Tersesat Dalam Kesepian

Tersesat Dalam Kesepian
Terima kasih teman-teman


__ADS_3

“Almond, tugas yang guru kasih masih ada satu minggu lagi kan? Gimana kalau kita kerjain bareng di rumah lo, sekalian kita rencanain tuh buat jualan lo,” ujar Flora


“Hmm, ya udah deh, minggu nanti datang saja ke rumah, kita kerjakan tugas bersama,” ujar Almond


“Karamel nanti bareng aja sama gue,” ujar Flora


“Asyik, lumayan tumpangan gratis, hahaha,” balas Karamel


***


Bel pulang berbunyi, seluruh siswa bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing. Almond dan Flora berpisah di depan sekolah karena rumah mereka tak satu arah. Saat Almond hendak meninggalkan area sekolah, Almond dihadang oleh Ayana dan teman-temannya.


“Hai teman-teman, lihat ada anak gak tau diri di sini,” ujar Ayana dengan senyum sinis


Teman-temannya menatap sinis Almond


“K-kalian mau apa?” tanya Almond


“Mau apa katanya, lo udah berani ya deket-deket sama Alvaro, gue kan udah bilang jangan deketin dia, kenapa lo masih berani aja! Dasar gak tau diri!” bentak Ayana


“Memangnya apa hak lo ngelarang gue deket sama Almond? Siapa lo?” ujar Alvaro yang tiba-tiba datang dari arah belakang


“Eh, Alvaro, selamat siang,” ujar Ayana tanpa rasa bersalah


“Halah, gak usah banyak ngomong! Aku dengar sendiri tadi lo ngomong apa,” ujar Alvaro kesal


“Yuk, Almond, lo gak usah dengerin dia,” ajak Alvaro sembari menarik Almond pergi


***


“Almond, apa Ayana sering bully lo kayak tadi? Jahat banget sih dia, punya hak apa coba,” ujar Alvaro kesal


“Sudah lah, tidak usah dipikirkan, ya sudah, aku mau pulang, ada banyak tugas yang harus diselesaikan,” ujar Almond


“Gue antar lo pulang,” ujak Alvaro


“Mmm, baiklah,” ujar Almond sembari tertunduk lemas


Mereka pun pergi ke rumah Almond bersama.


***


Hari libur pun tiba, sesuai janji, Flora dan Karamel belajar bersama sembari merencanakan bazar nanti.


“Kan nanti pasti pakai uang sendiri, tuh, jadi kita patungan aja, hasil dari bazar lumayan tuh bisa buat modal lo jualan nanti, Mond,” ujar Flora


“Eh, gak usah, itu kan uang kamu, aku gak mau ngerepotin kamu,” balas Almond


“Hmm, gak apa lah, lo gak ngerepotin gue kok, anggap aja ini sebagai rasa terima kasih gue karena lo sudah mau menjadi sahabat gue selama ini,” ujar Flora sembari tersenyum manis


“Hmm, aku juga mau dong, aku nanti bantu kamu juga, ya. Uangnya semua buat kamu aja,” ujar Karamel


“Eh, tidak usah, nanti kamu dimarahi orang tua kamu gimana? Lagi pula Almond tidak ingin merepotkan kamu juga,” ujar Almond


“Tidak apa kok, aku ikut bazar ini karena buat mencari pengalaman saja kok, buat menambah nilai juga, jadi hasilnya buat kamu saja nanti,” balas Karamel

__ADS_1


“Tapi, aku tidak enak merepotkan kalian,” ujar Almond sembari menundukkan kepala


“Tidak apa-apa Almond,” ujar Flora dan Karamel serentak


“Ya sudah, deh, kalian emang tidak bisa dibantah, terima kasih," ujar Almond


Saat sedengan asyik mengobrol, tiba-tiba Alvaro datang dengan mengucap salam.


"Assalamualaikum, Almond," ujar Alvaro dari luar


"Waalaikum'salam," balas Almond, Flora dan Karamel


"Cie, didatangin Alvaro nih," goda Flora sembari menyenggol lengan Almond


"Gih bukain, yang ngapel kok dibiarin di luar," lanjut Flora


"Gak salah nih? Cie, selamat, ya," ujar Karamel dengan wajah polosnya


"Ish, apa sih kalian? Sudab ah, aku mau bukain pintu dulu," ujar Almond kesal


Almond meninggalkan Flora dan Karamel yang asyik membicarakannya.


"Alvaro, kamu ngapain ke sini? Ada hal yang harus dibicarakan, kah?" tanya Almond


"Cuman mau minta maaf aja," balas Alvaro


"Itu tamunya suruh masuk dulu dong, kok ngobrol di luar, ngobrolin apa sih? Sampai-sampai kami gak boleh tahu," ujar Flora


"Eh, iya. Ayo masuk, kita lanjut di dalam saja," ajak Almond


"Gak apa, kali. Kan ada gue sama Karamel yang jagain, cepet masuk," ujar Flora sembari menarik tangan Almond dan Alvaro masuk


"Flora, kamu ini ...." geram Almond


"Hehehe, gue panggil Karamel dulu, ya, kalian ngobrol aja dulu," ujar Flora sembari meninggalkan Almond dan Alvaro berdua.


"Ada apa? Kok sampai ke rumah?" tanya Almond


"Gue cuman mau minta maaf, kok, gara-gara gue gak tahu apa-apa, Ayana tega bully lo san berusaha misahin gue sama lo, padahal kan dia bukan siapa-siapa gue, bikin kesel aja," balas Alvaro


"Oh itu, gak apa kok, Ayana emang sudah sering begitu, kamu gak oerlu minta maaf," ujar Almond


"Tapi, gak mungkin kan kalau kamu cuman mau minta maaf soal ini doang? Pasti ada alasan lain," lanjut Almond


"Tahu aja sih, sebenarnya gue mau kerjain tugas di sini, sekalian nanya-nanya sama lo, soalnya gue gak ngerti, lo mau bantuin gue kan?" tanya Alvaro sembari menyodorkan bukunya


"Owh gitu, coba sini, aku lihat tugas apa yang kamu maksud," ujar Almond


"Terima kasih," ujar Alvaro


"Ekhem, berdua aja nih, bukan muhrim loh," ujar Flora yang tiba-tiba datang bersama Karamel


"Eh kalian, sini gabung, katanya tadi mau bareng," ajak Almond


Flora dan Karamel pun duduk di sebelah Almond.

__ADS_1


"Kalian kok ada di rumah Almond? Ngapain?" tanya Alvaro


"Lah, emangnya kenapa? Pengen berduaan gitu sama Almond? Tidak akan saya izinkan Odah," ujar Flora sembari menunjuk Alvaro


"Gak gitu juga Marpuah, gue kan cuman nanya," balas Alvaro sembari memutar bola mata malas


"Kami sedang membuat rencana untuk bazar nanti, kami ikut bazar itu soalnya," ujar Almond


"Nah gitu dong kayak Almond jawabnya, kau dengar itu Ani?" tanya Alvaro


"Cukup Roma!" balas Flora


"Misi, numpang ngiklan," ujar Karamel


"Udah kalian tuh, berantem gak jelas, mending sekarang rencanain mau jualan apa?" ujar Karamel


"Hehehe, iya. Almond, gimana nih?" tanya Flora


"bentar, aku pikir dulu," ujar Almond


"Gimana kalau sop buah atau puding buah, oh, atau kita buat kue aja dari macam-macam buah dan sayur?" ujar Karamel


"Hmm, menurut gue puding buah aja, terus kita buat satu lagi yang dari sayur-sayuran," balas Flora


"Kenapa gak buat gorengan aja? Bakwan tuh, enak banget pasti," ujar Alvaro


"Hah?! Gak salah dengar nih? Seorang Alvaro suka gorengan? Wow," ledek Flora


"Bukan gitu, maksud gue kan itu lebih simpel," balas Alvaro


"Sudah-sudah, gimana kalau buat kripik bayam," ujar Almond


"Eh iya, kamu bilang mau jualan kripik bayam sama susu murni, gimana kalau itu aja?" Tanya Flora


"Pudingnya?" tanya Karamel


"Ya udah sih, puding, kripik bayam dan susu murni aja," balas Alvaro


"Jangan, terlalu mahal," ujar Almond


"Ya udah sih, puding aja sama kripik bayam aja, setuju semua?" tanya Karamel


"Setuju," balas Almond, Flora dan Alvaro


"Eh bentar? Alvaro ngapain ikut jawab?" tanya Flora


"Biarin napa, gue kan mau ikut bantuin," balas Alvaro


"Eh, tidak–" belum selesai Almond bicara, Flora langsung memotongnya


"Ayo, aja, makin banyak yang bantu, makin bagus."


"Tapi–"


"Nah, kita mulai bahas yang lain, yuk," ujar Karamel

__ADS_1


Mereka asyik membahas soal bazar sedangkan penolakan Almond tidak dia pedulikan sama sekali.


__ADS_2