Tersesat Dalam Kesepian

Tersesat Dalam Kesepian
Kejadian tak terduga


__ADS_3

Suatu hari di negeri H, ada seorang gadis yang sedang asik belajar. Tiba-tiba suara wanita tua memanggilnya


"Almond! Turun sini, ada tamu!" Almond menghentikan aktivitasnya dan bergegas menuju arah suara.


Tampak seorang lelaki sedang duduk manis sembari menikmati kopi pemberian Dahlia --kakak kedua Almond-- sepertinya lelaki itu dari keluarga kaya, terlihat dari penampilannya yang mengenakan jas hitam dan dasi yang terpasang rapi.


"Ada apa, ibu?" tanya Almond.


Seketika lelaki itu melirik ke arah Almond. Almond tersenyum agar terkesan sopan, tapi lelaki itu membalasnya dengan tatapan jijik. Almond sedikit ketakutan kepadanya karena nada lelaki itu terdengar merendahkan Almond. Ibunya mencoba mencari topik untuk memecah keheningan.


"Hmm, pak, perkenalkan, ini Almond anak bungsu saya," ujar ibu Almond.


"Almond, ini Pak Ezra, mulai sekarang, dia akan menjadi bapak tiri kamu, jadi tolong hormati dia, ya," ujar ibunya.


Lelaki itu tampak marah pada ibunya, Almond hanya terdiam diujung ruangan, tak berani menatap lelaki itu. Entah apa yang sebenarnya terjadi, Almond sangat dibenci lelaki itu, padahal Almond orang yang sangat cantik dan sopan di keluarga itu. Tiba-tiba lelaki itu meminta ibunya untuk memilih antara dia atau aku. Almond masih tertunduk di ujung ruangan sedangkan ibunya menangis kebingungan. Siapa yang akan ibu itu pilih? Almond anak bungsunya? Atau bahkan Pak Ezra lelaki yang sudah menjadi suaminya itu?


"Maksud bapak bagaimana? Kenapa saya harus memilih antara bapak atau Almond?" tanya ibu Almond.


"Saya tidak suka dengan dia! Bila kamu ingin tinggal di rumahku, kau tidak boleh membawa dia! Tapi bila kau lebih memilih dia, aku tak memaksa, aku akan pergi sekarang juga!" bentak Pak Ezra.


"Pak, kenapa harus begini? Almond anak yang sangat baik, kenapa kau sangat membencinya? Tolong beri dia kesempatan," pinta ibu Almond.


"Tidak bisa! Ini sudah menjadi keputusanku, di keluargaku tidak boleh ada anak seperti dia!" bentak Pak Ezra.

__ADS_1


"Ini sangat tidak masuk akal, kenapa bapak sangat membenci adik saya? Padahal kalian baru saja bertemu," ujar Rizal --kakak pertama Almond--


"Saya tidak peduli hal ini! Kalian mau ikut perintahku atau tidak sama sekali, tentukan pilihanmu sekarang atau aku akan pergi!" ujar Pak Ezra.


Almond hanya menangis sembari berjongkok tak paham apa pun, ia tidak pernah menyinggung Pak Ezra, bahkan bertemu saja baru pertama kali, tapi apa yang menjadi alasan dia membenci Almond? Ibunya masih tidak memberikan jawaban. Dia tidak ingin berpisah dari anak bungsunya, tapi di sisi lain dia juga tidak ingin kehilangan Pak Ezra, lebih tepatnya lagi ibunya takut kehilangan harta Pak Ezra. Kemiskinan yang dimiliki keluarga Almond membuat ibunya harus bekerja banting tulang mencari uang untuk anak-anaknya. Karena ayah Almond sudah meninggal sejak Almond berusia 3 tahun. Itu lah yang menyebabkan ibu Almond sulit kehilangan Pak Ezra apalagi dalam keadaan mereka masih pengantin baru.


Ibu Almond menghembuskan nafas dan berkata, "Baiklah, saya akan tetap bersama dengan bapak, tapi bagaimana dengan nasib Almond ke depannya?"


"Saya tidak peduli, biarkan saja dia tetap tinggal di gubuk tua ini, cepat bawa barang kalian, kita berangkat sekarang," ujar Pak Ezra.


Almond terkejut karena ia akan ditinggal ibu dan kakak-kakaknya. Dia menangis dan memeluk erat ibunya agar tidak meninggalkan dia sendirian.


“Almond, kamu jangan khawatir, nak, ibu pasti akan menjengukmu sesekali, ibu ada simpanan untukmu di lemari ibu, kamu ambil dan gunakan untuk kebutuhanmu di sini,” ujar ibunya sembari mengelus pipi Almond.


Tiba-tiba datang beberapa orang suruhan Pak Ezra. Mereka diperintah untuk membawa paksa Rizal dan Dahlia ke rumahnya.


“Ayo cepat, kita harus pergi sekarang,” ujar Pak Ezra.


“Pak, tolong beri aku kesempatan agar aku tetap bisa bersama ibu dan kakak-kakakku, aku tidak mau kehilangan mereka, aku mohon jangan pisahkan kami, aku rela menjadi pembantu di rumah bapak, aku mohon,” pinta Almond.


“Tidak! Saya tidak sudi satu atap denganmu! Menyingkir dari hadapanku!” bentak Pak Ezra.


Almond terus memohon kepada Pak Ezra agar dirinya diberikan kesempatan. Namun, Pak Ezra malah mendorong Almond sampai terjatuh dan langsung menarik ibunya ke dalam mobil. Almond langsung berdiri dan mengejar mereka ke arah lapangan. Karena Pak Ezra memakirkan mobilnya di sana, Ibu Almond dan Pak Ezra sudah berada di dalam mobil. Almond terus mengetuk kaca mobil itu berharap ia dibawa bersama mereka. Namun, Pak Ezra malah melajukan mobilnya, membuat Almond terjatuh ke tanah. Almond menangis sembari menatap langit. Merenungkan kejadian yang tidak terduga itu. Ia tak menyangka bahwa ibunya lebih memilih Pak Ezra yang baru saja menjadi suaminya dibandingkan dia anaknya yang sudah lama tinggal bersamanya.

__ADS_1


"Tuhan, kenapa mereka tega melakukan ini padaku! Apa salahku pada mereka?! Aku selama ini selalu mendengarkan omongan mereka dan melakukan semua perintah mereka dengan ikhlas tanpa membantahnya sedikit pun, tapi kenapa mereka mencampakkan aku di sini? Kenapa?!" teriak Almond sembari menunjuk ke arah jalan, mobil Pak Ezra sudah tak lagi terlihat.


Almond terus saja menangis di tengah lapangan. Hujan mulai turun perlahan membasahi tubuh Almond, seakan langit ikut bersedih dengan nasib Almond.


“Hujan! Kenapa ini semua terjadi! Apa salahku?! Apa?! Kenapa aku harus menerima semua ini? Selama ini aku selalu menjadi wanita baik, aku selalu berusaha belajar menjadi wanita yang sopan, tapi kenapa cobaan ini datang padaku? Aku tidak sanggup. Hujan! Bawalah petir bersamamu! Sambar aku hingga hangus menjadi abu, sapu habis abuku hingga tak tersisa, kumohon, kumohon,” pinta Almond sembari menatap langit.


Almond masih menangis di tengah hujan, matanya mulai lelah. Perlahan Almond tertidur di lapangan.


***


Pagi pun tiba. Almond terkejut karena saat ia terbangun, warga sudah mengerumuninya. Tatapan aneh ditunjukkan ke Almond. Almond kebingungan dan berusaha bertanya apa yang terjadi padanya. Namun, tenggorokannya sakit karena kemarin dia berteriak sangat kencang, suaranya tak keluar sedikit pun. Suara mobil terdengar nyaring mendekat ke arah kerumunan itu. Tampak beberapa orang berpakaian serba putih mendekat ke arah Almond hendak membawanya bersama mereka. Saat tangan Almond disentuh, Almond langsung menariknya dan menatap heran mereka.


“Kalian mau membawaku ke mana?!” teriak Almond. Namun, suaranya masih tidak keluar.


Almond langsung diangkat orang-orang itu dan memasukkannya ke dalam mobil. Almond mencoba keluar dari mobil itu, tapi beberapa orang memeganginya dengan kuat, membuat Almond tidak bisa bergerak.


“Lepaskan aku! Kalian mau membawaku ke mana?!” teriak Almond. Namun, suaranya masih tidak keluar.


“Kenapa dia? Apakah dia bisu?” tanya seorang wanita.


“Sepertinya dia hanya kehabisan suara, karena matanya sembab seperti habis menangis,” balas seseorang yang memeganginya.


Perlahan mobil itu menjauh dari lapangan dan membawa Almond entah ke mana.

__ADS_1


__ADS_2