
Malam ini Almond sedang sibuk mengerjakan tugas sekolahnya. Setelah selesai mengerjakan tugas, Almond langsung membereskan buku-bukunya.
Brak!
Tanpa sengaja Almond menjatuhkan kotak pemberian ibunya. Tiba-tiba Almond teringat bahwa uang yang ia miliki tersisa sedikit. Almond sempat berpikir untuk berjualan, tapi dia bingung apa yang akan ia jual.
“Eh, sudah jam segini, sebaiknya besok aku cari tahu di kantin, siapa tahu kan aku dapat ide bagus di sana,” ujar Almond
***
Pagi pun tiba, Almond sudah bersiap untuk berangkat sekolah.
“Tok tok tok,” suara pintu diketuk
“Siapa, ya? Pagi-pagi gini sudah ada yang datang, apa jangan-jangan itu ibu?” gumam Almond
“Assalamualaikum, Almond!” teriak Alvaro
“Rupanya Varo, dia ngapain pagi-pagi ke rumah?” tanya Almond
Almond menghampiri Alvaro di bawah.
“Lama banget sih, ayo cepetan, nanti kita telat,” ujar Alvaro
“Eh, kamu beneran mau antar aku? Kupikir kamu cuman bercanda,” ujar Almond
“Hmm.”
Mereka pun berangkat sekolah bersama
***
“Almond, lo kenapa ngelamun gitu? Lagi ada masalah, ya?” tanya Flora saat di kantin
“Mmm, enggak aku sedang kepikiran sesuatu saja,” ujar Almond
‘Pengumuman, kepada seluruh siswa diharap berkumpul ke lapangan, akan ada tamu dari puskesmas *** akan menyampaikan tentang gizi pada anak’ pengumuman dari seseorang
Seluruh siswa segera menuju lapangan. Almond dan Flora duduk di tempat paling depan karena banyak yang memilih untuk duduk dipaling belakang yang lebih tertutup dari sinar mata hari. Tak berapa lama seseorang dari perwakilan OSIS maju untuk mengawali acara. Setelah itu satu persatu memberikan sambutan kepada pihak puskesmas. Pembukaan dan kata sambutan sudah dilewati, sekarang pihak puskesmas akan menyampaikan mengenai gizi anak. Seluruh siswa/siswi sudah mulai kepanasan karena sinar matahari.
“Halo adik-adik? Bagaimana kabarnya?” tanya seorang wanita
“Halo juga, kak. Alhamdullilah, luar biasa, Allahu akbar,” ujar seluruh siswa
__ADS_1
“Wah, masih bersemangat sekali sepertinya, baik lah, hari ini kakak perwakilan dari puskesmas *** akan menyampaikan mengenai gizi anak, pertama-tama perkenalkan nama kakak Anggie, kalian bisa panggil Kak Anggie, ya,” ujar Kak Anggie.
“Baik, kak,” ujar seluruh siswa
“Pada dasarnya anak-anak membutuhkan asupan gizi yang maksimal untuk mendukung tumbuh kembang anak. Jika pada usia bayi kebutuhan gizi pada anak dapat diberikan melalui ASI atau susu formula, seiring berjalannya waktu anak akan membutuhkan asupan gizi dari sumber makanan lain. Kebutuhan gizi pada anak sangat penting dipenuhi guna menghindari risiko stunting, daya tahan tubuh yang lemah, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Tidak hanya itu saja, gizi yang seimbang juga membuat anak memiliki energi yang cukup dan lebih aktif. Nah, karena di sini kita membicarakan remaja. Kakak akan memberi tahu kebutuhan gizi pada anak umur 6-18 tahun. Yang pertama, karbohidrat seperti nasi, umbi-umbian, gandum, jagung, oatmeal, quinoa, dan bahan-bahan makanan lainnya. Kedua,
Sumber protein hewani seperti aneka jenis daging, hidangan laut, susu, dan unggas. Sedangkan protein nabati bisa diperoleh dari kacang-kacangan. Ketiga, lemak lalu keempat kalsium, sayur brokoli, susu, dan aneka ikan laut. Lalu vitamin, asam folat dan omega 3. Dan zat besi Zat ini berfungsi agar anak tidak mudah lelah. Seperti bayam, ikan, daging merah, dan kacang-kacangan,” jelas Kak Anggie panjang lebar.
“Hmm, jaman sekarang anak-anak banyak yang kekurangan gizi, ya, jadi kita harus terus makan-makanan bergizi, Mond, yang murah juga ada tuh,” ujar Flora
“Kalau jajanan dari sayuran kira-kira boleh gak, ya?” tanya Almond
“Boleh mungkin, tapi memangnya ada? Kalau ada gue mau beli tuh,” balas Flora
“Memangnya kenapa? Kok lo tiba-tiba nanya gitu?” tanya Flora
“hmm, aku mau coba jualan keripik bayam sama susu murni, kira-kira laku gak?” balas Almond
“Hah? Serius? Pasti laku lah, nanti gue bantuin lo,” ujar Flora
“Terima kasih,” ujar Almond
“Sama-sama,” balas Flora
***
“Almond, kok lo tiba-tiba mau jualan sih? Apa ada masalah?” tanya Flora dengan suara pelan, takut Ayana akan mendengarnya
“Aku h-hanya ingin, mmm aku ingin belajar mandiri kok, kamu jangan berpikir yang macam-macam, ya,” balas Almond
“Serius cuman karena lo mau mandiri? Bukan karena masalah lain gitu?” tanya Flora memastikan
“Mm, iya, aku ... sudahlah lupakan itu, mendingan kita belajar, keburu guru datang,” ujar Almond berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Kalau lo butuh apa-apa, jangan sungkan bilang ke gue, gue kan sahabat lo. Soal jualan itu, nanti gue bantu lo promosiin ke akun media sosial gue, gimana?” ujar Flora
“Terima kasih tawaranmu,” balas Almond
“Nanti aku bakal kasih kamu bagian deh, kalau dagangannya laku,’ ujar Almond
“Alah, gak usah pake acara mau kasih bagian, kalau lo udah berhasil nanti, baru lo traktir gue jajan di kantin, gimana?” ujar Flora
“I-iya pasti,” ujar Almond
__ADS_1
Tak lama kemudian, guru datang ke kelas dengan membawa kertas tugas.
"Selamat siang semuanya," sapa guru
"Selamat siang, bu guru" balas Seluruh murid
"Bagaimana penjelasan dari pihak puskesmas tadi? Adakah yang dapat kalian ambil dari sana?" tanya guru
"Ada, bu. Kita sebagai remaja harus menjaga kesehatan dan mengonsumsi makanan yang mengandung gizi," balas Almond
"Betul," ujar guru
"Hari ini ibu akan memberikan tugas ke kalian mengenai materi yang disampaikan puskesmas, sebentar lagi akan diadakan bazar khusus anak kelas 9, nah, setiap kelas dibagi menjadi 2 kelompok, terdiri dari 3 orang. Pada bazar itu kalian bebas menjual apa saja yang berhubungan dengan materi tadi, setelah selesai kalian isi laporan ini, yang lainnya mengamati tentang apa saja yang dijual oleh seluruh peserta bazar. Siapa saja yang ingin ikut dalam bazar?" tanya guru
"Saya dan Almond akan ikut, bu," ujar Flora cepat
"Eh? kok kita?" tanya Almond
"Udah, lo kan bilang mau jualan, kesempatan bagus loh," ujar Flora
"Baik, Flora, Almond dan yang lain bagaimana?" tanya bu guru
"Oh, ya, ibu lupa, bagi kelompok teramai, nanti akan ada hadiah loh," lanjut bu guru
"Saya, bu, dengan Riza dan Reina," ujar Ayana tak mau kalah
"Cih, ngapain sih dia? Mau bersaing dengan kita?" tanya Flora
"Sudah biarin aja, mendingan kita cari satu orang lagi yang mau gabung," ujar Almond
"Karamel aja, Mel, lo mau kan?" tanya Flora sembari menarik pelan baju Karamel di bangku depan
"Mmm, i-iya deh, aku ikut, sepertinya seru," ujar Karamel
"Tim satu, siapa yang mau gabung? Sisa 1 lagi nih," ujar bu guru
"Saya, bu," ujar Karamel
"Oke, semua sudah mendapatkan tugas masing-masing, jangan lupa persiapkan diri kalian, ya?" ujar bu guru
"Baik, bu," balas seluruh siswa
"Ibu izin undur diri karena waktu sekolah telah selesai," pamit bu guru
__ADS_1