Tersesat Dalam Kesepian

Tersesat Dalam Kesepian
Tak mungkin!


__ADS_3

Almond dan Flora terduduk melamun di kantin, mereka menunggu Alvaro datang, karena ada hal yang ingin dia bicarakan. Tak lama kemudian, Alvaro datang tergesa-gesa sembari menunjukan sebuah kertas pada Almond dan Flora.


"Kertas apaan nih?" tanya Flora sembari mengambil kertas itu.


"Ezra Rahardian, siapa dia?" lanjut Flora.


"Hah?! Ezra?" tanya Almond terkejut saat nama Pak Ezra dibacakan.


"Iya, lo kenal sama nih orang?" tanya Flora.


"Itu, mmm, kita omongin di rumah aku aja, ya, jangan di sini," ujar Almond sembari tertunduk.


"Woy, sabar dulu dong, gue kan mau ngomong sesuatu, penting banget nih, tunggu," ujar Alvaro sembari mengatur nafasnya.


"Oke, sekarang lo sudah tenang kan? Apa yang mau lo omongin?" tanya Flora.


"Soal IG lo yang di hack, itu ulang dia, dia yang nyuruh bokap gue," ujar Alvaro sembari menghentikan omongannya sebentar.


"Belum tahu alasan dia, tapi pas nyuruh bokap gue hack, dia bilang lo itu anaknya," lanjut Alvaro.


"Hih! Apa an sih ngaku-ngaku anak, lah orang bapak gue namanya Rizki syahputra mahandri, sejak kapan jadi kek gini?" geram Flora.


"Dia itu ... bapak tiriku," jawab Almond tiba-tiba.


"Hah?!" ujar Flora dan Alvaro serentak.


"Sttt, jangan berisik dong, aku malu," ujar Almond.


"Mmm, maaf, gue kaget saja dengan yang lo omongin, mana ada orang tua yang–"


"Sudah, nanti kita lanjut di rumah aku, bel masuk sudah bunyi, nih," timpal Almond.


"Baiklah," balas Flora dan Alvaro serentak.


***

__ADS_1


Di sisi lain, Pak Ezra kesal karena rencananya berhasil digagalkan. Ya, itu semua emang ulahnya, entah apa maksudnya, dia tega melakukan hal itu pada Almond.


"Sialan! Kenapa semua berakhir gini?! Lawan bocah gitu aja susah! Aku harus segera singkirkan dia! Sebelum dia mengingat semuanya," geram Pak Ezra.


"Menyingkirkan siapa, mas?" tanya Muna tiba-tiba.


Pak Ezra seketika terpaku.


"Mas, kenapa kamu diam saja? Siapa yang mau kamu singkirkan, ini bukan tentang Almond kan?" lanjut Muna.


"B-bukan kok, sudah lah, kau tidak usah pikirkan itu, lebih baik sekarang kita jalan-jalan keluar, bukankah kau merasa bosan di rumah?" ujar Pak Ezra mengalihkan pembicaraan.


"Hmm, iya sih, aku merasa bosan," jawab Muna.


'Fyuh, syukurlah dia tak lagi menghiraukan ucapanku lagi, bisa gawat kalau dia sampai tahu rencanaku pada anaknya,' batin Pak Ezra.


***


'kring kring'


"Almond, ini si Alvaro kok lama banget sih? Jam segini belum datang juga, padahal dia kan nawa motor," tanya Flora.


"Sabar, Flora. Dia mungkin lagi di jalan," ujar Almond santai.


"Almond, kira-kira kenapa ayah tiri lo sejahat itu fitnah lo di sosmed? Disosmed gue lagi," tanya Flora.


"Aku tidak tahu, sebenarnya–" belum selesai Almond bicara, Alvaro tiba-tiba mengetuk pintu rumah Almond.


"Assalamualaikum, aku datang," ujar Alvaro sembari melangkah kan kakinya.


"Waalaikum'salam," jawab Flora dan Almond serentak.


"Lo gak tahu sopan santun, ya? Masuk rumah tuh harus nunggu izin dari pemilik rumah dulu dong, main nyelonong aja kayam tikus," ujar Flora.


"Iya, maaf. Oke, kita lanjut obrolan tadi di kantin, ya, mumpung lagi kumpul gini," ajak Alvaro.

__ADS_1


Almond terpaku sejenak, lalu ia menghela nafas keras untuk menenangkan dirinya. Almond memulai pembicaraan.


"Alvaro, Pak Ezra itu beneran teman papamu?" tanya Almond serius.


"Iya, katanya sih teman baik," jawab Alvaro enteng.


"Bisa bantu aku gak?" tanya Almond.


"Bantu apa?" jawab Alvaro.


"Ada banyak hal yang mau aku tanya soal Pak Ezra pada papamu," ujar Almond.


"Kayaknya masalah ini makin besar, ya? Okelah, gue bantu lo. Kebetulan besok papa gak kerja, kita pulang sekolah langsung ke rumah gue aja, gimana?" ajak Alvaro.


"Iya, terima kasih banyak," jawab Almond.


"Almond, emang ada apa sih antara lo dan keluarga lo? Setiap gue datang ke sini, gue gak pernah ketemu ibu dan kakak-kakak lo, dan Pak Ezra tuh sejak kapan jadi ayah tiri lo, dan lagi kenapa dia–" Belum selesai Flora bicara, Alvaro langsung memotongnya.


"Cerewet banget sih, lo, udah lah, jangan kepo banget sama keluarga dia, itu urusan dia, hargai dong," ujar Alvaro.


"Lo bisa gak lembut sedikit ke cewek? Gue lama-lama kesel tahu sama tingkah lo itu," geram Flora.


"Eh kalian, jangan bertengkar, kalian gak lihat tuh ada anak kecil bunuh diri dipohon wortel?" ujar Almond cepat.


"Eh?! Mana-mana? Astagfirullah, kasihan sekali anak itu," jawab Flora kaget.


"Pasti gara-gara gak dikasih permen sama Flora, sungguh jahat," jawab Alvaro tak kalah kaget.


"Ya ampun, jahat banget sih Si Flora-Flora itu," ujar Flora sembari menitikkan air mata. Mereka masih tak sadar apa yang mereka katakan. Almond hanya cengegesan melihat kelakuan mereka berdua.


"Flora, kayak gak asing, Flo-Flora, itu sih nama gue, oncom!" bentak Flora sembari memukul tengkuk leher Alvaro.


"Hah? Gimana-gimana? Flora oncom?" canda Alvaro.


"Asem!" balas Flora sembari memalingkan wajahnya kesal.

__ADS_1


Almond dan Alvaro malah guling-guling saking lucunya melihat tingkah Flora.


__ADS_2