Tersesat Dalam Kesepian

Tersesat Dalam Kesepian
Itu semua fitnah!


__ADS_3

Sebulan sudah mereka berjualan, sekarang mereka mulai menambahkan berbagai rasa pada makanannya agar tambah banyak peminat. Almond senang bisa kenal Flora dan Alvaro, karena mereka selalu membantu Almond dikala dia mmebutuhkan bantuan. Dagangan Almond banyak yang minat, sehingga waktu sabtu dan minggu mereka gunakan sepenuhnya untuk membuat makanannya. Biasanya yang membeli hanya dari kalangan anak-anak dan teman sekolah, tapi sekarang, orang dewasa mulai tertarik mencicipinya. Bahkan dari luar kota pun mulai mencoba jajanan mereka.


Tiba-tiba ada kejadian aneh saat Almond hendak masuk ke dalam kelas. Semua nampak menatap Almond benci. Tak jarang ada yang berbisik tentang Almond. Mereka berkata bahwa Almond penipu.


'Hah? Cobaan apa lagi yang akan aku hadapi,' batin Almond sembari tertunduk malu.


"Almond! Dasar penipu gak tahu diuntung! Flora sama Alvaro sudah rela bantuin lo, tapi lo malah pakai itu semua untuk menaikan nama lo doang!" bentak salah satu siswi yang tidak tahan dengan Almond.


"Apa maksudmu?" tanya Almond heran. Dia tidak merasa menipu Flora dan Alvaro. Kenapa siswi itu mengatakan hal itu?


"Alah, jangan sok gak tahu lo! Semua orang juga tahu kebusukan lo itu! Lo gak akan bisa bertahan selamanya di dalam topeng itu!" bentaknya lagi.


"Ih, gak tahu malu, ya, jelas-jelas dia melakukannya, tapi gak mau ngaku," bisik orang-orang lain yang melihatnya.


"Maksud kalian apa? Aku emang tidak pernah menipu mereka, kenapa aku dibilang tidak tahu malu, apa salahku?" tanya Almond mulai terbawa emosi.


"Lo itu udah bagus dibantu dagang sama mereka, tapi lo malah bikin Flora sakit perut gara-gara dia makan makanan lo, kan? Terus, lo malah fitnah Alvaro pelakunya. Lo tanggung jawab dong! Bukannya kayak gitu, sahabat macam apa lo yang tega melakukan hal keji kayak gitu!" bentak siswi tadi.


"Huh! Gak tahu diuntung emang!" ejek semua orang.


"Kalian jangan asal nuduh, Flora emang sakit perut karena keracunan, tapi bukan karena makan makanan aku, dan aku juga gak pernah fitnah Alvaro," geram Almond.


Siapa lagi yang tega memfitnah Almond. Apakah itu ulah Ayana? Entahlah, dia tak tahu. Saat bel istirahat, Almond segera menghampiri Flora untuk mengatakan hal itu. Namun, Flora nampak menghindar dari Almond. 'Apakah Flora berpikir bahwa penyebabnya sakit itu karena ulah aku?' batin Almond.


Lalu, Almond segera mencari Alvaro untuk bertanya mengenai Flora. Tapi, Alvaro juga malah menghindari Almond.


"Alvaro, aku mau nanya sesuatu," ujar Almond.


"Maaf, aku harus latihan untuk perlombaan minggu nanti," balas Alvaro sembari meninggalkan Almond seorang diri. Almond pun langsung kembali ke kelasnya.


"Gimana rasanya gak dianggap oleh mereka? Sakit kan lo?! Makannya, jadi orang tuh jangan bermuka dua!" bentak Ayana sembari mendorong Almond.


"Ayana, apa ini ulahmu?" Ntahlah dari mana datangnya keberanian ini. Almond menanyakan langsung padanya.


"Maksud lo apa nuduh gue gitu?! Kalau lo dijauhin sama sahabat, lo, itu semua karena kelakuan lo! Kenapa jadi gue yang lo salahin?!" bentak Ayana tak terima.


"Lo liat sendiri ke akun IG si Flora, dia sendiri yang bilang," lanjut Ayana kesal.

__ADS_1


"Tak apa, maaf sudah menuduhmu," ujar Almond. Dia pun menundukan kepalanya. Cairan hangat keluar dari pelupuk matanya. Almond segera kembali ke dalam kelas.


***


Bek pulang berbunyi, seluruh siswa telah meninggalkan kelas. Kecuali Almond dan Flora.


"Almond, lo kenapa? Kok bengong gitu?" tanya Flora tiba-tiba.


Air mata Almond tak terbendung lagi. Ia menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Flora.


"Maafin aku," ujar Almond dalam tangisannya.


Flora bingung dengan kelakuan Almond. Ia merasa ada yang tidak beres.


"Maaf untuk apa? lo kan tidak ada salah sama gue," ujar Flora mengernyitkan dahi.


"Kamu pasti mikir kalau kamu sakit gara-gara makanan dari aku kan?" tanya Almond.


"Enggak, ah, waktu itu gue sakit gara-gara beli es sembarangan, bukan karena makanan lo," balas Flora.


"Oh itu, tadi gue disuruh ke ruang guru, katanya mereka mau beli dagangan lo, besok kita antar ke sana," jelas Flora.


"Alhamdullilah kalau kamu gak marah sama aku, tapi kenapa Alvaro juga hindarin aku? Apa benar aku pernah fitnah dia?" tanya Almond.


"Itu karena gue emang lagi sibuk latihan buat lomba minggu, oh ya, lo emang mau ngomong apa?" jawab Alvaro tiba-tiba.


"Tadi Almond pikir lo marah gara-gara dia fitnah," balss Flora.


"Hah? Fitnah apaan coba? Siapa yang bilang gitu sama lo?" tanya Alvaro heran.


"Semua anak di sekolah ngomong gitu sama aku, gak tahu karena apa, aku takut kalian marah sama aku," balas Almond.


"Ini pasti ulang Ayana! Dia itu benar-benar keterlaluan!" bentak Flora.


"Bukan, tadi aku sudah bertanya sama dia, tapi dia malah marah, gak terima aku tuduh gitu," ujar Almond.


"Halah, dia palingan cuman ngeles, siapa lagi coba yang berani fitnah lo gini kalau bukan ulah Ayana," ujar Flora.

__ADS_1


"Tapi, tadi Ayana bilang kamu sendiri yang ngomong di IG kamu kalau aku pelakunya," jawab Almond.


"Hah?" Flora terkejut dan langsung memeriksa IGnya.


"Iya, bener lo bilang, tapi jujur bukan geu yang nulis ginian, gue gak pernah lagi kirim apapun selain dagangan," ujar Flora.


"Sudah, lo mendingan klarifikasi dulu deh, kasihan Almond," jawab Alvaro.


"Sudah nih, tapi siapa sih yang tega lakuin ini?" tanya Flora menduga-duga.


"Coba lo ingat, apa lo pernah pinjamkan hp lo ke orang lain?" tanya Alvaro.


"Gak pernah, gue bukan tipe orang yang ceroboh," balas Flora.


"Hmm, pasti ada yang hack akun lo, ntar nyampe rumah, gue tanya bokap, dia bisa lihat kayak gituan," ujar Alvaro.


"Iya, makasih," ujar Flora.


"Sama-sama,"


***


Malam pun tiba, Alvaro langsung menanyakan hal itu pada papanya.


"Pah, tolong lihatin IG teman dong, tadi dia bilang ada yang hack akunnya," pinta Alvaro.


"Ini kan akun yang kemarin papah hack," balas Papa Alvaro.


"Loh? Papah apa-apa an sih? Kok jahat," ujar Alvaro.


"Papah disuruh sama teman, katanya itu akun IG milik anaknya, dia cuman mau periksa doang," ujar papa Alvaro.


"Emang kenapa?" lanjutnya.


"Itu gak penting, sekarang, aku mau tahu, siapa teman papah itu?" tanya Alvaro.


"Ezra Rahardian," jawab Papahnya.

__ADS_1


__ADS_2