Terpesona

Terpesona
Muncak 2


__ADS_3

Mereka melanjutkan perjalana menuju Ranu Kumbolo kurang lebih sekitar 4,5 km lagi dari Watu Rejeng, sesampainya mereka di Ranu Kumbolo mereka mendirikan tenda dan beristrirahat sekaligus menyesuaikan suhu tubuh.


Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 meter. Di Ranu Kumbolo terdapat pondok pendaki (shelter), terdapat juga danau dengan air yang bersih dan pemandangan yang indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan terbitnya matahari di sela-sela bukit.


“Uhh kaki ku kaya mau patah cape banget..” ucap Intan.


“pokoknya nanti malam lu pijatin kaki gue” perintah Intan untuk Bela...


“tapi bos aku kan juga cape”balas Bela.


“ihh berani kamu nolak” saut Intan membuat Bela menurutinnya.


“iya nanti aku pijatin” ucap Bela terpaksa.


“makannya kalo gak mau cape gak usah ikut sono pulang sono jangan bikin beban yang lain” saut Lia yang tak suka dengan sifat manja Intan.


“wehh santai dong” jawab Intan.


“dasar manja” saut Rahayu.


“apa lu bilang” teriak Intan ke Rahayu.


“gue bilang elu itu manja,cocok memang jadi anak mama” ucap Rahayu tanpa rasa takut.


“berani ya lu sama gue” ucap Intan kesal.


“ngapain juga gue takut sama elu” saut Rahayu menantang membuat Intan berniat memukul Rahayu.


“udah udah gak usah berdebat” ucap Angga menghentikan mereka berdebat.


Mereka pun membagi tugas...


Tugas laki-laki mendirikan tenda sedangkan tugas perempuan memasak untuk mereka santap nanti malam...


Rahayu, Lia, Della, Risma sedang sibuk membuat menu makan malam sedangkan Intan dan Bela asik membaringkan diri di tenda.


“woyy ratu keluar bantuin sini” ucap Rahayu menyuruh Intan dan Bela membantu.


“ayo boss kita keluar” saut Bela mengajak Intan keluar.


“ihh apa sihh aku cape itu loh, aku butuh istrirahat” saut Intan.


“woy keluar kalo gak keluar,gak usah makan lu nanti malam” ucap Della.


“kalo mau istrirahat bukan di sini tapi di rumah” jawab Rahayu.


“hee iya ...iya keluar nii” mereka pun keluar dan membantu yang lain memasak.


“gitu dong dari tadi,tuu kupas bawangnya sekalian di potongin” ucap Rahayu.


“siap tuan ratu” balas Intan kesal.


Malam pun tiba mereka segera menyantap makan malam yang sederhana tapi sangat enak jika di makan bersama-sama...

__ADS_1


Suasana yang dingin membuat mereka memasuki tenda dan mulai memejamkan mata menjemput mimpi...


Rahayu yang tidak bisa tidur memberanikan diri keluar untuk membuat kopi yang panas...


Rahayu yang keluar dari tenda melihat Bayu yang menunggu air panas mendidih, Rahayu pun pergi menghampiri Bayu.


“bang kopi satu” ucap Rahayu mekagetkan Bayu.


“belum tidur lu?...” tanya Bayu.


“gak bisa tidur, dingin banget” ucap Rahayu.


Bayu yang mendengar ucapan Rahayu segera melepas jaket yang dia kenakan dan memakaikanya ke Rahayu...


Rahayu pun merasa kaget dengan sikap Bayu...


“ihh kan dingin kok kamu lepas” ucap Rahayu.


“gak papa kamu pake aja, aku juga pake baju panjang kok di tenda juga aku bawa dua jaket” jawab Bayu.


“aku juga bawa di tas, cuma males aku keluarinnya” ucap Rahayu sambil melepas jaket milik Bayu... Bayu pun menolaknya dan menyuruh Rahayu memakainya.


“pake aja” ucap Bayu sambil memakaikan ke Rahayu...


“nii minum..” ucap Bayu sambil memberikan kopi yang di minta Rahayu.


“makasih” ucap Rahayu sambil meminumnya...


“emmm hangatnya... kalo kita di bawah minum kaya gini harus di tiup kalo di sini gak pake tiup-tiup langsung di minum aja” ucap Rahayu sambil tertawa...


“ehh ngomong-ngomong kamu dapat surat cinta yaa” tanya Bayu.


“ehh tau dari mana kamu ???” tanya balik Rahayu.


Bayu yang panik langsung mencari alasan “tadi aku denger Della sama Lia ngomongin soal surat cinta gitu” jawab Bayu meyakinkan...


“uhh dasar mereka berdua... iya yuu aku dapat surat cinta... tapi aku masih belum tau itu dari siapa” saut Rahayu.


“waktu kamu baca suratnya, gimana perasaan mu???” tanya Bayu penasaran.


“ihh kepo bangett luu” saut Rahayu.


“ihh orang di tanya serius kok...” jawab Bayu.


“atau jangan jangan kamu yang buat surat itu yaa” ucap Rahayu yang melihat Bayu dan mendekatinya, Bayu yang merasa memerah dengan sikap Rahayu yang mendekatinya.


“ahhahhh gak mungkin juga yang buat kamu, kamu kan kaku orangnya” ejek Rahayu.


“kalo emang aku gimana, apa kamu mau balas perasaan ku” ucap Bayu yang membuat Rahayu terkejut, karna wajah Bayu mendekati wajahnya...


“haha gak usah serius kali mukanya,gak mungkin juga gue suka sama lu” saut Bayu lagi dan menjaukan wajahnya dari Rahayu...


“haha aku juga berpikir kaya gitu” saut Rahayu.

__ADS_1


Tak lama Angga keluar dari tenda dan menghampiri mereka berdua, Angga yang sedikit kesal dengan kedekatan mereka berdua langsung menyuruh mereka istirahat...


“ngapain kalian di situ... tidur tidur sana besok kita bakal jalan jauh” ucap Angga.


“iya kak..” jawab Rahayu dan meninggalkan mereka berdua.


“ganggu aja luu” ucap Bayu dan pergi menuju tendanya.


“tunggu gue mau ngomong sama lu” ucap Angga menghentikan langkah Bayu.


“mau ngomong apa, buruan gue mau tidur besok bakal jalan jauh” saut Bayu mengulang kata-kata Angga tadi.


“apa lu suka sama Rahayu” tanya Angga dengan serius.


“apa urusan lu” saut Bayu.


“gue suka Rahayu, gue mau lu jauhin Rahayu” balas Angga.


“heee jangan ngimpi” balas Bayu pergi meninggalkan Angga.


“dasar bocah gak ada rasa hormatnya sama seniornya” ucap Angga kesal dengan sifat Bayu.


Pagi pun tiba mereka yang sudah selesai sarapan segera bersiap melanjutkan pendakian menuju Pos Kalimati.


Rahayu yang bersiap melanjutkan perjalanannya membuat kedua temannya bertanya...


“itu jaket kaya yang di pake Bayu” ucap Lia.


“iya itu kaya punya Bayu, kamu habis nyuri ya yuu” saut Della.


“enak aja ini tu kemarin malam Bayu yang minjamin sendiri” bantah Rahayu.


“haaa kemarin malam” ucap Della dengan senyum liciknya.


“ihh dasar pikiranya... udah yok kesana” saut Rahayu.


“jelasin dulu kemarin malam lu ngapain” ucap Della.


“kepo aja lu” bantah Rahayu.


“ahh jangan-jangan kalian” saut Lia.


“wehh sadar ini masih pagi jorok terus pikirannya” saut Rahayu meninggalkan mereka berdua.


Intan yang mendengar percakapan mereka membuatnya kesal “awas aja luu” batin Intan.


Waktu menunjukan pukul 03.00 sore mereka telah sampai di Kalimati, Kalimati sendiri berada pada ketinggian 2.700 meter, disana mereka mendirikan tenda untuk beristrirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.


“hari ini kita beristirahat di sini tolong segera beristirahat nanti sekitar pukul 00.00 malam kita bakal melanjutkan pendakian” ucap Angga menjelaskan.


“haa jam segitu kita bangun” ucap Bela...


“itu memang resikonya kalo mau ikut mendaki, kalo gak mau lanjut kamu jaga tenda aja” saut Angga.

__ADS_1


“hehe gk kak, aku masih sanggup kok” balas Bela takut kepada Angga.


__ADS_2