku sudah tutup mulut... kakak Adi aja yang lupa kakak tutup mulutnya” ucap Sapta tidak terima.
“nohh minta aja ke kak Adi” ucap Rahayu meninggalkan Sapta.
“apa ini bawa-bawa nama ku” saut Adi.
“ini gara-gara kak Adi aku gak dapat paket gratis jadi kakak harus ganti rugi belikan aku paket” ucap Sapta kesal.
“lohh lohh aku gak tau apa-apa kok di salahin” saut Adi.
“pokoknya kakak harus ganti rugi aku” teriak Sapta kesal.
“iya iya aku ganti rugi” ucap Adi menghentikan teriakan Sapta.
__ADS_1
“janji yaa” ucap Sapta sambil memberi jari kelingkingnya.
“iya nahh janji” saut Adi menerima jari kelingkin Sapta.
“pokoknya kakak harus belikan paket internet selama 3 bulan” ucap Sapta memberi tahu perjanjian sebelumnya.
“haa 3 bulan” teriak Adi kaget.
“iya 3 bulan, ingat kakak sudah janji yaa”
“nyesel gue sama omongan sendiri” ucap Adi kesal dengan ucapannya sebelumnya.
Suasana hening di kediaman Angga membuatnya terbiasa dengan itu semua, angga merupakan anak tunggal dari pasangan Pak Joko dan Bu Lina, sayangnya Angga sudah di tinggal pergi oleh ayahnya sejak iya duduk di bangku SMP.
Tidak salah jika ibunya memutuskan semua yang Angga inginkan...
“gimana gaa sudah kamu putusin sihh pacarmu???” ucap Bu Lina.
“Angga gak akan putusin Rahayu maa” balas Angga.
“apa kamu lupa sama kemauan ayah kamu dulu gaa..” teriak Bu Lina mengingatkan.
“sejak awal kan aku gak setuju sama kemauan ayah maa” balas Angga sedikit kesal.
“sadar gaa...kalo ayah mu masih ada dia bakal kecewa lihat kamu kaya gini” ucap Bu Lina...
“Angga berangkat sekolah dulu” balas Angga meninggalkan ibunya...
Sejak Angga kecil Angga sudah di jodohkan dengan anak teman ayahnya... sebelumnya juga Angga tidak menyetujuinya tetapi ibunya selalu menyuruhnya mengikuti semua kemauan terakhir suaminya.
Rahayu yang berada di kelas sedang asik memainkan handphonenya... tak lama kedua sahabatnya menghampirinya.
“hedehh pusing banget hari ini semua tugas kaya nampar gue” ucap Lia.
“iya apa lagi Pak Nasrun itu kalo jelasin cepat betul susah gue cerna” saut Della.
“luu mahh enak pintar dell ada sedikit-sedikit masuk di otak lhh gue” ucap Lia.
“kantin yokk” ajak Lia... ”woyy kantin yokk” teriak Lia ke Rahayu...
”sibuk amat main hpnya lagi chatan sama yayang barunya yaa” ucap Della penasaran.
“ahhh kepo amat yokk kekantin... kata mau kesana ayoo” ucap Rahayu.
Mereka yang sampai di kantin segera memesan makanan dan duduk di kursi yang berdekatan dengan Bayu dan Rakha...
“ehh enaknya baunya” ucap Della mencium bau makanan yang dia pesan...
“ehh yuu jadi kamu sudah yakin dong kalo yang buat surat itu kak Angga buktinya dia nembak kamu tuu” ucap Lia.
“iya mana video kalian yang nonton banyak banget lagi ahh jadi pengen di tembak juga” balas Della.
“sini biar aku tembak pake pestolnya bapaknya Bayu” saut Rakha.
“ihh nyambar aja kaya listrik” balas Della.
“aku sih belum yakin 100% kalo kak Angga yang buat itu kan aku gak ada bukti, aku juga belum ada tanya ke kak Angga langsung... sekarang sihh aku sudah bodo amat siapa yang buat yang penting aku sudah sama kak Angga” ucap Rahayu senang.
“yaa haruss mastiin lhh biar gak salah pilih” saut Bayu santai.
“ehhh gue setuju sama Bayu” ucap Rakha.
Tak lama Angga menuju ke arah Rahayu membuat Bayu dan Rakha kesal..
“baru aja diomongin ehh datang” ucap Della.
“ngomongin aku” ucap Angga bingung...
“udah makan??” tanya Angga ke Rahayu.
“aku duluan yaa” ucap Bayu pergi meninggalkan mereka...
“tunggu broo” teriak Rakha menyusul Bayu...
“tumben cepat amat mereka pergi” ucap Lia heran...
“sudah kak, kakak sendiri sudah makan belum” balas Rahayu.
__ADS_1
“ini lagi nunggu pesanan” ucap Angga...
Tak lama pesanannya datang Angga pun segera menyantapnya dengan di temani Rahayu dan kedua sahabatnya yang setia menunggunya sampai selesai....