
Sesampainya di kediamaan laki-laki tersebut membuat Rahayu kasian dengan keadaan rumah bapak tersebut yang sedikit kumuh dan berantakan.
Dan benar kata bapak tadi bahwa anaknya sedang berbaring sakit.
“anak bapak sakit apa?” tanya Rahayu penasaran
“sepertinya malaria” jawab laki-laki tersebut.
“lohh bapak gak bawa anak bapak kerumah sakit??” ucap Rahayu.
“maunya bapak begitu tapi bapak gak punya uang buat bawa dia kesana, makanya bapak melakukan hal itu tadi saya terpaksa melakukanya” ucap laki-laki tersebut.
“lohh emang bapak gk kerja” tanya Rahayu.
“awalnya saya kerja tapi saya di pecat saya di tuduh mencuri oleh teman saya sendiri” ucap laki-laki tadi menjelaskan.
“lohh istri bapak dimana” tanya Rahayu
“istri saya pergi ninggalin saya gara-gara saya belum dapat kerjaan baru” ucap laki-laki tersebut membuat Rahayu sedih...
“yang sabar ya pak... maaf pak saya gak bisa ngasih tas ini kebapak” ucap Rahayu.
“tadi kan kamu setuju mau kasih tas itu kebapak” ucap laki-laki tersebut sedikit marah karna Rahayu mengingkari janjinya.
“tapi pak ini tas punya orang lain bukan hak kita buat mengambilnya” ucap Rahayu membuat bapak tersebut sedih...
“gimana dengan anak saya” saut bapak tersebut sedih.
“sebagai gantinya ini buat bapak” ucap Rahayu dan mengambil dompet dia sendiri dan memberikan uang sejumlah 1.800,000 ribu uang sisa dia memenangkan tinju hari itu...
“emang gak banyak tapi cukup buat bawa anak bapak kerumah sakit” ucap Rahayu, bapak yang menerima uang tersebut mengucapkan terima kasih yang tulus...
“makasih ya nak” ucap bapak tadi...
“iya pak saya harap bapak gak melakukan hal jahat kaya tadi semoga bapak segera dapat kerjaan baru” ucap Rahayu.
“amin bapak janji bakal cari kerjaan yang halal... ohh ya kalo boleh tau nama kamu siapa nak??” tanya bapak tersebut.
“nama saya Rahayu pak, nama bapak sendiri siapa” tanya balik Rahayu.
“nama bapak Rudi” ucap bapak tersebut yang bernama Rudi.
Rahayu yang segera pamit untuk kembali ke terminal, Vino yang dari tadi mengikutinya segera bersembunyi...
“pak saya kembali ke terminal dulu ya semoga anaknya cepat sembuh” ucap Rahayu pamit.
“makasih yaa nak” ucap Pak Rudi
“sama-sama pak” balas Rahayu dan meninggalkan kediaman Pak Rudi.
Vino yang melihat Rahayu pergi jauh dari sana membuat Vino ingin menemui Pak Rudi...
__ADS_1
“tok.. tok...” suara pintu di ketuk.
Tak lama Pak Rudi membuka pintu dan terkejut dengan kedatangan Vino, Vino yang memakai jaket hitam terlihat seperti seorang polisi intel membuat Pak Rudi takut...
“tolong pak jangan tangkap saya” ucap Pak Rudi.
Vino yang terkejut dengan ucapan Pak Rudi membuatnya tertawa... “hehe tenang pak saya bukan polisi... saya temannya cewek yang datang kesini tadi” ucap Vino menjelaskan.
“ohh temannya Rahayu tadi, ada tujuan apa ya mas mau kesini?” tanya Pak Rudi yang penasaran dengan tujuan Vino mendatanginya... “ohh namanya Rahayu” ucap Vino dalam hati yang baru tau nama cewek gila itu...
“iya saya temannya Rahayu tadi” ucap Vino berbohong.
“ini pak saya cuma mau kasih ini” ucap Vino dan memberikan sejumlah uang tunai...
“ini uang apa nak” tanya pak Rudi.
“tadi Rahayu nyuruh kasih uang ini ke bapak buat pengobatan anak bapak” jawab Vino bohong.
“tadi kan Rahayu sudah kasih uang buat pengobatan anak saya”
“mungkin Rahayu nyuruh buat modal usaha bapak” jawab Vino mencari alasan...
“udah pak terima aja”ucap Vino memberikan uangnya.
Pak Rudi yang menerima uang tersebut tak lupa mengucapkan terima kasihnya...
“makasih yaa nak bapak gak tau harus balas budi pake cara apa lagi” ucap Pak Rudi.
“iya nak hati-hati... ohh iya nama kamu siapa ya nak” tanya Pak Rudi.
“Vino pak” teriak Vino...
“sekali lagi makasih ya nak Vino” teriak Pak Rudi... Pak Rudi pun segera siap-siap membawa anaknya menuju rumah sakit...
***
Rahayu yang baru kembali dari kediaman Pak Rudi segera cepat-cepat mencari wanita pemilik tas tersebut.
“ini mbak tasnya maaf yaa lama” ucap Rahayu dan memberikan tas wanita tersebut.
“makasih yaa dek sudah nolong saya” balas wanita tersebut.
“sama-sama mba, di cek dulu siapa tau ada yang kurang” ucap Rahayu wanita tersebut segera mengecek isi tas dia.
“lengkap dek gak ada yang kurang, makasih yaa ini buat kamu” ucap wanita tersebut dan memberikan sejumlah uang sebagai tanda terima kasihnya...
“haduhh maaf kak tapi gak usah, saya ikhlas bantuinya” tolak Rahayu secara halus.
“anggap aja ini tanda terima kasih saya” ucap wanita tersebut, lagi-lagi Rahayu menolak pemberian wanita tersebut tak lama Pak Hariyono datang menemui Rahayu...
“nahh ini di suruh jemput malah nyelonong sendiri” ucap Pak Hariyono kepada Rahayu
__ADS_1
“hehe maaf yahh... tadi tuu..” ucap Rahayu belum selesai menjelskan sudah di hentikan dengan pertanyaan Pak Hariyono...
“itu kenapa bibir mu ada darahnya??” tanya Pak Hariyono penasaran.
“biasa yahh habis senam jari sedikit” jawab Rahayu membuat ayahnya memarahinya...
“kamu ini kebiasaan yaa jadi cewek gak ada diam-diamnya” ucap Pak Hariyono dan menjewer telinga Rahayu...
“ahh sakit yahh” saut Rahayu kesakitan.
“makasih yaa om anak om sudah nolong saya” ucap wanita tadi...
Pak Hariyono yang mengetahui alasan Rahayu berkelahi segera melepaskan tangannya...
“ohh iya sama-sama mba, ternyata anak saya kelahi nolong mba too saya kira kelahi sama temannya, soalnya anak saya ini susah banget di atur dari dulu suka banget buat masalah” ucap Pak Hariyono yang memberi tahu kelakuan anaknya.
“hehe iya om... ini om tolong terima tanda terima kasih saya” ucap wanita tersebut memberikan uang tadi.
“waduhh maaf mba saya gak mau terima, yang nolong kan anak saya bukan saya” saut Pak Hariyono...
“anak om gak mau menerimanya biar om saja yang mewakili” ucap wanita tersebut.
“maaf mba saya juga gak bisa menerima ini... saya pamit dulu yaa mba”ucap Pak Hariyono mengakhiri pembicaraan.
“saya pamit juga ya mba... tante pergi dulu yaa dede manis” ucap Rahayu kepada anak yang di bawa wanita tersebut dan pergi menyusul ayahnya...
Wanita tadi yang belum sempat berkenalan dengan Rahayu membuatnya penasaran...
Pak Hariyono dan Rahayu yang fokus mengemudi motor tanpa sadar motornya terhenti karna kehabisan bensin...
“kenapa motor mu ini” ucap Pak Hariyono.
“gak tau habis kali bensinnya” saut Rahayu.
“ohh iya habis, kamu ini pake motor gak di isi bensin” ucap Pak Hari kesal.
“hehe lupa yahh” saut Rahayu.
Mereka pun mendorong motor sesampainya di tempat pembelian bensin Pak Hariyono yang melihat anaknya senang habis mendorong motor membuatnya penasaran...
“kenapa kamu kok senang betul, suka dorong motor?” tanya Pak Hariyono.
“iya yahh suka” ucap Rahayu tanpa sadar... karna Rahayu mengingat kejadiaannya bersama Angga saat mendorong motor bersama...
“kalo suka besok-besok sekolah dorong motor aja kamu” saut Pak Hariyono.
“yaa jangan lhh yahh” balas Rahayu.
“kata suka” ucap Pak Hariyono “tuu bayar bensinnya” tambah Pak Hariyono yang melihat tangki motor yang telah selesai di isi...
“pake uang ayah aja dompet ku kosong gak ada isinya” ucap Rahayu menunjukan dompetnya yang kosong.
__ADS_1
“dompet kosong di bawa-bawa” saut Pak Hariyono... mereka pun segera melanjutkan perjalanannya.