Tersesat Dalam Kesepian

Tersesat Dalam Kesepian
Cih! Benar-benar menyebalkan!


__ADS_3

Sepanjang hari Flora terus menanyakan apa yang terjadi dengan Almond. Tapi Almond terus menghindar.


"Almond, kamu mau lanjut berjualan kan? Gue udah sebar nih di sosial media gue, banyak banget yang pesan, kalau lo mau, gue bantuin lo buat dagangannya dan antar-antarin dagangannya ke pelanggan," ujar Flora sembari menunjukan hpnya.


"Eh iya kah? Terima kasih banyak Flora, nanti pas pulang aku mau langsung belanja dan buat pesanan mereka," balas Almond.


"Gue juga mau bantu dong," ujar Alvaro tiba-tiba.


"Eh! Lo ini jin atau apa an sih? Tiba-tiba datang kayak jalangkung," jujar Flora sembari memukul tangan Alvaro.


"Aw, Sakit! Gue ini seorang pangeran yang di turunkan untuk mencari bidadari surga yang hilang entah ke mana, harusnya lo tunduk sama gue!" geram Alvaro.


"Mimpi apa gue semalam, ketemu orang aneh. Lo itu lebih cocok disebut pangeran kodok," ejek Flora.


"Enak aja lo, gue ini pangeran berkuda bening, lo mau gue kutuk jadi ayam?" balas Alvaro.


"Sudah kalian berdua, aku pusing liat kalian bertengkar terus, kalau gini kapan kita perginya? Kasihan pelanggan kalau terlambat dibuat," ujar Almond.


Flora dan Alvaro terdiam sejenak.


"Ya sudah, kita pergi ke rumah lo dulu, udah gitu kita belanja," ujar Flora.


"Ya," balas Almond.


***


Seperti rencana, kini Almond, Flora dan Alvaro berkumpul di rumah Almond. Namun ada yang berbeda, sedari tadi, Almond terlihat murung entah karena apa yang iya pikirkan. Flora tak menyadari hal itu, ia hanya asyik mengolah bahan-bahan yang tadi mereka beli. Sedangkan Alvaro, dia asyik mengedit gambar untuk dia jadikan stiker. Dia bilang itu untuk mempercantik kemasan makanannya nanti, berharap tambah banyak yang minat.


"Nah, sudah selesai nih, tinggal tiriskan lalu di masukan ke dalam kemasan," ujar Flora dengan penuh semangat.


"Gambar stikernya sudah gue berikan ke kakak teman gue, kalau sudah jadi, nanti akan dikirim langsung ke sini," ujar Alvaro tak mau kalah.


"Alhamdullilah, jadi makanannya bisa segera dikirim, terima kasih, ya sudah mau bantu aku, jadi stikernya bisa dipake besok, ya?" tanya Almond sedikit menunjukan kepala.


"Iya, yang sekarang kirim tanpa stiker dulu, besok baru pakai stiker, oh iya, dari tadi gue perhatikan, lo murung terus, ada apa?" tanya Alvaro.


"Mm gak apa kok, aku cuman senang aja, akhirnya aku bisa mulai berjualan, ini berkat kalian, terima kasih," jawab Almond sembari tersenyum agak dipaksakan.

__ADS_1


"Lo yakin? Kok gue merasa ada yang aneh, ya?" tanya Flora.


"Itu perasaan kamu saja mungkin, aku kan baik-baik saja," balas Almond.


'Aku tidak ingin kalian tahu kejadian tadi, maafkan aku,' batin Almond.


"Ya sudah deh, mungkin emang guenya aja yang terlalu khawatiran," ujar Flora sedikit lega.


"Besok gue mau bantuin lo lagi, ya, bikin yang kayak gini seru banget sih, gue suka," lanjut Flora.


"Bilang aja lo gak pernah masak di rumah," ejek Alvaro.


"Apaan sih? Sewot lo, gue di rumah sesekali masak! Dan masakan gue enak tuh, huh!" ujar Flora sembari membuang muka.


"Hahaha, bercanda, Flora, jangan diambil hati," ujar Alvaro.


"Hmm," balas Flora.


Almond hanya geleng-geleng dengan kelakuan mereka berdua. Sudah seperti tikus dan kucing saja. Tiba-tiba pikirannya kembali pada kejadian tadi. Saat di mana Almond di tinggal Flora dan Alvaro karena ada yang mau mereka beli. Almond bertemu dengan ibunya, Almond bahagai bisa bertemu lagi dengannya. Dipeluk erat tubuh sang ibu yang telah melahirkannya dan membesarkan dia itu.


"Bu, Almond kangen sama ibu," ujar Almond.


"Bu, kenapa Pak Ezra benci Almond? Apa ibu sudah tahu alasannya?" tanya Almond sembari menitikan air mata.


"Belum sayang, ibu tidak tahu alasannya, Pak Ezra selalu menghindar saat ibu tanyakan," jawab Muna.


"Ibu ketemu Pak Ezra di mana sih? Ceritakan dong," pinta Almond.


"Oh, waktu itu pas ibu masih berumur 19 tahun, ibu tidak sengaja ditabrak oleh motor, Pak Ezra yang nolong ibu, di situ lah kami pertama bertemu. Kami semakin dekat dan akhirnya Pak Ezra memutuskan untuk bertunangan dengan ibu, tapi ... saat Pak Ezra tiba di rumah ibu, ibu sudah terlanjur dijodohkan dengan ayahmu, Pak Ezra salah paham pada ibu, saat itu ibu tak bisa menolak perjodohannya," terang Muna.


"Terus?" tanya Almond.


"Semenjak saat itu, ibu tak pernah bertemu lagi dengan Pak Ezra, sampai di saat satu bulan kepergian ayahmu, Pak Ezra datang melamar ibu, saat itu keadaan runah tak ada siapa-siapa, kamu tahu sendiri kan keadaan kita gimana, ibu belum bayar uang sekolahmu, kakakmu demam tinggi, ibu bingung harus bagaimana, jadi ... ibu terima lamarannya, lalu ibu menikah tanpa sepengetahuan kalian, itu demi kalian," balas Muna.


"Kenapa ibu tidak gunakan tabungan ibu saja untuk membeli obat kakak?" tanya Almond.


"Tabungan itu ibu tabung setelah ibu menerima lamaran Pak Ezra," ujar Muna sembari mengelus lembut kepala Almond.

__ADS_1


Saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba Pa Ezra datang dan mendorong Almond sampai terjatuh.


"Muna! Kan sudah aku bilang kau jangan bersama dia lagi! Kenapa kau membantah omonganku?!" bentak Pak Ezra.


"Maafin aku, tadi kami tidak sengaja bertemu," jawab Muna.


"Ayo pulang! Dan kau, jangan pernah dekati istriku!" bentak Pak Ezra sembari menunjuk wajah Almond.


"Kenapa? Padahal dia kan ibuku, orang yang melahirkan aku, kenapa kau tidak boleh bersamanya?" tanya Almond.


"Jangan banyak tanya kau! Muna, cepat masuk!" bentak Pak Ezra.


"Tapi–"


"Jangan tapi-tapi, cepat!"


Muna pun mengikuti perintahnya. Mereka pun pergi meninggalkan Almond seorang diri.


Tiba-tiba, pundaknya ditepuk oleh Flora. Almond segera tersadar dari lamunannya.


"Almond, lo baik-baik saja, kan?" tanya Flora dengan nada khawatir.


"I-iya, aku baik-baik saja," jawab Almond.


"Apa yang lo lamunin?" tanya Flora.


"Tidak ada, aku hanya memikirkan cara mengirim makanan ini pada pelanggan," jawab Almond.


"Oh itu, tenang aja, seharin semua itu ke gue," ujar Alvaro.


"Iya, tadi gue sama Alvaro sudah omongin soal itu, lo tenang aja," ujar Flora.


"Syukurlah," balas almond.


"Almond, wajahmu pucat, istirahat gih," ujar Flora.


"Iya, aku akan istirahat sebentar, maaf merepotkan kalian," balas Almond sembari tersenyum tipis.

__ADS_1


"Sama-sama," jawab Flora dan Alvaro serentak.


__ADS_2