
Waktu menunjukan pukul 03.00 membuat Rahayu yang terbangun dari mimpi singkatnya,melihat kanan kiri dan menumukan Bayu dan Rakha yang sedang tertidur pulas.
Rahayu pun memandangi wajah kedua pria tersebut secara bergantiaan,membuatnya mengagumi bahwa mereka berdua memang di lahirkan dengan wajah yang sempurna tanpa kekurangan sedikit pun...“wahhh gantengnya” ucap Rahayu tanpa sadar...
Tak lama Rahayu yang puas memandangi wajah kedua pria itu, langsung membangunkan mereka... “woyy bangun... bangun woyyy....” teriak Rahayu membuat Bayu dan Rakha terbangun...
“ihhh... kenapa sih... dasar cewek gila...” saut Bayu kesal.
“udah jam 3 nihh yok kelapangan bentar lagi pulangan” saut Rahayu menyadarkan mereka.
“bentar lagi aja kesana masih ngantuk ini” ucap Bayu sambil membaringkan badannya,Rakha yang melihat Bayu memulai menjemput mimpinya lagi segera mengikuti jalan Bayu...
Suara pintu yang terbuka menunjukan sosok wanita cantik yang menuju ke arah Bayu dia adalah Intan...
“dari tadi aku nyariin kamu ternyata kamu di sini... kamu gak papa kan bayy” ucap Intan yang kawatir dengan keadaan Bayu...
Bayu yang berniat memejamkan mata segera mengubur niat dia untuk melanjutkan mimpi indahnya...
“ihh apaan sihh lu alay banget, gue gak papa kali” ketus Bayu merasa tidak suka dengan kedatangan Intan...
“aku kan kawatir sama kamu bayy” balas Intan untuk ucapan Bayu...
Bayu yang tidak suka dengan kedatangan Intan langsung mengajak Rakha dan Rahayu kembali kelapangan...
“yokk kelapangan bentar lagi pulang sekolah, kamu yuu sudah bangun gak mau bangunin kita” ucap Bayu menyalahkan Rahayu...
“yang tadi itu apa kalo bukan bangunin anjinggggg...”ucap Rahayu kesal.
Intan yang merasa tidak di anggap merasa kesal dengan sifat Bayu, di tambah lagi Intan melihat Rahayu yang akrab dengan Bayu membuat Intan tambah benci dengan Rahayu. Bayu yang memulai berjalan menuju lapangan dengan cara jalan yang tidak seimbang membuat Intan berpikir untuk membantu Bayu berjalan agar dapat lebih dekat dengan Bayu.
“sini bayy biar aku bantu”
“gak usah gue bisa sendiri” jawab Bayu dengan cepat...
__ADS_1
Intan yang keras kepala langsung memegang tangan Bayu, Bayu yang merasa risih langsung menolak tangan Intan...
“ihh apasih lu.. udah gue bilang gak usah” ucap Bayu kesal dengan tingkah Intan.
“gue kan cuma mau bantuin kamu bayy.. nanti kamu jatoh” ucap intan memberi alasan...
“gue gak butuh bantuan luu”... Bayu yang mendengarkan alasan Intan langsung memanggil Rakha yang berada di belakang bersama Rahayu... ”rak.. rakha..” panggil Bayu untuk Rakha... Rakha yang mendengar Bayu memanggil namanya langsung berlari menuju sumber suara...
“kenapa yuu” saut Rakha...
“bawa gue ke lapangan” jawab Bayu menyuruh Rakha membawanya...
Rakha yang mendengar temanya langsung membawa Bayu menuju lapangan meninggalkan Intan dan Rahayu di belakang.
Intan yang melihat Rahayu berjalan dengan santai membuat Intan kesal dan menghentikan langkah Rahayu...
“ehh gue peringati ya jangan dekat-dekat sama Rakha apalagi sama Bayu” celetus Intan yang menghentikan langkah Rahayu...
“suka-suka gue lah mau dekat-dekat siapa, emang elu siapa ngatur-ngatur gue” ucapan Rahayu yang seolah-olah menentang perkataan Intan dan membuat gadis itu naik darah yang berniat memukul Rahayu.
***
Hari yang mulai petang membuat Pak Anwar membubarkan barisan para siswa baru...
“cukup sekian untuk hari ini jangan lupa pulang dan beristirahat untuk melanjutkan perlombaan yang belum selesai besok, sekalian pembagian hadiah untuk pemenang” ucapan Pak Anwar membuat siswa senang karna akan mendapatkan hadiah.
Semua siswa pun membubarkan diri dari barisan untuk menuju rumah mereka masing-masing.
Della, Lia, Rahayu yang menuju parkiranmotor pun mengambil kendaraan mereka dan mulai menaiki motor hingga sampai di depan kediamaan rumah Rahayu...
“yokk masuk gaes.. anggap aja rumah sendiri” ucap Rahayu mengajak kedua temannya untuk memasuki rumahnya...
Della dan Lia yang mengikuti langkah Rahayu memasuki kediamanya hingga masuk ke dalam kamar Rahayu...
__ADS_1
Lia yang kaget dengan isi kamar Rahayu terdapat banyak foto-foto Rahayu menggunakan pakaian karate bersabuk hitam,dan sertifikat, mau pun mendali kejuaraan yang membuat Lia takjub dengan Rahayu.
“wahh... gila foto-foto mu keren keren semua yuu, jadi kamu di sana ikut karate dan sudah sering lomba-lomba... pantas aja badan kamu kuat gitu,tadi juga hampir semua lomba kamu juara satu...” ucap Lia merasa takjub dengan Rahayu.
“iya.. kalo tadi gak si nenek sihir itu dorong kamu pasti kamu bakal banyak bawa hadiah yuu..” saut Della yang melanjutkan perkataan Lia.
“hahah nenek sihir apa sih dia kan cantik manis lagi” balas Rahayu yang membuat Della dan Lia merasa kesall...
“cantik apaan cantikaan juga aku, percuma cantik sifat kaya nenek sihir” jawab Lia yang membanggakan dirinya sendiri...
Della: ohh iya kamu di rumah sendiri yuu...
“gak.. ada kakak sama ade ku di kamarnya”balas Rahayu...
Hari yang mulai gelap membuat Della dan Lia pamit pulang.
“buu kita pamit pulang dulu ya, makasih makannya enak banget... kapan-kapan kita bakal mampir lagi kok bu hehehe...” pamit Lia kepada Ibu Lasinem.
“iya nak sering-sering aja main kerumah” balas Bu Lasinem... tak lama Della dan Lia meninggalkan kediamaan Rahayu...
***
Malam pun mulai memperlihatkan bintang-bintang indah di langit hitamnya... terdapat Bayu yang sedang memikirkan Rahayu,hingga lamuaannya terhenti saat mendengar suara mobil hitam memasuki perkarangan rumahnya... keluarlah sosok lelaki yang menggunakan sepatu laras hitam dan baju loreng-loreng dengan artribut lengkap, dia adalah ayah dari Bayu.
Ayah Bayu adalah seorang tentara yang bernama Budi, karna seorang tentara hal itu yang membat Bayu tidak berani berbuat macam-macam di depan orang tuanya. Kedua orang tua Bayu sepakat setelah lulus sekolah Bayu akan di daftarkan menjadi tentara seperti ayahnya, Bayu yang sejak lama sudah di beri tau hal itu, awalnya merasa sedikit kesal dengan keputusan kedua orang tuanya, dengan berjalannya waktu Bayu menyetujui keputusan kedua orang tuanya yang pasti baik untuk masa depan dia.
Pak Budi yang melihat anak laki-lakinya melamun, membuat ia penasaran...
”lagi ngelamunin apa kamu yuu???..”
“hehe gak lagi ngelamunin apa-apa yahh...” balas Bayu.
“hayoo lagi mikirin cewek ya.. kenalin ke ayah dong ceweknya” saut Pak Budi dengan meledek, karna Budi tau bahwa Bayu belum pernah satu kali pun membawa teman cewek kerumahnya tiap kali pulang yang dia bawa pasti Rakha.. Rakha.. dan Rakha.
__ADS_1
“cewek apa sihh yahh...yuk masuk mama udah nunggu tuu...” balas Bayu menghentikan pembicaraannya...