Tersesat Dalam Kesepian

Tersesat Dalam Kesepian
Di mana Almond?


__ADS_3

Almond mulai membersihkan semua sampah yang terkumpul. Setelah selesai, dia langsung pergi meninggalkan sekolahnya. Dia berlari sekencang-kencangnya sembari berderai air mata. Dia tak habis pikir, Ayana mengetahui rahasia keluarganya dan sampai memfitnah yang tidak-tidak tentangnya.


Disatu sisi, Flora dan Karamel kembali ke tempat pertama untuk menemui Almond. Sata mereka tiba, Alvaro sudah datang menunggu mereka berdua.


"Flora, Karamel, kalian dari mana aja sih? Mana Almond? Kenapa dari tadi dia gak ada di sini?" tanya Alvaro


"Gue gak tahu tuh, tadi sebelum gue tinggalin dia, Almond lagi beres-beres di sini, tuh barang-barangnya masih ada di sana," balas Flora


"Coba kita cari di sekitar sini aja, atau di kamar mandi, dia tahu dia ke sana," ujar Karamel


"Hmm, oke, gue cari ke kantin dan kelas-kelas lain, kalian cari ke toilet oke," ujar Alvaro


Setelah membagi tugas, mereka langsung pergi mencari Almond. Alvaro mulai dari kelas Almond. Namun, Almond tidak ada di sana.


"Almond, lo di mana sih? Kenapa lo bikin gue khawatir gini?" gumam Alvaro


Flora dan Karamel sudah memeriksa disemua toilet. Namun, Almond tidak ada di mana pun. Flora mulai panik, air matanya mulai turun dari pelupuk mata. Setelah selesai, Flora, Karamel dan Alvaro kembali berkumpul di tempat semula.


"Gimana ini? Almond tidak ada di mana-mana, gimana kalau dia kenapa-napa?" tanya Almond


Karamel mengelus pundak Flora untuk menenangkannya. Sedangkan Alvaro pusing memikirkan Almond.


"Coba kita tanya satpam, siapa tahu satpamnya lihat Almond," ujar Alvaro


"Kamu saja, ya yang bertanya sama satpam. Aku mau menjaga Flora di sini," balas Karamel sembari memeluk Flora yang mulai terisak


"Oke deh, kalian tunggu di sini," ujar Alvaro

__ADS_1


Dia pun bergegas pergi.


***


"Pak, permisi, saya mau bertanya," ujar Alvaro


"Tanya apa, Nak Varo?" balas satpam


"Apa bapak lihat Almond? Emmm, ini fotonya," tanya Alvaro sembari menyodorkan hpnya.


"Waduh, maaf Nak Varo, bapak tidak melihatnya, bapak baru saja datang, coba tanya Pak Didi, tadi beliau yang berjaga di sini," ujar satpam


"Terima kasih, pak," balas Alvaro.


***


"Waalaikum'salam, boleh, nak, mau tanya apa?" balas Pak Didi


"Apa bapak melihat Almond? Ini fotonya," tanya Alvaro sembari menyodorkan hpnya


Lagi-lagi Pak Didi menjawab tidak.


"Eh, sebentar, nak. Kalau tidak salah ingat tadi bapak melihat anak perempuan berlari sembari menangis, dia lari entah ke mana, saya rasa ciri-cirinya sama dengan yang difoto," ujar Pak Didi


"Benarkah pak? Apa bapak tahu dia menangis kenapa?" tanya Alvaro


"Tidak, nak, bapak tidak tahu alasan dia menangis," balas Pak Didi

__ADS_1


"Oh begitu, ya sudah, terima kasih, pak, saya permisi dulu," pamit Alvaro


"Iya, silahkan," balas Pak Didi.


Setelah itu, Alvaro langsung kembali dengan wajah kecewa sekaligus khawatir. Bagaimana cara dia mengatakan hal itu pada Flora, dan apa yang sudah terjadi pada Almond? Dia benar-benar pusing. Terlihat Flora masih terisak ditemani Karamel yang nasih mencoba menenangkan Flora.


"Gimana, Alvaro? Kamu sudah tahu di mana Almond?" tanya Karamel


"Mmm, maaf, gue gak tahu di mana dia, tapi ...." Alvaro menggantungkan ucapannya


"Tapi kenapa? Ngomong yang jelas dong, jangan gantung gitu!" bentak Flora sembari terisak


"Tapi ... tapi Pak Didi bilang dia lihat Almond berlari sembari menangis, entah apa yang terjadi padanya. Pak Didi bilang dia tidak tahu apa penyebab Almond menangis dan dia lari ke mana pun tidak tahu," terang Alvaro


Tiba-tiba Flora pingsan. Alvaro dan Karamel panik karena dari tadi Flora mulai pucat. Alvaro menggotong Flora ke UKS.


"Ya ampun, gimana ini? Flora pingsan, Almond hilang, aku jadi bingung," ujar Karamel sembari mengacak-ngacak rambutnya.


"Gue juga gak tahu, sudah lah, kita tunggu Flora bangun dulu, sudah itu kita cari Almond ke rumahnya, siapa tahu dia udah pulang, kan," ujar Alvaro


"Oke deh, aku setuju sama kamu, tapi maaf nih, bukannya gak mau bantuin, aku harus pulang, karena orang tua aku minta supaya aku pulang cepat hari ini," ujar Karamel


"Ya sudah, kamu pulang aja, Flora biar aku yang jaga," balas Alvaro


Karamel pun pulang ke rumahnya.


"Maafin aku, Flora, aku bener-bener gak suka sama Almond, entah mengapa, sejak Ayana bilang soal Almond ke aku, rasa jijik datang, itu sebabnya aku menyalahkan Almond tadi," batin Karamel

__ADS_1


"Almond, lo di mana sih? Flora sampai pingsan gara-gara khawatir sama lo," batin Alvaro sembari menatap Flora yang masih belum sadarkan diri.


__ADS_2