
Angga yang sudah di depan kelas Rahayu segera mengajak Rahayu pulang.
“yok pulang”
“loh kak Angga,sudah lama nunggunya” tanya Rahayu.
“gak baru aja” balas Angga dan mengajak Rahayu keparkiran.
Sesampainya di parkiran sekolah Bayu dan Rakha yang melihat mereka berdua segera menghampirinya.
“kamu gak bawa motor yuu ???” tanya Rakha.
“gak kaa..” jawab Rahayu.
“yok aku antar...” saut Bayu.
“biar aku aja yang antar” balas Rakha... membuat dia berdebat dengan Bayu.
“gak usah aku sudah sama kak Angga kok...
“itu kak Angga” ucap Rahayu menunjuk Angga.
“yokk dek” ucap Angga.
“aku duluan yaa” pamit Rahayu meninggalkan Bayu dan Rakha.
“kan ini gara-gara elu harusnya aku yang antar Rahayu” ucap Rakha yang kesal.
Sesampainya di rumah Rahayu menuju kamar kedua orang tuanya.
“maa ayah mana??” tanya Rahayu kepada Lasinem.
“ayah mu lagi belanja yuu bentar lagi pulang... kenapa nyari ayah muu” ucap Ibu Lasinem.
“ini mau minta tanda tangan” ucap Rahayu memberikan lembar kertas surat persetujuan mengikuti kegiatan mendaki gunung...
Ibu Lasinem langsung mengambilnya dan membaca kertasnya...
“kamu mau ikut daki gunung??” tanya Ibu Lasinem.
“iya maa boleh kan??” tanya Rahayu.
“mama terserah ayah mu aja yuu” jawab Bu Lasinem.
Malam pun datang Rahayu yang menuju ruang tamu segera menghampiri ayahnya...
“yahh minta tanda tangannya dong” ucap Rahayu.
“sini biar aku aja yang tanda tangan” saut Adi.
“ihh apaan sih ikut-ikut aja” balas Rahayu.
“tanda tangan buat apa?...” tanya Pak Hariyono.
“ini...” ucap Rahayu dan memberikan kertasnya.
“kamu mau ikut daki gunung??” tanya Pak Hariyono.
“iya yahh” jawab Rahayu.
“kamu yakin mau ikut... daki gunung gak mudah lohh yu belum lagi disana dingin... ayah yang dulu suka daki gunung pas muda kalo sekarang daki gunung mungkin gak sampe puncak ayah sudah nyerah” tutur Pak Hariyono.
“yakin dong yahh...” balas Rahayu menyakinkan.
“sebenernya ayah gak setuju kamu ikut... tapi percuma juga kalo gak setuju pasti kamu bakal pergi juga” ucap Pak Hariyono sambil menandatangani kertasnya.
“hehe makasih yahh” ucap Rahayu yang senang.
“ohh di Semeru dekat aja itu sama rumah nenek mu... gak sekalian ke rumah nenek mu yuu” tanya Pak Hariyono.
“gak yahh mana sempat... ini juga acara dari sekolahan gak mungkin aku seenaknya sendiri” jawab Rahayu.
__ADS_1
“tok... tokk” suara pintu di ketuk... Sapta segera membuka pintu dan menemukan sosok laki-laki tampan tak lain adalah Angga.
“ehh kak Angga” ucap Sapta kaget...
“kak Rahayu di cari pacarnya nahhh”teriak Sapta...
“pacar siapa sihh... kalo ganteng memang pacar ku,kalo gak ganteng fens ku itu” teriak Rahayu penasaran dan segera menemuinya.
“kak Angga... waduh bentar kak aku siap-siap dulu” ucap Rahayu lari memasuki kamar karna malu dengan ucapannya.
“masuk kak” tawar Sapta... Bayu pun masuk dan duduk di ruang tamu.
“mau kemana nak??” tanya Pak Hariyono.
“mau nemenin Rahayu ambil motornya om” jawab Angga sopan.
“sekalian malam minggu yahh kan anak muda” saut Adi meledek.
“ihh apasihh sok tau banget” jawab Rahayu selesai bersiap...
“aku pergi dulu ya yah” ucap Rahayu pamit.
“pamit pergi dulu om” ucap Angga pamit...
Mereka pergi dan menuju bengkel...
“makasih yaa kak sudah bawa motor ku kebengkel” ucap Rahayu.
“iya yuu sama-sama” jawab Angga.
“nonton yukk..” ucap Angga mengajak Rahayu nonton film.
“mau nonton apa kak??” tanya Rahayu.
“hehe gak tau juga film apa yang baru muncul nanti aja kita pilih” jawab Angga.. Mereka pun seger menuju bioskop terdekat.
Sesampainya di bioskop mereka segera memilih film yang akan di tonton,dan membayarnya...
Tak lama film telah usai mereka pun segera meninggalkan tempat duduknya.
Angga yang pergi ketoilet membuat Rahayu menunggu di depan. Tanpa di sadari Bayu dan Rakha menonton film yang sama...
“ehh kalian” ucap Rahayu menyapa mereka...
“ehh Rahayu... ngapain di sini” tanya Rakha yang penasaran...
Tak lama Angga datang ”yokkk pulang” ucap Angga.
“kalian pacaran??” tanya Rakha.
“enggak kaa kebetulan aja tadi habis dari bengkel langsung kesini” jawab Rahayu menjelaskan.
“ohh gitu bagus lhhh, yok sama-sama ke parkiran” ucap Rakha mengajak pergi.
“untung lhh mereka gak pacaran aku harus cepat-cepat nembak Rahayu sebelum di rebut yang lain” ucap Bayu dalam hati.
Mereka yang pergi menuju parkiran segera menaiki motor dan menuju kediaman mereka masing-masing...
***
Rahayu dan kedua sahabatnya pergi menuju ruang osis untuk menyetorkan kertas perijinan orang tua...
“gimana kalian di bolehin gak sama orang tua kalian” tanya Lia.
“orang tua gue sih nurut aja apa yang gue mau” jawab Della...
“aku juga di bolehin” saut Rahayu.
“orang tua gue gak ngebolehin gue yaudah gue tanda tangani sendiri” ucap Lia sambil tertawa...
“ihhh ngerinya, awas sampe bokap lu datangin rumah gue” saut Della...
__ADS_1
Mereka yang mengumpulkannya segera duduk di ruang osis ...
“jadi fix yang bakal pergi ada 11 orang Rahayu, Della, Lia, Bayu, Rakha, Intan, Bela, Risma, Angga, Fajar, Riski” ucap Risma...
Mereka pun berdiskusi dengan peralatan dan bahan yang akan mereka bawa.
Hari demi hari sudah berlalu hingga tiba saatnya mereka akan mendaki...
Mereka yang sudah berkumpul segera menuju bandara ,dari jakarta mereka mengenakan pesawat untuk menuju Jawa Timur...
“aduhh berat banget bayy bawain dong tasku” ucap Intan yang manja...
“tas gue aja berat ngapain bawain punya elu” jawab Bayu datar...
“bayy masa kamu tega lihat aku bawa tas segede ini” ucap Intan...
“tuu lihat Rahayu sama cewek yang lainnya bawa tas mereka masing-masing... jadi stop gak usah manja” saut Bayu...
“tapi kan bay..” ucap Intan yang terdiam tidak melanjutkan kata-katanya karna Bayu yang pergi meninggalkannya...
Sedikit informasi ya gaess....
Gunung Semeru atau biasa di sebut dengan Gunung Meru adalah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.
Di Pulau Jawa sendiri Gunung Semeru adalah gunung tertinggi dengan puncaknya Mahameru 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam dua kabupaten,yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Kawah Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Sesampanya mereka di Bandara Udara Internasional Juanda mereka semua memutuskan untuk mencari hotel/penginapan terdekat.
“uhh akhirnya bisa istrirahat juga” ucap Intan yang capek membawa barang bawaannya...
“ini tas berat banget dehh punggung ku jadi sakit boss” saut Bela...
“gue juga sakit kali” saut Intan...
Malam pun datang mereka semua tertidur dengan nyenyak untuk menyiapkan diri menyambut hari besok.
Pagi yang cerah telah tiba mereka menaiki bus menuju Kota Malang. Dari terminal Kota Malang mereka menuju desa Tumpang mengendarai angkutan umum, di sambut lagi dengan truk/pickup yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang.
Dengan mengendarai truk sayuran perjalanan di mulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki Semeru.
Rahayu yang menikmati setiap pemandangan yang dapat di tangkap oleh matanya membuatnya kagum dengan ciptan tuhan, lain sisi dengan Intan dan Bela yang mabuk perjalanan karna ini kali pertama mereka menaiki truk sayuran yang terbuka.
Sesampainya mereka di pos pemeriksaan tedapat juga warung dan pondok penginapan.
Angga yang sudah selesai mendaftarkan timnya segera mengajak timnya untuk briefing dan makan siang, ada sekitar 800 orang yang mengikuti briefing dan akan mendaki bersama.
Angga dan Risma sudah sering kali mendaki gunung di Gunung Semeru jadi tidak heran jika mereka akrab dengan orang-orang sekitar sana.
Mereka yang sudah selesai makan siang segera bersiap melanjutkan perjalananya, tak lupa melakukan doa sebelum memulai kegiatan pendakian...
“yokk kumpul dulu” perintah Angga... mereka pun segera berkumpul.
“sebelum kegiatan ini di mulai mari kita berdoa sesuai agama dan keyakinan kita masing-masing semoga perjalanan kita lancar dan tidak ada hambatan atau masalah sekecil apapun itu berdoa mulai” lanjut Angga...
“selesai” ucap Angga...
“yok satuin tangannya kita kompak dulu” ucap Rakha, mereka pun segera menumpuk tangannya.
“ini arahnya keatas atau kebawah” tanya Bayu...
“atas” jawab semuanya...
“ini teriaknya apa ya?..” tanya Bayu...
“kita bisa” saut Angga... mereka pun setuju dan teriak... “Kita Bisa” dan memulai perjalananya...
sesampainya di gapura “Selamat Datang” mereka tak lupa mengabdikan momen dengan jepretan kamera, perjalanan pun berlanjut mereka berjalan ke kiri arah bukit.
Jalan awal yang sedikit miring, mereka yang menyusuri lereng bukit yang di dominasi dengan tumbuhan alang-alang dan terdapat juga tanda ukuran jarak setiap 100 meter.
Setelah berjalan melewati lereng bukit yang banyak di tumbuhi bunga edelweis, lalu sampai lah mereka di Watu Rejeng.
__ADS_1
Di sana terdapat batu terjal yang sanagt indah, Pemandangan sangat indah kearah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi pohon cemara dan pinus.